Sebanyak 468.000 Biawak Diekspor ke Luar Negeri, Ahli Beri Peringatan untuk Indonesia!
Sabtu, 25 Oktober 2025
Pengunggah: Redaksi
Tahukah kamu, ternyata Indonesia menjadi salah satu pengekspor kulit biawak terbesar di dunia! Setiap tahunnya, ratusan ribu biawak diperbolehkan untuk ditangkap dan diperdagangkan. Sebagian besar untuk memenuhi permintaan ekspor kulit reptil eksotis ke luar negeri.
Berdasarkan riset data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2024, ada 476.000 ekor biawak yang masuk dalam kuota perdagangan nasional. Dari jumlah itu, sekitar 468.560 ekor diperuntukkan khusus untuk kebutuhan ekspor kulit. Kuota ini tersebar di 18 provinsi, dengan Sumatera Utara menjadi daerah dengan jatah penangkapan terbesar.
Di balik angka yang fantastis itu, muncul peringatan dari Mirza Dikari Kusrini, Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University. Ia menegaskan pentingnya tata kelola berbasis sains agar perdagangan biawak tidak mengancam keseimbangan ekosistem.
“Kuota harus berbasis sains, pemasok ekspor harus legal dan memiliki jejak asal yang jelas, serta pemburu lokal harus mendapat harga yang adil,” ujarnya yang dikutip dari mediaindonesia.com
Menurut Mirza, biawak air (Varanus salvator) — spesies yang paling banyak diperdagangkan — berperan penting dalam alam sebagai predator oportunistik dan pemakan bangkai. Mereka membantu mengendalikan populasi hewan kecil dan berfungsi sebagai “pembersih alami” lingkungan.
Namun, interaksi biawak dengan manusia kini makin sering terjadi. Penurunan predator alami dan banyaknya sumber makanan di sekitar pemukiman membuat biawak kerap muncul di kawasan urban. Bahkan, penelitian IPB University menemukan beberapa kasus biawak memangsa anak kucing di perumahan sekitar Jawa Barat.
Meski belum termasuk satwa dilindungi menurut Permen LHK P.106/2018, perdagangan biawak tetap diawasi secara ketat lewat aturan CITES Appendix II — artinya, ekspor hanya boleh dilakukan dengan izin resmi dan kajian ilmiah (non-detriment findings).
Bagi Mirza, status biawak yang masih “Least Concern” di IUCN Red List bukan alasan untuk lengah. Ia mengingatkan bahwa ekonomi dan ekologi harus berjalan seimbang. Jika dikelola asal, populasi biawak bisa turun drastis, dan ekosistem pun ikut terganggu.
“Perdagangan boleh, tapi harus berkelanjutan. Jangan sampai keuntungan hari ini menjadi kerusakan ekosistem di masa depan,” tegasnya.
Ekspor biawak memang menggiurkan dari sisi ekonomi, tapi tanpa pengawasan dan riset yang kuat, Indonesia bisa kehilangan salah satu predator pentingnya di alam.
Konservasi bukan hanya soal melindungi hewan langka — tapi juga menjaga agar rantai kehidupan tetap utuh.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Langkah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membangun fasilitas hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung...
NewsSelasa, 05 Mei 2026
News - Sobat Youtz, Presiden dan wakil Presiden baru Republik Indonesia, baru saja resmi dilantik hari Minggu, 20...
NewsSenin, 21 Oktober 2024
News - Dalam rangkaian kegiatan Istiqlal Santri Fest 2023, Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) melangs...
NewsMinggu, 29 Oktober 2023
Aktivitas tambang ilegal kembali mencoreng wajah konservasi alam Indonesia. Tim gabungan dari Bareskrim Polri, Di...
NewsSenin, 10 November 2025
Pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Data terbaru yang didapatkan dari ...
NewsJumat, 07 November 2025
News - Tegangnya hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan kembali terasa setelah aksi peledakan yang dilakuk...
NewsSelasa, 22 Oktober 2024
News — Upaya Paulus Tannos untuk menghindari jeratan hukum tampaknya tak memiliki celah lagi. Bagaimana tidak, ...
NewsSelasa, 17 Juni 2025
News – Memasuki bulan februari, tak terasa hari pemilihan umum sudah semakin dekat nih sobat youtz. Sebelum itu...
NewsSenin, 05 Februari 2024
Di sebuah pulau buatan di kawasan Samboja Lestari, Kalimantan Timur, seekor orangutan jantan bernama Rambo berjal...
NewsJumat, 15 Mei 2026
News - Girls Beyond sukses menggelar acara Go Get It 2023. Acara tersebut merupakan konferensi untuk membantu par...
NewsMinggu, 17 Desember 2023