Tempe Akan Diajukan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO

Sabtu, 01 November 2025

1240

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber: www.inspiredpencil.com

Dalam rangka melestarikan warisan budaya, Indonesia berencana untuk mendaftarkan “tempe” sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO. Melalui Kementerian Kebudayaan, pemerintah resmi mengajukan Budaya Tempe untuk masuk dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO pada tahun 2025 ini. Selain tempe, dua elemen budaya lain yang turut diajukan ke UNESCO adalah Teater Mak Yong dari Malaysia dan Jaranan: Seni Pertunjukan dan Ritual dari Suriname.

FYI sobat youtz, proses pengajuan unsur budaya ke UNESCO bukanlah hal yang sederhana. Setiap elemen harus melalui tahapan panjang, mulai dari dukungan komunitas budaya, penyusunan dokumen nominasi oleh para pelaku budaya, akademisi, hingga pemerintah daerah. Semua proses itu difasilitasi langsung oleh Kementerian Kebudayaan. Dalam proses ini, dilakukan berbagai kajian literatur, survei lapangan, wawancara, serta dokumentasi mendalam.

Dokumen nominasi Budaya Tempe telah disusun sesuai standar yang ditetapkan UNESCO. Setelah itu, dokumen akan melalui tahap evaluasi oleh badan penilai UNESCO sebelum mendapatkan keputusan final. 

Mengapa Indonesia memilih tempe sebagai objek warisan budaya tak benda yang diajukan ke UNESCO? Menurut Menteri Kebudayaan Fadli Zon, tempe bukan hanya makanan sehari-hari masyarakat Indonesia, melainkan juga simbol pengetahuan dan kearifan lokal dalam teknologi pangan tradisional. 

Menariknya, kata “tempe” telah disebut dalam Serat Centhini, naskah sastra Jawa abad ke-19 yang menggambarkan kehidupan masyarakat Jawa abad ke-16. Hal ini menunjukkan bahwa tempe telah menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas budaya Nusantara sejak ratusan tahun silam.

Selain itu, tempe juga menjadi contoh warisan kuliner berkelanjutan, karena proses pembuatannya mengandalkan fermentasi alami dari kedelai dan ragi, tanpa bahan kimia tambahan. Pengetahuan tentang pembuatan tempe diwariskan turun-temurun, menjadikannya bagian penting dari kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia.

Sebelumnya, sudah ada 16 warisan budaya tak benda Indonesia yang sudah ditetapkan UNESCO. Di antaranya keris dan pertunjukan wayang (2008), batik serta pendidikan dan pelatihan batik (2009), angklung (2010), tari Saman (2011), Noken atau tas tradisional Papua (2012), tiga genre tarian tradisional Bali (2015), kapal Pinisi (2017), pencak silat (2019), pantun (2020), gamelan (2021), budaya sehat jamu (2023), Reog Ponorogo, Kebaya, dan Kolintang (2024). 

Penulis : Anna. L

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait