15 Ton Sampah Terangkat dari Sungai Cibanten, Tata Kelola Limbah Perkotaan Jadi Sorotan

Minggu, 14 Juni 2026

110

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber gambar: Lulu Jamaludin, Ketua Komunitas Peduli Sungai Banten

Tumpukan sampah yang menutupi sebagian aliran Sungai Cibanten di Kelurahan Unyur, Kota Serang, akhirnya berhasil diangkat. Selama dua hari, pemerintah bersama relawan dan kelompok masyarakat mengevakuasi sekitar 15 ton sampah yang menyumbat aliran sungai dan berpotensi memicu banjir saat musim hujan.
Namun, di balik keberhasilan pembersihan tersebut, muncul pertanyaan yang lebih besar: mengapa puluhan ton sampah rumah tangga bisa menumpuk di sungai hingga lebih dari sepekan tanpa penanganan yang memadai?

Pemandangan hamparan sampah yang didominasi plastik, styrofoam, serta limbah rumah tangga lainnya menjadi potret persoalan pengelolaan sampah perkotaan yang belum sepenuhnya terselesaikan. Sampah-sampah itu tersangkut pada pohon tumbang yang melintang di sungai, lalu terus bertambah seiring aliran air membawa limbah dari kawasan permukiman di sekitarnya.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Banten, Lulu Jamaludin, mengatakan proses pengangkutan tidak mudah dilakukan karena lokasi penumpukan sampah berada di titik yang sulit dijangkau kendaraan berat. Petugas dan relawan harus mengurai tumpukan sampah terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke area yang memungkinkan untuk diangkut menggunakan dump truck.

"Sampah harus dipindahkan sedikit demi sedikit karena kendaraan berat tidak bisa masuk ke lokasi penumpukan," ujar Lulu.

Sebanyak lima rit dump truck dikerahkan untuk mengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong. Setiap kendaraan membawa sekitar tiga ton sampah yang sebagian besar merupakan limbah rumah tangga bercampur ranting pohon dan bambu yang terbawa arus.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pengangkatan sampah, tetapi juga menjadi momentum edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai.

Menurut Arlan, kebiasaan membuang sampah sembarangan masih menjadi faktor utama penyebab penumpukan sampah di sejumlah aliran sungai. Kondisi tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mempersempit kapasitas sungai dalam menampung debit air saat hujan deras.

Meski demikian, persoalan sampah di Sungai Cibanten tidak bisa semata-mata dibebankan kepada perilaku masyarakat. Peristiwa ini juga menyoroti pentingnya tata kelola sampah perkotaan yang lebih efektif, mulai dari penyediaan fasilitas pengelolaan sampah di tingkat lingkungan, penguatan sistem pengangkutan, hingga pengawasan terhadap titik-titik rawan pembuangan liar.

Tanpa perbaikan sistem yang berkelanjutan, pembersihan sungai berisiko hanya menjadi solusi sementara yang harus terus diulang setiap kali sampah kembali menumpuk. Sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan dan ruang ekologis bagi kota justru berubah menjadi tempat penampungan limbah akibat lemahnya kesadaran kolektif dan belum optimalnya pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.

Pembersihan 15 ton sampah di Sungai Cibanten menjadi pengingat bahwa persoalan sampah bukan sekadar masalah kebersihan lingkungan, melainkan cerminan tata kelola perkotaan. Keberhasilan mengangkat sampah dari sungai patut diapresiasi, tetapi upaya mencegah sampah kembali memenuhi aliran air jauh lebih penting untuk diwujudkan.

Penulis : Radhwa Larasati Tetuko

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait

gambar-berita-lainnya
Selamat Tinggal MTV Channel

Generasi milenial pasti nggak asing lagi sama channel TV yang satu ini, yaitu MTV. MTV atau Music TV pernah menj...

News

Selasa, 14 Oktober 2025