Kekeringan Meluas di Kabupaten Bogor, Puluhan Ribu Warga Krisis Air Bersih

Selasa, 14 Juli 2026

35

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber gambar: Warga di 10 kecamatan yang berada di Kabupaten Bogor mengalami kekeringan

Musim kemarau yang mulai berlangsung sejak awal Juni membawa dampak serius bagi sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor. Kekeringan kini meluas ke 10 kecamatan dan menyebabkan puluhan ribu warga mengalami krisis air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 22.065 jiwa atau 6.333 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 17 desa terdampak kekeringan hingga 11 Juli 2026. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan kekeringan bukan lagi sekadar fenomena musiman, melainkan tantangan yang terus berulang dan memerlukan penanganan yang lebih menyeluruh.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih ke berbagai wilayah terdampak.

"Total titik distribusi 41 titik, total keseluruhan pendistribusian air bersih sampai saat ini sebanyak 200.000 liter atau 40 ritase," ujarnya.

Distribusi air bersih menjadi solusi darurat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Namun, besarnya jumlah warga terdampak memperlihatkan bahwa bantuan tersebut masih bersifat jangka pendek dan belum menyelesaikan akar persoalan keterbatasan akses air bersih saat musim kemarau.

Data BPBD juga menunjukkan jumlah wilayah terdampak terus bertambah sejak pencatatan dimulai pada 10 Juni. Bahkan, pada Minggu (12/7), penyaluran air bersih kembali dilakukan di tiga desa yang berada di Kecamatan Rancabungur, Babakan Madang, dan Leuwisadeng. Hal ini mengindikasikan potensi meluasnya dampak kekeringan apabila curah hujan belum kembali normal.

Fenomena kekeringan yang berulang setiap tahun menjadi pengingat pentingnya penguatan sistem penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur sumber air, serta upaya konservasi daerah resapan. Tanpa langkah mitigasi yang berkelanjutan, masyarakat di wilayah rawan kekeringan akan terus menghadapi ancaman krisis air setiap musim kemarau datang.

Penulis : Radhwa Larasati Tetuko

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait