Sungai Cisadane Tercemar Usai Kebakaran Gudang Pestisida, Pasokan Air Bersih Tangerang Raya Terganggu

Rabu, 11 Februari 2026

935

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber: Pintu air sungai Cisadane

Kebakaran gudang pestisida di kawasan pergudangan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tak hanya menyisakan puing dan asap. Dampaknya merembet jauh ke hulu persoalan yang lebih krusial: pencemaran Sungai Cisadane, sumber air baku utama bagi ratusan ribu pelanggan PDAM di Tangerang Raya.

Awalnya, limbah pestisida dari gudang yang terbakar diketahui mencemari Kali Jalantreng. Namun, aliran ceceran bahan kimia berbahaya tersebut ternyata terus mengalir hingga ke Sungai Cisadane. Akibatnya, kualitas air menurun drastis, ditandai bau menyengat, permukaan air berminyak, hingga kematian ikan secara mendadak.

Direktur Umum Perumda Tirta Benteng, Dody Efendi, menyatakan kondisi tersebut memaksa pihaknya menghentikan sementara seluruh operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA). Langkah ini diambil demi mencegah air tercemar terdistribusi ke rumah warga.

“Kejadian kebakaran gudang bahan kimia di Serpong membuat air baku Sungai Cisadane tercemar limbah kimia berbahaya dengan indikasi bau menyengat, air sungai berminyak dan ikan mati mendadak. Maka seluruh IPA Perumda TB kami stop operasi,” ujar Dody dalam keterangan tertulis, Selasa (10/2/2026).

Penghentian operasional IPA otomatis berdampak pada suplai air bersih ke wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang. Untuk mempercepat pemulihan, PDAM Tirta Benteng berkoordinasi dengan pengelola Pintu Air Sepuluh guna membuka pintu air nomor 9 dan 10 agar limbah dapat terdorong menuju laut. Di saat yang sama, kualitas air terus dipantau secara fisika dan kimia setiap 30 menit.

Hasil pemantauan menunjukkan kondisi air baku mulai membaik pada Selasa dini hari. Sekitar pukul 05.00 WIB, IPA kembali dioperasikan secara bertahap. Hingga pukul 07.15 WIB, distribusi air ke pelanggan di Kota Tangerang telah pulih sekitar 95 persen dan terus dinormalisasi.

Meski demikian, warga tetap diimbau untuk bersikap waspada. PDAM meminta masyarakat tidak menggunakan air PDAM terlebih dahulu untuk konsumsi, memasak, atau kebutuhan sensitif lainnya hingga dinyatakan benar-benar aman.

Peristiwa ini kembali menyoroti rapuhnya perlindungan sumber air baku di kawasan padat industri dan pergudangan. Kebakaran satu gudang saja mampu melumpuhkan layanan air bersih lintas daerah. Di tengah ketergantungan jutaan warga pada Sungai Cisadane, insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap penyimpanan bahan kimia berbahaya serta kesiapsiagaan penanganan darurat lingkungan, agar risiko serupa tak kembali terulang.

Penulis : Radhwa Larasati Tetuko

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait