Badan Gizi Nasional Tinjau Operasional Dua Dapur MBG di Ponorogo Usai Muncul Klaim Kontroversial
Rabu, 18 Maret 2026
Pengunggah: Redaksi
Langkah tegas diambil Badan Gizi Nasional (BGN) dengan menghentikan sementara operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Ponorogo, Jawa Timur. Keputusan ini bukan sekadar respons administratif, melainkan hasil dari aduan langsung, tekanan di lapangan, hingga temuan kondisi dapur yang dinilai jauh dari standar kelayakan.
Kasus ini bermula ketika dua kepala SPPG—Rizal Zulfikar Fikri dari Kauman Somoroto dan Moch. Syafi’i Misbachul Mufid dari Jambon Krebet—mendatangi perwakilan BGN untuk meminta perlindungan. Mereka mengaku mengalami tekanan dan intimidasi selama berbulan-bulan dari pihak yayasan yang menaungi operasional dapur, yang disebut-sebut mengklaim memiliki kedekatan dengan sosok “cucu menteri”.
Klaim tersebut menjadi titik krusial. Di tengah sistem layanan publik yang seharusnya transparan dan akuntabel, narasi relasi kuasa seperti ini justru membuka ruang praktik intimidatif. Namun, klarifikasi langsung dari pihak menteri yang bersangkutan membantah klaim tersebut, bahkan mendukung penutupan dapur jika terbukti bermasalah.
Di balik polemik itu, persoalan yang lebih mendasar justru terletak pada praktik pengelolaan anggaran dan kualitas layanan. Dari alokasi Rp10 ribu per porsi bahan pangan yang ditetapkan BGN, realisasi belanja disebut hanya sekitar Rp6.500. Selisih tersebut tidak hanya menimbulkan pertanyaan soal transparansi, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas makanan yang diterima siswa.
Lebih ironis lagi, kedua kepala SPPG mengaku harus menutup kekurangan biaya dengan dana pribadi demi menjaga kelayakan menu. Situasi ini menunjukkan adanya beban moral yang dipikul individu di tengah sistem yang belum sepenuhnya berpihak pada pelaksana di lapangan.
Temuan inspeksi mendadak memperkuat alasan penghentian operasional. Kondisi dapur dilaporkan kotor, berbau, dan tidak memenuhi standar operasional. Infrastruktur seperti lantai yang rusak, dinding berjamur, hingga sistem pengolahan limbah (IPAL) yang tidak memadai menjadi indikator lemahnya pengawasan internal.
Fakta bahwa perbaikan fasilitas pun harus dibiayai secara mandiri oleh pengelola lapangan menegaskan adanya persoalan struktural dalam tata kelola. Yayasan yang bertanggung jawab disebut tidak berkontribusi dalam pembenahan sarana, meskipun kondisi sudah jauh dari layak.
Dalam konteks yang lebih luas, kasus ini menjadi cerminan tantangan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di satu sisi, program ini dirancang sebagai intervensi strategis untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun di sisi lain, lemahnya pengawasan, potensi penyalahgunaan anggaran, serta relasi kuasa yang tidak sehat dapat menggerus tujuan mulianya.
Keputusan BGN untuk menghentikan operasional dua dapur tersebut dapat dibaca sebagai upaya menjaga standar dan integritas program. Namun, langkah ini juga menuntut evaluasi yang lebih menyeluruh—bukan hanya pada level pelaksana, tetapi juga pada sistem kemitraan dan mekanisme kontrol yang mengawasinya.
Pada akhirnya, kasus di Ponorogo bukan sekadar soal dua dapur yang ditutup. Ia menjadi pengingat bahwa program publik, seberapa pun baik desainnya, tetap rentan jika tidak diiringi tata kelola yang transparan, akuntabel, dan bebas dari klaim-klaim kekuasaan yang menyesatkan.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Dalam rangka melestarikan warisan budaya, Indonesia berencana untuk mendaftarkan “tempe” sebagai warisan buda...
FoodSabtu, 01 November 2025
Food - Siapa nih yang suka mengkonsumsi mustard atau mayonaise untuk perasa dalam makanan? Sobat Youtz tau gak si...
FoodSenin, 09 Oktober 2023
Food – Otoritas Taiwan menemukan satu batch mi instan merek Indomie varian Soto Banjar Limau Kulit asal Indones...
FoodJumat, 12 September 2025
Food – Kuliner Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional melalui TasteAtlas Aw...
FoodJumat, 03 Januari 2025
Food - Jika biasanya untuk membuat sebuah produksi konten butuh tempat yang aman dan menyenangkan, justru hal ter...
FoodRabu, 28 Agustus 2024
Food - Apa yang akan kalian lakukan ketika menemukan dengan uang milyaran rupiah? Apakah sobat Youtz akan mengamb...
FoodSabtu, 24 Februari 2024
Food - Tren makanan sehat kian menjamur, tak terkecuali di pinggiran Pandeglang.Sepasang suami istri, Finie dan I...
FoodSabtu, 28 Desember 2024
Food - Sobat Youtz, siapa di sini yang menolak kalau ada tempe di meja makan? Mau digoreng atau ditumis, olahan k...
FoodKamis, 24 Agustus 2023
Upaya menekan laju timbulan sampah di Kota Cimahi mulai diarahkan pada perubahan perilaku masyarakat, terutama da...
FoodSabtu, 25 April 2026
Food - Sobat youtz, siapa nih yang suka banget sama bawang goreng? Kondimen yang sering banget kita temui sebag...
FoodSelasa, 19 Desember 2023