Ahok Dorong Kejaksaan Usut Semua Pihak, Termasuk Jokowi, dalam Kasus Pertamina
Kamis, 29 Januari 2026
Pengunggah: Redaksi
Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) periode 2019–2024, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menyampaikan pernyataan tegas dalam sidang dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026). Hadir sebagai saksi, Ahok mendorong jaksa penuntut umum (JPU) untuk berani mengusut seluruh pihak yang terlibat, tanpa terkecuali, termasuk Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.
Pernyataan tersebut muncul saat JPU mengonfirmasi keterangan Ahok terkait pencopotan dua mantan direksi anak perusahaan Pertamina, yakni Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono dan mantan Direktur PT Pertamina Patra Niaga Mas’ud Khamid. Alih-alih menguatkan dugaan pelanggaran, Ahok justru menilai kedua sosok tersebut sebagai figur yang berintegritas.
Menurut Ahok, Djoko dan Mas’ud memiliki komitmen kuat untuk membenahi tata kelola kilang dan distribusi energi. Ia menyebut, keduanya memilih kehilangan jabatan ketimbang menandatangani pengadaan yang dinilai bermasalah. Sikap tersebut, kata Ahok, mencerminkan integritas yang seharusnya dijaga dalam tubuh BUMN.
Ahok bahkan mengaku emosional saat mengetahui pencopotan dua direksi tersebut. Ia menilai keputusan itu mencederai prinsip meritokrasi yang semestinya menjadi fondasi pengelolaan perusahaan negara.
“Ketika dia dicopot saya pun mau nangis. Dia mengkritik sistem yang menurutnya tidak berbasis meritokrasi. Saya pikir BUMN ini keterlaluan, mencopot orang yang mau membenahi,” ujar Ahok dalam persidangan.
Lebih jauh, Ahok menegaskan dukungannya terhadap proses hukum yang transparan dan menyeluruh. Ia meminta kejaksaan tidak ragu memeriksa semua pihak yang memiliki keterkaitan dalam persoalan ini, termasuk di level tertinggi pemerintahan.
“Kenapa saya mau lapor ke jaksa? Periksa sekalian BUMN, periksa Presiden bila perlu. Kenapa orang terbaik justru dicopot,” tegasnya.
Pernyataan Ahok tersebut menambah dinamika dalam persidangan kasus dugaan korupsi di Pertamina, sekaligus memunculkan kembali perbincangan publik soal praktik meritokrasi, tata kelola BUMN, dan keberanian penegak hukum dalam mengusut kasus besar tanpa pandang bulu.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Jakarta – Festival Jalur Langit kembali menjadi perhatian, khususnya bagi generasi muda yang mendambakan keseim...
NewsSenin, 18 November 2024
News - Dalam rapat kerja Komisi III DPR RI dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pejabat negara yang terliba...
NewsSenin, 01 Juli 2024
News – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pen...
NewsRabu, 16 Juli 2025
News - Akun Instagram resmi Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka, sempat jadi bahan omongan di Medi...
NewsKamis, 05 Juni 2025
News - Selain terhamburnya gas air mata terhadap sejumlah siswa saat melakukan aktivitas belajar-mengajar, ribuan...
NewsRabu, 13 September 2023
Upaya penegakan hukum terhadap penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi kembali menguak persoal...
NewsSabtu, 25 April 2026
News – Menteri Koordinator Bidang Politik, dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan secara resmi mengajukan tam...
NewsSenin, 07 Juli 2025
News – Langit gelap menyelimuti Prancis Selatan, tepatnya di kota Marseille akibat kebakaran hutan.Sebagaimana ...
NewsSabtu, 12 Juli 2025
Praktik parkir yang diduga ilegal di kawasan POIN Square, Lebak Bulus, kembali memantik sorotan publik. Kali ini,...
NewsSelasa, 21 April 2026
News - 15 truk bantuan kemanusiaan milik Program Pangan Dunia (WFP) dijarah pada Kamis malam (22/5/2025), saat he...
NewsSabtu, 24 Mei 2025