Pejabat di Bea Cukai Kena OTT KPK Usai 8 Hari Dilantik Purbaya
Senin, 09 Februari 2026
Pengunggah: Redaksi
Pelantikan yang seharusnya menjadi awal kepercayaan justru berujung petaka. Seorang pejabat tinggi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Rizal, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya delapan hari setelah resmi dilantik oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Rizal dilantik sebagai Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat pada 28 Januari 2026. Namun, pada 4 Februari 2026, KPK menangkapnya dalam OTT terkait dugaan suap dan gratifikasi yang terjadi saat ia masih menjabat sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC.
Kasus ini menjadi sorotan karena cepatnya rentang waktu antara pelantikan dan penindakan hukum. Dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/2), Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu menyatakan bahwa lembaganya telah meningkatkan perkara tersebut ke tahap penyidikan.
“Berdasarkan kecukupan alat bukti dalam dugaan tindak pidana korupsi berupa suap dan penerimaan lainnya (gratifikasi) di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka,” ujar Asep.
Selain Rizal, KPK juga menetapkan dua pejabat Bea Cukai lainnya sebagai tersangka, yakni Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC Sisprian Subiaksono, serta Kepala Seksi Intelijen DJBC Orlando Hamonangan. Sementara dari pihak swasta, tersangka berasal dari jajaran PT Blueray, yakni pemilik perusahaan John Field, Ketua Tim Dokumen Importasi Andri, serta Manajer Operasional Dedy Kurniawan.
KPK menduga praktik suap dan gratifikasi tersebut berkaitan dengan pengurusan impor barang tiruan atau barang KW. Dalam OTT tersebut, penyidik turut mengamankan barang bukti bernilai fantastis dari sejumlah lokasi, termasuk kediaman para tersangka.
Total barang bukti yang disita mencapai Rp40,5 miliar. Rinciannya meliputi uang tunai Rp1,89 miliar, dolar Singapura senilai SG$1,48 juta, dolar Amerika Serikat sebesar US$182.900, uang yen Jepang sebanyak 550.000, dua tumpukan logam mulia seberat total 5,3 kilogram dengan nilai lebih dari Rp15 miliar, serta jam tangan mewah senilai Rp138 juta.
Kasus ini kembali membuka sorotan publik terhadap integritas aparat di sektor kepabeanan yang memiliki peran strategis dalam arus perdagangan dan penerimaan negara. Penindakan cepat KPK sekaligus menjadi pengingat bahwa jabatan baru tidak serta-merta menjadi tameng dari jerat hukum, terutama ketika praktik lama masih membayangi.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Universitas Bung Karno (UBK) menonaktifkan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum, M. Abdimaludin, ...
NewsJumat, 26 Juni 2026
News - Nama Ahmad Sahroni, politisi sekaligus pengusaha yang akrab dijuluki Crazy Rich Tanjung Priok, belakangan ...
NewsSenin, 01 September 2025
Pagi itu, 19 Oktober 1987, rel kereta di kawasan Pondok Betung, Bintaro, menjadi saksi salah satu hari tergelap d...
NewsKamis, 07 Mei 2026
News – Ketua BEM UI 2023 yaitu Melki Sedek Huang saat ini sedang menjadi tersangka dalam dugaan kekerasan seksu...
NewsSabtu, 03 Februari 2024
Menjelang peringatan Hari Mangrove Sedunia, Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki mengunjungi kawasan...
NewsSelasa, 14 Juli 2026
Tahukah kamu, ternyata Indonesia menjadi salah satu pengekspor kulit biawak terbesar di dunia! Setiap tahunnya, r...
NewsSabtu, 25 Oktober 2025
Sengketa tanah yang terjadi di antara PT Hadji Kalla milik Jusuf Kalla (JK) dengan PT Gowa Makassar Tourism Devel...
NewsKamis, 20 November 2025
News - Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (Ampel) menggelar aksi protes terkait krisis penanganan sampah di Kab...
NewsSelasa, 31 Desember 2024
Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) periode 2019–2024, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menyampaikan...
NewsKamis, 29 Januari 2026
Cianjur pernah dikenal sebagai salah satu wilayah paling makmur di Pulau Jawa pada masa kolonial. Kekayaan terseb...
NewsJumat, 26 Juni 2026