101.105 Hektare Hutan Lindung Diamankan Lewat Kolaborasi TNI dan Satgas PKH
Rabu, 11 Februari 2026
Pengunggah: Redaksi
Upaya menjaga kedaulatan negara atas kawasan hutan kembali ditegaskan melalui kolaborasi TNI dan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) Halilintar. Sebanyak 101.105 hektar kawasan Taman Nasional (TN) Kerinci Seblat, Sumatra Barat, berhasil diamankan dari aktivitas ilegal.
Pengamanan tersebut dilakukan pada Jumat, 6 Februari 2026, sebagaimana disampaikan melalui unggahan resmi akun Instagram @satgaspkhofficial. Dalam keterangannya, Satgas PKH Halilintar menyebut langkah ini sebagai bagian dari percepatan pemulihan dan penguasaan kembali kawasan hutan negara.
“Pada Jumat, 6 Februari 2026, Satuan Tugas Halilintar berhasil melindungi dan menguasai kembali kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat seluas 101.105 hektare,” tulis Satgas PKH, dikutip Sabtu (7/2).
Tak hanya berfokus di TN Kerinci Seblat, Satgas PKH juga melakukan penertiban di kawasan hutan lindung Solok Selatan. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sejumlah alat bukti berupa generator dan peralatan tambang yang diduga digunakan untuk aktivitas ilegal di kawasan hutan.
Satgas menegaskan, langkah pengamanan tidak berhenti pada penguasaan wilayah semata. Bersama tim Gakkum dan SSK PAM, pengamanan akan diperketat melalui patroli berkelanjutan serta penyelidikan mendalam guna memastikan aset negara terlindungi.
“Kekayaan alam Indonesia harus dikelola untuk kesejahteraan bersama. Mari jaga hutan untuk kesejahteraan bangsa,” lanjut pernyataan resmi Satgas PKH.
Sementara itu, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI yang juga menjabat Wakil Ketua I Satgas PKH, Richard Tampubolon, menegaskan bahwa seluruh proses penertiban kawasan hutan dilakukan secara profesional dan bertahap. Menurutnya, Satgas bekerja berdasarkan sistem verifikasi, validasi dokumen, serta pengecekan lapangan yang ketat.
Langkah tersebut, kata Richard, bertujuan menjaga kedaulatan negara atas sumber daya alam dan memastikan tidak ada pihak yang mengelola kawasan hutan secara sewenang-wenang.
“Hutan, tanah, air, dan bumi Indonesia adalah milik rakyat dan wajib diamankan dengan sepenuh jiwa raga,” ujarnya.
Ia menambahkan, penertiban kawasan hutan tidak dilakukan secara serampangan, melainkan melalui tahapan yang jelas, mulai dari klarifikasi, identifikasi, hingga komunikasi lintas lembaga, sebagai bagian dari penegakan hukum yang adil dan berkelanjutan.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News - Insiden penembakan yang terjadi di tambang emas Ratatotok, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, berujung pad...
NewsRabu, 12 Maret 2025
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya mengamankan delapan orang dalam penggerebekan di sebu...
NewsJumat, 02 Oktober 2026
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang kini menghadapi situasi yang semakin mengkhawatirkan. Gunung...
NewsSenin, 06 Juli 2026
News - Sobat Youtz, kemarin tepatnya pada hari Senin, 14 Oktober 2024, calon Presiden terpilih, Prabowo Subianto ...
NewsJumat, 18 Oktober 2024
Jakarta - Transjakarta dalam waktu dekat akan menggunakan bus listrik hasil buatan dalam negeri. Sebanyak 80 unit...
NewsSelasa, 14 Oktober 2025
News - Sobat youtz sudah tahu belum dua dari calon presiden Indonesia kita kali ini adalah dulunya seorang gubern...
NewsKamis, 08 Februari 2024
News — Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, saat ini sedang menjalani pem...
NewsKamis, 19 Desember 2024
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti sejumlah persoalan mendasar dalam pelaksanaan program Makan Bergizi ...
NewsSelasa, 21 April 2026
Penyiksaan secara brutal menimpa seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Blitar, Diah Ayu Kurniasari di Malay...
NewsJumat, 17 Oktober 2025
News – Kondisi terkini yang mengakibatkan rumah hancur di Jalan Talas II, Kelurahan Pondok Cabe Hilir, Kecamata...
NewsJumat, 12 September 2025