Meta Bakal Hapus Akun yang Tukang Upload Konten Orang
Kamis, 17 Juli 2025
Pengunggah: Ratna Ramadhaniati
Tech - Perusahaan induk Facebook dan Instagram, Meta sedang gencar-gencarnya membersihkan linimasa dari konten hasil unggahan ulang alias repost.
Targetnya adalah akun-akun yang mengunggah ulang video, foto, atau teks milik orang lain tanpa izin dan tanpa modifikasi berarti.
Langkah tersebut dilakukan demi menciptakan ruang yang lebih sehat dan adil bagi kreator asli yang sudah susah payah bikin konten orisinal.
Lebih lanjut, Meta menilai, praktik repost tanpa kredit itu sama saja memanfaatkan kreativitas dan kerja keras orang lain demi keuntungan pribadi.
“Konten repost yang tidak layak akan kami batasi distribusinya dan penciptanya tidak bisa memonetisasi selama waktu tertentu,” tulis Meta dalam blog resminya.
Selama paruh pertama 2025, sekitar 500.000 akun Facebook sudah ditindak karena dianggap spam dan membuat interaksi palsu. Tak hanya itu, Meta juga menghapus 10 juta akun palsu yang meniru kreator besar.
Bukan cuma urusan monetisasi, konten dari akun-akun tukang repost ini juga akan dicegah untuk muncul luas di linimasa. Hal tersebut agar konten orisinal dapat eksposur lebih luas, dan pengguna tak lagi dijejali video daur ulang yang sama terus.
Sejak April 2024, Instagram juga sudah mulai mengganti Reels yang hasil repost dengan versi asli milik kreator pertama.
Meta menegaskan, kebijakan ini tidak berlaku untuk konten seperti video reaksi atau remix yang memang mengandung elemen kreativitas baru.
Ke depan, Meta juga sedang menguji fitur baru, yakni pengguna akan diarahkan langsung ke konten asli saat melihat konten duplikat.
Langkah ini bagian dari misi besar Meta untuk mendukung ekosistem kreator digital yang adil, sehat, dan gak asal colong konten.
Jadi, buat Sobat Youtz yang suka repost-repost konten orang, saatnya berubah. Bikin konten yang benar-benar kamu, bukan yang cuma kamu tempel ulang.
(Rat/Far)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Teknologi - Sebagai induk dari perusahaan Google, Alphabet harus menyetujui untuk membayar denda sebesar USD 350 ...
TechSenin, 12 Februari 2024
Teknologi - Amerika Serikat terus bombarding China perihal kebijakan luar negeri agar negeri Tirai Bambu itu teru...
TechSenin, 22 Januari 2024
Teknologi – Kasus perjudian online kembali mencuat, kali ini menyeret sejumlah pegawai Kementerian Komunikasi d...
TechSenin, 25 November 2024
Teknologi – Salah satu pendiri Google yang satu ini menambahkan satu lagi pulau ke koleksi pulau pribadi yang...
TechSabtu, 17 Februari 2024
Teknologi - Kabar kurang mengenakkan datang dari salah satu startup edutech Zenius yang mengumumkan berhenti bero...
TechJumat, 05 Januari 2024
Tech – Ketika sebagian besar dunia masih berkutat di jaringan 4G dan 5G, China justru melompat jauh ke depan de...
TechKamis, 24 April 2025
Teknologi - Seiring masifnya aktivitas online seperti aktif di sosial media, berkomunikasi, bahkan transaksi seca...
TechRabu, 23 Oktober 2024
Teknologi -- Baru-baru ini dunia digemparkan oleh sebuah penemuan yang sangat mencengangkan. Bahkan disinyalir pa...
TechSenin, 06 November 2023
Tech - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menginvestigasi dugaan peretasan yang berpotensi men...
TechSelasa, 04 Februari 2025
Teknologi - Sobat Youtz siapa yang tidak tahu Chat GPT? Ya, sebuah perangkat Artificial Intelligence (AI) yang bi...
TechJumat, 13 Oktober 2023