Kualitas Udara Jawa Barat Memburuk, Warga Diminta Waspada
Minggu, 01 Juni 2025
Pengunggah: Wilna Liana Az Zahra
News — Tingkat polusi udara di sejumlah kota di Jawa Barat kian mengkhawatirkan. Data terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar kota di provinsi ini mengalami kondisi udara yang masuk kategori tidak sehat hingga berisiko bagi kelompok sensitif.
Berdasarkan Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI), berikut ini adalah sebaran nilai AQI dari beberapa kota di Jawa Barat:
Bogor: 177 (Tidak Sehat)
Karawang: 164 (Tidak Sehat)
Depok: 163 (Tidak Sehat)
Bekasi: 169 (Tidak Sehat)
Cianjur: 146 (Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif)
Ciamis: 125 (Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif)
Cirebon: 125 (Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif)
Cikarang: 127 (Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif)
Sukabumi: 117 (Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif)
Bandung: 108 (Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif)
Purwakarta: 107 (Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif)
Tasikmalaya: 101 (Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif)
Garut: 100 (Sedang)
AQI digunakan untuk mengukur konsentrasi partikel polutan di udara, dan dibagi ke dalam beberapa kategori dampak:
0–50 (Baik): Tidak berdampak buruk pada kesehatan.
51–100 (Sedang): Hanya berdampak minimal.
101–150 (Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif): Berisiko untuk lansia, anak-anak, dan penderita penyakit pernapasan.
151–200 (Tidak Sehat): Dapat berdampak langsung pada masyarakat umum.
201–300 (Sangat Tidak Sehat): Efek serius pada kesehatan.
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Bagi warga yang tinggal di daerah dengan kualitas udara yang buruk, berikut beberapa langkah penting yang disarankan:
Kurangi aktivitas di luar ruangan, terutama di siang hari.
Gunakan masker, terutama masker N95, saat berada di luar rumah.
Tutup jendela rumah dan gunakan air purifier bila tersedia.
Hindari olahraga berat di ruang terbuka.
Perbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi untuk menjaga imun.
Meningkatnya polusi udara harus menjadi alarm bagi kita semua. Selain menjaga diri sendiri, tekanan publik pada pengambil kebijakan untuk menekan sumber polusi juga sangat diperlukan.
(wil/Far)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News – Seorang warga Desa Sondo, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Maman (35), melapo...
NewsSabtu, 08 Maret 2025
Upaya menekan persoalan sampah tak selalu harus dimulai dari kebijakan besar berskala kota atau nasional. Di ting...
NewsKamis, 16 April 2026
News - Rumah dan tanah merupakan aset berharga yang dapat diwariskan kepada ahli waris. Berdasarkan Pasal 505 Kit...
NewsSenin, 17 Maret 2025
News – Polsek Bojongsari berhasil mengungkap praktik peredaran obat terlarang berkedok warung kopi di kawasan S...
NewsSelasa, 16 September 2025
News – Rencana pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, resmi ditu...
NewsSelasa, 22 April 2025
News - Warga Desa Rantau Pulut meminta Pemerintah Kabupaten Seruyan untuk tanggap terkait permasalahan Plasma Saw...
NewsRabu, 11 September 2024
News - Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) baru-baru ini mengadakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)...
NewsSelasa, 30 Juli 2024
News - Ketua sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango, mengungkapkan fakta mengejutkan terk...
NewsSenin, 09 Desember 2024
Pembangunan gedung Program Makan Bergizi (MBG) untuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) di Kabupaten Beng...
NewsSabtu, 09 Mei 2026
Di sebuah lanskap yang kian terpecah oleh ekspansi industri, kisah seekor induk orangutan bernama Jane dan dua ba...
NewsSabtu, 28 Maret 2026