Makan dari Bumi Sendiri: Saatnya Kembali ke Pangan Lokal
Kamis, 16 Oktober 2025
Pengunggah: Redaksi
Setiap tahun, tanggal 16 Oktober diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia. Satu sendok makanan yang kita nikmati sejatinya memiliki cerita panjang di belakangnya - tentang seorang petani yang menanam, nelayan yang melaut, hingga tangan-tangan lokal yang berjuang menjaga ‘dapur’ Indonesia tetap hangat. Namun, di balik itu semua, muncul satu pertanyaan sederhana: masihkah kita makan dari bumi sendiri?
Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan tanah yang subur dan laut yang sangat luas. Ironisnya, di balik melimpahnya sumber daya alam, terdapat fakta yang cukup mencengangkan - sebagian besar bahan pangan di pasar justru berasal dari luar negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut Indonesia mengimpor hingga 13.629 ton komoditas seperti kedelai, bawang putih, hingga garam. Jumlah impor tersebut lebih tinggi dibandingkan pada periode tahun lalu sebanyak 9.693 ton. Kenaikannya 155%.
Di berbagai pelosok negeri, petani dan nelayan kita selalu berjuang untuk bisa menghasilkan pangan lokal yang berlimpah dan berkualitas. Dari singkong di Jawa Tengah, sagu di Papua, hingga jagung di Nusa Tenggara - semua memiliki potensi yang besar untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.
Tetapi, tren konsumsi masyarakat masih cenderung berpihak pada produk impor yang dianggap lebih praktis dan bergengsi. Contohnya sumber karbohidrat seperti singkong, jagung, dan sagu menjadi makanan utama di banyak daerah. Namun, perlahan tersisih dengan hadirnya beras premium impor dan gandum yang sama sekali tidak tumbuh di tanah kita. Saat ini, roti, pasta, dan mie instan terasa lebih akrab di meja makan ketimbang tiwul atau getuk.
Pangan lokal bukan hanya tentang makanan, namun juga sebagai identitas dan kemandirian bangsa. Mengonsumsi pangan lokal tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, namun juga dapat memberi dampak nyata terhadap ekonomi dari masyarakat kecil sekaligus menjaga lingkungan dari tekanan produksi massal.
Dukungan yang diberikan terhadap pangan lokal sama artinya dengan mendukung keberlanjutan. Bentuk dukungan yang bisa dilakukan oleh kita salah satunya dengan gerakan mencintai pangan lokal yang kini juga bergema di media sosial. Mulai dari kampanye #MakanLokal hingga tantangan 30 Hari Tanpa Impor, generasi muda mencoba kembali ke dapur tradisional melalui langkah yang lebih modern dan kreatif.
Belanja bahan pangan di pasar tradisional, mencoba produk UMKM pangan lokal, atau sekadar mengganti nasi dengan sumber karbohidrat lokal seperti singkong atau jagung merupakan langkah kecil dan sederhana yang sebenarnya memiliki makna besar. Karena hal itu, sama saja kita ikut menggerakkan ekonomi desa, mengurangi ketergantungan impor dan menjaga lingkungan dari jejak karbon transportasi panjang.
Hari Pangan Sedunia pada tahun ini mengingatkan kita bahwa perubahan bisa dimulai dari dapur sendiri. Kemandirian soal pangan bukan hanya soal produksi besar-besaran, namun juga soal pilihan di meja makan. Satu keputusan kecil yang menggambarkan cinta pada negeri bisa dimulai dari hal sederhana - memilih makanan dari hasil bumi sendiri, sehingga dapat berdampak besar bagi lingkungan, ekonomi, dan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.
Penulis: Radhwa Larasati Tetuko
Editor: Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Food - Sobat Youtz, apakah kalian pernah bertanya-tanya? apabila ada yang menyebutkan jenis susu dengan sebutan S...
FoodSabtu, 14 Oktober 2023
Food - Di era modern ini, tren kuliner terus berkembang, menghadirkan berbagai hidangan inovatif dan menarik. S...
FoodRabu, 17 Juli 2024
Langkah tegas diambil Badan Gizi Nasional (BGN) dengan menghentikan sementara operasional dua Satuan Pelayanan Pe...
FoodRabu, 18 Maret 2026
Food - Sobat Youtz, para pencinta kopi, rasa dan aroma barangkali menjadi harga mati. Tapi bagaimana kalau harga ...
FoodSelasa, 08 Juli 2025
Dalam rangka melestarikan warisan budaya, Indonesia berencana untuk mendaftarkan “tempe” sebagai warisan buda...
FoodSabtu, 01 November 2025
Food – Kafe di jantung Moskow kini punya menu yang bikin pecinta mainan sekaligus pencinta manis nggak bisa dud...
FoodSenin, 30 Juni 2025
Food — Indonesia tidak hanya kaya akan budaya dan tradisi, tetapi juga kulinernya yang kerap menghadirkan kejut...
FoodKamis, 11 September 2025
Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menghentikan sementara operasiona...
FoodSabtu, 31 Januari 2026
Food – Otoritas Taiwan menemukan satu batch mi instan merek Indomie varian Soto Banjar Limau Kulit asal Indones...
FoodJumat, 12 September 2025
Food - Sobat youtz, siapa yang suka jajan nih, terutama jajan makanan pinggir jalan gitu. kalo anak zaman sekaran...
FoodRabu, 01 Mei 2024