Warga Geram! Sebut DPR Tak Etis, Soal Tunjangan 50 Juta untuk Anggota Dewan
Senin, 25 Agustus 2025
Pengunggah: Faiza Nur Aini
Finance - Kebijakan tunjangan perumahan Rp50 juta per bulan untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menuai kritik dari seluruh lapisan masyarakat.
Bagaimana tidak, banyak yang menilai kebijakan tersebut tidak masuk akal, terutama di tengah kondisi ekonomi yang lagi menurun.
Yaomi (27), warga Sumedang, mengaku heran dengan tunjangan yang diberikan terhadap para dewan.
"Banyak rakyat susah, harga kebutuhan naik, kok tunjangan rumah bisa segede itu? Rasanya jauh banget dari realitas masyarakat," katanya, Kamis (21/8/2025).
Nada serupa disampaikan Dira (25) asal Depok. Ia terang-terangan kesal saat mengetahui nominalnya.
"Jujur enggak banget. Gaji sebulan DPR bisa sama kayak gaji setahun pekerja biasa. Di saat rakyat disuruh hemat, mereka malah hidup mewah," ujarnya.
Candra (28), karyawan swasta dari Tangerang, melihat dana tersebut lebih bermanfaat jika dialihkan ke sektor lain.
"Mending buat guru honorer di daerah 3T, atau dipakai bangun akses jalan, fasilitas pendidikan, sampai layanan kesehatan gratis," katanya.
Kritik juga datang dari Desi (38), warga Citayam, yang menilai DPR terlalu sibuk memanjakan diri ketimbang memikirkan kinerja.
"Kalau mau tunjangan gede, buktikan dulu kerja nyata buat rakyat. Pajak kami dipakai, tapi hasilnya minim," tegasnya.
Muhamad Soleh (41), warga Jakarta Pusat, menilai gaji DPR sudah cukup besar sehingga tidak pantas mendapat tambahan fasilitas.
"Jangan nambah fasilitas terus, rakyat aja masih kesulitan. Ironi banget," ucapnya.
Meski dikritik, pimpinan DPR tetap menganggap tunjangan rumah Rp50 juta wajar. Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut angka itu sudah melalui kajian.
"Itu sudah disesuaikan dengan harga sewa rumah di Jakarta. Tapi, kami tetap mendengar aspirasi publik," ujarnya di Kompleks Parlemen.
Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir menambahkan, tunjangan tersebut muncul karena negara tak lagi menyediakan rumah dinas untuk anggota dewan.
"Kalau sewa rumah di kawasan Senayan, kisarannya memang Rp40 sampai Rp50 juta per bulan. Jadi menurut saya masuk akal," katanya.
Di sisi lain, publik masih mempertanyakan, di tengah rakyat yang kian sulit, apakah pantas wakil rakyat menikmati tunjangan yang lebih mirip kemewahan ketimbang kebutuhan kerja?
(Fai/Far)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Finance - CEO dan pendiri Nvidia, Jensen Huang, kembali mencuri perhatian dunia. Hal tersebut terjadi setelah per...
FinanceKamis, 15 Mei 2025
Finance - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menutup kurang lebih 10.890 entitas ilegal, termasuk investasi bodon...
FinanceMinggu, 06 Oktober 2024
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin melemah. Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat tembus angka 17 ri...
FinanceKamis, 13 November 2025
Finance - Sobat youtz, apa yang akan kamu lakukan kalau punya harta kekayaan sebanyak 20 Triliun? Check out keran...
FinanceMinggu, 22 September 2024
Finance - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menerima hasil perhitungan kerugian negara dalam kasus investa...
FinanceSenin, 28 April 2025
Finance - Tupperware, salah satu brand penyimpanan makanan plastik yang populer sejak 1940-an, kini menghadapi an...
FinanceKamis, 19 September 2024
Finance — Siapa sangka, alas kaki paling sederhana di dunia, sandal jepit, kini menjelma menjadi simbol gaya hi...
FinanceMinggu, 22 Juni 2025
Finance - Pemerintah memberikan kabar baik bagi para petani dengan keputusan menaikkan harga acuan dua komoditas ...
FinanceSenin, 30 Desember 2024
Finance - Kementerian Energi dan sumber Daya Mineral (ESDM)melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, ...
FinanceKamis, 02 Mei 2024
Finance - Baru-baru ini Pemerintah China membuat kebijakan terkait larangan ASN dan Pegawai BUMN dilarang memakai...
FinanceSabtu, 09 September 2023