Israel Diduga Campurkan Narkoba ke Tepung Bantuan Warga Palestina di Gaza
Senin, 30 Juni 2025
Pengunggah: Peni Pinandhita
News – Otoritas Palestina di Gaza menduga Israel mencampurkan narkoba ke dalam bantuan makanan untuk warga Palestina.
Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis Jumat (27/6/2025), pihak Gaza menyebut ditemukan pil opioid Oxycodone di dalam kantong tepung bantuan yang disalurkan melalui skema distribusi yang didukung oleh Israel dan Amerika Serikat (AS).
“Warga kami menemukan pil-pil narkotika dalam kantong tepung dari titik distribusi. Ini bukan sekadar kelalaian, ini serangan terhadap kesehatan masyarakat,” tegas kantor media pemerintah Gaza, dikutip dari Anadolu Agency.
Lebih dari itu, pihak Gaza menilai tindakan tersebut sebagai bentuk agresi tersembunyi yang menggunakan “senjata lunak” untuk menghancurkan struktur sosial Palestina dari dalam.
Narasi tersebut diperkuat oleh Omar Hamad, seorang apoteker dan penulis asal Gaza, yang menyatakan bahwa Oxycodone tidak hanya diselundupkan, tapi kemungkinan besar telah dicampur langsung ke dalam tepung itu sendiri.
“Ini bukan cuma soal obat di dalam kantong, tapi bahan makanan pokok yang sudah tercemar,” ujar Hamad lewat unggahannya di platform X, Kamis (26/6/2025).
Menanggapi hal tersebut, Komite Anti-Narkoba di Gaza meminta warga untuk mewaspadai bahan makanan dari pusat bantuan AS-Israel dan segera melaporkan jika menemukan zat asing di dalamnya.
Skema distribusi yang dimaksud dijalankan oleh Gaza Humanitarian Foundation (GHF), yayasan yang disebut-sebut mendapat dukungan penuh dari AS dan Israel.
Tidak seperti jalur bantuan kemanusiaan biasanya yang melibatkan PBB atau LSM internasional, GHF disebut beroperasi secara militeristik dan tertutup.
Kantor hak asasi manusia PBB, OHCHR, bahkan melaporkan bahwa hingga 24 Juni 2025, sedikitnya 410 warga Palestina terbunuh saat mencoba mengambil bantuan dari sistem distribusi yang dijaga pasukan bersenjata itu.
“Mekanisme distribusi bantuan yang dimiliterisasi ini melanggar standar internasional,” kritik Thameen Al-Keetan, juru bicara OHCHR, dalam laporan resmi PBB.
Laporan terbaru dari OCHA, badan koordinasi bantuan PBB, juga mengungkap bahwa puluhan orang terbunuh dan terluka setiap hari di Gaza. Bantuan yang seharusnya menyelamatkan justru berubah jadi sumber ketakutan.
“Operasi kemanusiaan yang layak tidak pernah benar-benar difasilitasi. Warga Gaza selamat dari serangan, tapi tidak dari kelaparan,” tulis OCHA.
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Tokyo - Gempa berkekuatan 6,3 Magnitudo mengguncang seluruh wilayah Jepang bagian barat daya hingga membuat 8 ora...
NewsKamis, 18 April 2024
Praktik dugaan penjualan Jakcard layanan transportasi gratis milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di media sosia...
NewsSenin, 25 Mei 2026
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirancang untuk memperkuat kualitas gizi anak Indonesia kini menghadapi s...
NewsKamis, 26 Februari 2026
Baru-baru ini, PT MRT Jakarta (Perseroda) berencana untuk membangun jembatan "cincin donat" di daerah Dukuh Atas,...
NewsJumat, 17 Oktober 2025
News - Tegangnya hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan kembali terasa setelah aksi peledakan yang dilakuk...
NewsSelasa, 22 Oktober 2024
News - Setelah beberapa hari setelah pelantikan Kabinet Merah Putih, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyatak...
NewsKamis, 31 Oktober 2024
Penyiksaan secara brutal menimpa seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Blitar, Diah Ayu Kurniasari di Malay...
NewsJumat, 17 Oktober 2025
News - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden resmi mundur dari pencalonan Presiden AS di bulan November menda...
NewsSenin, 22 Juli 2024
News – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin kembali jadi sorotan setelah beberapa pernyataannya diang...
NewsSelasa, 27 Mei 2025
News - Festival Jalur Langit menghadirkan acara bertajuk "SELF LOVE WITH SELF PEACE" yang menyasar generasi muda ...
NewsKamis, 14 November 2024