15 Ribu Pekerja Bakal Demo, Minta Prabowo Selamatkan Sritex
Selasa, 24 Desember 2024
Pengunggah: Redaksi
Finance - Ribuan buruh PT Sri Isman Rejeki Tbk (Sritex) berencana menggelar aksi damai di Jakarta, menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak upaya kasasi perusahaan.
Putusan ini menetapkan status pailit Sritex, memicu reaksi di kalangan pekerja dan masyarakat sekitar.
Aksi damai nantinya melibatkan sekitar 15.000 pekerja dan akan berlangsung di depan Kantor Mahkamah Agung dan Kantor Presiden Prabowo Subianto.
Koordinator Serikat Pekerja Sritex Group, Slamet Kaswanto, berharap langkah ini akan menggugah perhatian pemerintah untuk segera mengambil tindakan.
“Kami bermaksud menggugah hati para pemimpin, khususnya Presiden Prabowo Subianto, agar mendengarkan jerit tangis kami. Kami ingin menyelamatkan masa depan kami dan keberlangsungan Sritex sebagai aset bangsa,” ujar Slamet dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (24/12/2024).
Slamet menuturkan, para pekerja sangat kecewa dengan putusan MA yang menolak kasasi perusahaan.
Keputusan tersebut dinilai memperburuk ketidakpastian terkait upaya pengajuan going concern untuk menyelamatkan bisnis Sritex.
“Kami terkejut dan kecewa. Pada 18 Desember 2024, MA mematahkan seluruh harapan kami dengan menolak kasasi. Kami hanya ingin bekerja dengan tenang, menerima upah, dan melihat usaha ini tetap berjalan. Bukan soal besar kecilnya pesangon, tapi keberlanjutan hidup,” tambahnya.
Selain imbasnya langsung pada 15.000 pekerja, Slamet menyoroti potensi gejolak sosial yang lebih luas.
Menurutnya, penutupan Sritex dapat memengaruhi lebih dari 50.000 orang, termasuk UMKM, komunitas lokal, lembaga pendidikan, dan masyarakat sekitar yang bergantung pada keberadaan pabrik ini.
Serikat buruh juga mendesak pemerintah memberikan perhatian serius untuk mencegah dampak buruk lanjutan, termasuk dengan mendukung manajemen dalam pengajuan Peninjauan Kembali (PK) ke MA.
“Kami percaya bahwa manajemen masih mampu mengoperasikan pabrik ini. Sritex bukan hanya perusahaan, tapi juga aset bangsa dengan penguasaan teknologi dan keterampilan yang diakui dunia. Kami butuh uluran tangan pemerintah untuk membebaskan Sritex dari status pailit,” tegas Slamet.
Aksi damai ini, kata Slamet, dilakukan dengan semangat menjaga kelangsungan hidup pekerja dan keberlanjutan perusahaan.
Slamet juga berharap pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan Sritex, yang selama ini dikenal sebagai pemain utama industri tekstil nasional dan international.
(Far/Tir)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Pernyataan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, kembali memantik diskusi publik mengenai kesenjangan p...
FinanceJumat, 27 Maret 2026
Upaya membersihkan institusi pajak dari praktik penyimpangan kini memasuki babak baru. Menteri Keuangan Purbaya Y...
FinanceSenin, 26 Januari 2026
Finance — Suasana haru menyelimuti prosesi serah terima jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) di kantor Kementerian...
FinanceRabu, 10 September 2025
Finance - Sobat Youtz, bukan Taylor Swift namanya kalo nggak menciptakan gebrakan baru. Siapa sih yang nggak kena...
FinanceKamis, 10 Oktober 2024
Finance - Mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan mendapatkan uang pensiunan yang cuku...
FinanceJumat, 08 November 2024
Finance - Pemerintah memperbarui aturan terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) dari Sumber Daya Alam (SDA).Langkah ini...
FinanceRabu, 22 Januari 2025
Finance - Bank Indonesia (BI) baru saja merilis data terbaru soal utang luar negeri (ULN) Indonesia. Per April 20...
FinanceSenin, 16 Juni 2025
Finance - Pertumbuhan ekonomi Indonesia seiring ditutupnya Kuartal I-2024 mengalami peningkatan yang cukup signif...
FinanceSenin, 06 Mei 2024
Jakarta - Pertanggal 1 Juli 2023 bersiap-siaplah gaji karyawan bakalan berkurang. Namun ada beberapa kategori kar...
FinanceKamis, 06 Juli 2023
Finance - Perusahaan teknologi besar, Google sempat diketahui sedang mengembangkan aplikasi chatbot selul...
FinanceSabtu, 15 Juli 2023