Usulan Kemenag: Bipih 70% di 2025, Jamaah Haji Bayar Rp 65 Juta
Senin, 30 Desember 2024
Pengunggah: Redaksi
News - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar rapat dengan Komisi VIII DPR RI terkait membahas persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi.
Rapat yang berlangsung di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, ini dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang memaparkan rincian biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) dan komponen Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).
Menurut Nasaruddin, pemerintah telah menyusun formula pembebanan biaya haji tahun depan.
Dari total rata-rata BPIH sebesar Rp 93.389.684, 70 persen atau Rp 65.372.779,49 akan menjadi tanggungan jemaah, sementara sisanya dibiayai melalui dana nilai manfaat yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
“Pemerintah mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas dalam menentukan komponen BPIH, agar penyelenggaraan ibadah haji tetap berkualitas dengan biaya yang wajar,” kata Nasaruddin dalam rapat, Senin (30/12/2024).
Penyusunan anggaran ini didasarkan pada asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp 16.000 dan kurs Riyal Saudi (SAR) sebesar Rp 4.266,67 per rupiah. “Kurs ini menjadi acuan dalam menghitung biaya logistik dan akomodasi jemaah selama di Arab Saudi,” imbuhnya.
Sebagai perbandingan, Bipih tahun 2024 yang dibebankan kepada jemaah adalah Rp 56 juta, meningkat dari Rp 49,8 juta pada 2023.
Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan komponen BPIH, yang pada 2024 mencapai Rp 93.410.286 per jemaah.
Rincian Biaya Haji 2025:
Total rata-rata BPIH: Rp 93.389.684
Tanggungan jemaah (70%): Rp 65.372.779,49
Dana nilai manfaat (30%): Rp 28.016.905,5
Kenaikan ini menjadi sorotan punlim diskusi terkait kemampuan jemaah membayar Bipih yang terus meningkat.
Namun, Nasaruddin memastikan bahwa Kemenag telah melakukan kajian mendalam untuk menjaga keseimbangan antara kualitas layanan dan beban biaya yang harus ditanggung jemaah.
Sebagai informasi, biaya haji reguler tahun 2024 ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2024, yang membagi pembebanan BPIH dengan skema 60 persen untuk jemaah dan 40 persen dari dana nilai manfaat.
Dengan skema baru 70 persen di tahun 2025, pemerintah berharap efisiensi anggaran dan transparansi pengelolaan dana haji dapat semakin meningkat demi keberlanjutan layanan kepada jemaah Indonesia.
(Far/Tir)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Community - Minimarket Indomaret Warujayeng, Nganjuk, mendadak jadi pusat perhatian setelah ribuan anggota komuni...
NewsSelasa, 17 Desember 2024
News - Presiden Amerika Serikat (As), Donald Trump batal diusulkan oleh Pakistan masuk nominasi Nobel Perdamai us...
NewsSenin, 23 Juni 2025
News - Pijar Fondation sukses menggelar acara The Futurist Summit 2023. Salah satu konferensi bertemakan masa dep...
NewsRabu, 13 Desember 2023
News - Tim Program Penguatan Kapasitas Oramawa (PPKO) Resource and Environmental Economics Student Association (R...
NewsKamis, 21 September 2023
News - Starbucks baru-baru ini mengeluarkan pernyataan resmi terkait konflik yang sedang berlangsung antara Israe...
NewsRabu, 22 Mei 2024
News - Aksi pembakaran oleh warga Israel terhadap markas The United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) menua...
NewsJumat, 10 Mei 2024
Langkah tegas diambil Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur dengan menahan seorang direktur perusahaan tambang berini...
NewsRabu, 25 Februari 2026
News - Ketegangan politik terjadi di Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, setelah mendapatkan sejumlah k...
NewsKamis, 28 November 2024
News — Sebuah video yang memperlihatkan Gus Miftah, salah satu pendakwah kondang sekaligus Utusan Khusus Presid...
NewsRabu, 04 Desember 2024
News - Dua pria di Kota Bogor, Jawa Barat, nekat mengaku sebagai anggota polisi dan memeras pekerja bangunan. Mer...
NewsSenin, 28 April 2025