Dugaan Pelecehan oleh Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Desakan Penegakan Etika dan Sanksi Menguat
Selasa, 14 April 2026
Pengunggah: Redaksi
Kasus dugaan kekerasan seksual kembali mengguncang ruang akademik. Kali ini, sorotan tertuju pada lingkungan Fakultas Hukum Universitas Indonesia setelah muncul dugaan pelecehan yang melibatkan 16 mahasiswa sebagai pelaku. Informasi awal mencuat bukan dari laporan formal, melainkan dari permintaan maaf para terduga pelaku di grup internal angkatan—sebuah ironi yang justru membuka tabir praktik komunikasi bermasalah di ruang privat mahasiswa.
Ketua BEM FH UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengonfirmasi bahwa dugaan pelecehan tersebut berbentuk verbal dan digital, berupa percakapan bernada seksual yang membahas mahasiswi lain. Meski belum ditemukan indikasi penyebaran konten visual, ia menegaskan bahwa potensi temuan lain masih terbuka seiring proses pemeriksaan berjalan.
Yang menjadi perhatian bukan hanya substansi kasus, tetapi juga pola perilaku yang mengindikasikan normalisasi objektifikasi perempuan dalam ruang diskusi mahasiswa. Percakapan yang awalnya dianggap “internal” ternyata berujung pada konsumsi publik setelah tersebar di media sosial, menandakan rapuhnya batas etika dalam komunikasi digital generasi kampus.
Dalam situasi ini, BEM FH UI memilih berhati-hati dalam mengungkap kronologi demi melindungi korban. Namun, sikap tegas tetap disuarakan. Dimas menekankan pentingnya sanksi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memberi efek jera serta memulihkan rasa aman di lingkungan kampus. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa kasus ini tidak sekadar pelanggaran individu, melainkan persoalan struktural terkait budaya kampus.
Pihak Universitas Indonesia melalui Direktur Humas, Erwin Agustian Panigoro, menyatakan bahwa kampus telah merespons kasus ini secara serius. Proses penelusuran dan verifikasi tengah dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan Satgas PPKS UI. Kampus juga menjamin perlindungan, kerahasiaan, dan pendampingan bagi pihak terdampak—sebuah langkah penting dalam memastikan korban tidak kembali menjadi korban oleh sistem.
Namun, publik kini menunggu lebih dari sekadar proses. Ada ekspektasi besar agar institusi pendidikan, khususnya yang berbasis hukum, mampu menjadi teladan dalam penegakan etika dan keadilan. Ketika dugaan pelanggaran justru terjadi di lingkungan yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut, maka pertanyaan kritis pun mengemuka: sejauh mana pendidikan hukum berhasil membentuk integritas, bukan hanya kecakapan akademik?
Kasus ini menjadi pengingat bahwa ruang aman di kampus bukanlah sesuatu yang otomatis tercipta, melainkan harus dijaga secara kolektif—melalui regulasi yang tegas, budaya yang sehat, dan keberanian untuk berpihak pada korban. Tanpa itu, institusi pendidikan berisiko kehilangan legitimasi moralnya di mata publik.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News - Per hari ini, Gunung Semeru kembali alami erupsi sebanyak dua kali dengan kolom abu mencapai 600 meter. Di...
NewsRabu, 19 Juni 2024
News - Pelaku penembakan terhadap mantan Presiden dan sekaligus calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump, akhi...
NewsMinggu, 14 Juli 2024
News - Insiden penembakan yang terjadi di tambang emas Ratatotok, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, berujung pad...
NewsRabu, 12 Maret 2025
News – Ribuan pengemudi ojek online (ojol) mengiringi kepergian Affan Kurniawan, rekan mereka yang tewas setela...
NewsJumat, 29 Agustus 2025
Majelis hakim Pengadilan Negeri Depok menjatuhkan vonis terhadap anggota DPRD Kota Depok, Rudy Kurniawan terdakwa...
NewsSenin, 20 Oktober 2025
News - Serangan udara tak henti-hentinya diluncurkan oleh Israel dan berlanjut hingga hari ini. Pihak Israel meng...
NewsJumat, 18 Oktober 2024
Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang sisw...
NewsRabu, 04 Februari 2026
Jakarta - Sebagai komunitas tempat tongkrongan anak muda yang memiliki keberanian dalam menyampaikan kebenaran se...
NewsSenin, 31 Juli 2023
News - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan a...
NewsSabtu, 21 September 2024
News - George Sugama Halim, anak bos toko roti yang viral karena penganiayaan yang dilakukan terhadap karyawati d...
NewsSenin, 16 Desember 2024