Dicap Lemah Karena Akui Palestina, PM Australia: Berapa Banyak Lagu Anak yang Kau Ledakkan?
Rabu, 20 Agustus 2025
Pengunggah: Ayu Wandira
News - Pemerintah Australia melontarkan sindiran kepasa kepada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, usai menyebut PM Anthony Albanese sebagai “politikus lemah” dan dianggap mengkhianati Israel.
Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, menegaskan bahwa kekuatan seorang pemimpin tidak bisa diukur dari seberapa banyak kehancuran yang ditimbulkan.
“Kekuatan tidak diukur dari berapa banyak orang yang bisa Anda ledakkan atau berapa banyak anak yang bisa Anda biarkan kelaparan,” ujar Burke kepada stasiun televisi nasional ABC, Rabu (20/8/2025).
Sindiran tersebut menandai titik balik dalam hubungan dua negara yang selama puluhan tahun dikenal dekat. Australia sejak lama menempatkan dirinya sebagai sahabat Israel, bahkan menjadi salah satu tempat perlindungan terbesar bagi penyintas Holocaust pada era 1950-an.
Namun, relasi tersebut goyah setelah Canberra pekan lalu mengumumkan rencana mengakui negara Palestina di Majelis Umum PBB September mendatang.
Keputusan itu memicu kemarahan Netanyahu. Lewat media sosial, ia menuduh Albanese “menelantarkan orang Yahudi di Australia” dan menegaskan sejarah akan mengingatnya sebagai pengkhianat Israel.
Ketegangan makin meningkat setelah Canberra membatalkan visa Simcha Rothman, anggota parlemen Israel dari koalisi Netanyahu, dengan alasan tur pidatonya berpotensi memecah belah publik. Sebagai balasan, Tel Aviv mencabut visa perwakilan Australia untuk Otoritas Palestina.
Langkah Australia untuk mengakui Palestina sejalan dengan sikap sejumlah negara Barat, termasuk Prancis, Inggris, dan Kanada. Namun, bagi Israel, keputusan itu dianggap sebagai hantaman diplomatik yang sulit diterima.
Kini, hubungan yang dulu disebut “bersahabat” antara Canberra dan Tel Aviv berada di titik paling rapuh dalam sejarah modern kedua negara.
(Ayu/Far)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Di tengah berbagai tantangan pengelolaan hutan di Indonesia, pemerintah kembali mengambil langkah yang dinilai pe...
NewsSelasa, 09 Juni 2026
News - Ketegangan mencuat di kalangan pelaku usaha Kota Solo. Hal itu terjadi usai sejumlah pelaku usaha mengaku ...
NewsKamis, 15 Mei 2025
Penyiksaan secara brutal menimpa seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Blitar, Diah Ayu Kurniasari di Malay...
NewsJumat, 17 Oktober 2025
News — Suasana pilu menyelimuti Dermaga Ponton Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu (5/7/2025). Keluarga korba...
NewsSabtu, 05 Juli 2025
News - Seorang pelajar berinisial E (18) alami kecelakaan hingga tewas diduga akibat dikejar-kejar segerombolan g...
NewsSenin, 03 Juni 2024
News - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggalu kasus korupsi dana operasional kepala daerah Papua. Yang...
NewsSenin, 16 Juni 2025
News - Per hari ini, Gunung Semeru kembali alami erupsi sebanyak dua kali dengan kolom abu mencapai 600 meter. Di...
NewsRabu, 19 Juni 2024
News - Kabar baik bagi pengguna Bahan Bakabar Minyak (BBM) non-subsidi! per 1 Oktober 2024 kemarin, Pertamina sec...
NewsRabu, 02 Oktober 2024
News - Nama Ahmad Sahroni, politisi sekaligus pengusaha yang akrab dijuluki Crazy Rich Tanjung Priok, belakangan ...
NewsSenin, 01 September 2025
Jakarta - Sebagai komunitas tempat tongkrongan anak muda yang memiliki keberanian dalam menyampaikan kebenaran se...
NewsSenin, 31 Juli 2023