Alphabet Didenda Rp 5,4 T Usai Kebocoran Data Pengguna Google+
Senin, 12 Februari 2024
Pengunggah: Redaksi
Teknologi - Sebagai induk dari perusahaan Google, Alphabet harus menyetujui untuk membayar denda sebesar USD 350 juta atau sekitar Rp 5,4 triliun atas kebocoran data penggunanya.
Hal tersebut sesuai gugatan class action terkait pelanggaran data pada platform media sosialnya yang kini sudah tutup, yakni Google+.
Dalam laporan Gizchina, data jutaan pengguna Google+ terekspos ke pengembang pihak ketiga sebelum perusahaan menemukan adanya pelanggaran data pada tahun 2018.
Diketahui, gugatan tersebut berasal dari celah keamanan yang mengungkapkan data pribadi pengguna Google+ selama beberapa tahun.
Menanggapi hal tersebut, Bendahara Rhode Island, James Diossa, memimpin gugatan ini atas nama dana pensiun negara bagian yang memiliki saham di Alphabet.
Pengadilan pun memutuskan bahwa Google tidak mengungkapkan pelanggaran data tersebut karena khawatir hal ini akan membuatnya menjadi sasaran pengawasan regulator dan publik.
Dalam sebuah dokumen yang diajukan ke Pengadilan AS untuk Distrik Utara California, orang yang membeli saham Google antara tanggal 23 April 2018 hingga 30 April 2019, akan dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan bagian dari penyelesaian tersebut.
Tak hanya itu, kedepan akan ada pemberitahuan bagi investor yang memenuhi syarat dan Google memiliki portal dengan informasi yang relevan.
Sebagai informasi, latar belakang kasus ini melibatkan pelanggaran yang terjadi antara tahun 2015 dan 2018 yang telah mengungkap data pribadi sekitar 500.000 pengguna Google+.
Menurut Washington Post, data yang terekspos mencakup nama, tanggal lahir, jenis kelamin, email, status hubungan, pekerjaan, dan tempat tinggal mereka.
Google menyadari adanya celah kelemahan keamanan pada tahun 2018, tetapi memilih untuk tidak mengungkapkannya kepada publik atau pemegang saham pada saat itu.
(Frq/Tra)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Teknologi - Sobat Youtz, pasti kamu tahu dong, seri iPhone terbaru yang baru saja rilis beberapa bulan lalu? Yup!...
TechJumat, 01 November 2024
Teknologi - Amerika Serikat terus bombarding China perihal kebijakan luar negeri agar negeri Tirai Bambu itu teru...
TechSenin, 22 Januari 2024
Teknologi - Apple harus rela turun tahta di pasar smartphone di China. Pada kuartal keempat 2024, raksasa teknolo...
TechSelasa, 28 Januari 2025
Teknologi - Sebagai CEO OpenAI Sam Altman dipecat dari posisinya tanpa alasan yang jelas. "Kepergian Altman di...
TechSabtu, 18 November 2023
Teknologi - Dalama laporan Wall Street Journal yang melakukan survey terhadap remaja di Amerika Serikat (AS), ban...
TechSelasa, 29 Agustus 2023
Teknologi - Menurut Pratama Persadha, Ketua Lembaga Penelitian Keamanan Siber Indonesia, serangan siber terhadap ...
TechRabu, 26 Juni 2024
Teknologi - Kecanggihan teknologi yang tak terbendung dan dinikmati oleh semua penduduk bumi saat ini, tentu tak ...
TechKamis, 10 Oktober 2024
Teknologi - AI (Artificial Intellegent) adalah sebuah kata awam yang jarang didengar oleh masyarakat umum di Indo...
TechJumat, 23 Juni 2023
Teknologi - Kabar kurang mengenakkan datang dari salah satu startup edutech Zenius yang mengumumkan berhenti bero...
TechJumat, 05 Januari 2024
Jakarta - Threads menjadi aplikasi terbaru buatan Meta yang menjadi pesaing berat Twitter resmi rilis pada Kamis ...
TechSabtu, 15 Juli 2023