China Kantongi Kartu Amerika Serikat yang Bisa Menderita di Dunia Industri dan Teknologi

Kamis, 17 April 2025

2815

Pengunggah: Ahmad Ardiansyah

gambar-utama
Foto: Donald Trump (kiri), Presiden China (kanan). (NDTV).

Tech - Di tengah memanasnya perang dagang dan teknologi antara Amerika Serikat dan China, Beijing tampaknya menyimpan satu kartu As yang tak banyak disorot oleh dunia.

Kartu As itu antara lain, rare earth elements, atau tanah jarang. Mineral langka ini jadi kunci penting di banyak industri masa kini, mulai dari pertahanan, energi, sampai otomotif.

China bukan cuma kaya, tapi juga dominan dalam hal ini. Negara Tirai Bambu itu menguasai sekitar 70 persen produksi tanah jarang dunia dan memproses lebih dari 90 persen pasokan global.

Dengan kata lain, hampir semua perangkat teknologi canggih hari ini ada “jejak tangan” China di dalamnya.

Diketahui, awal bulan ini, Beijing resmi mengetatkan ekspor tujuh elemen tanah jarang: samarium, gadolinium, terbium, disprosium, lutetium, skandium, dan itrium. Ketujuh unsur ini termasuk kategori tanah jarang sedang hingga berat, yang punya peran vital di industri strategis. Setiap perusahaan China kini wajib mengantongi izin khusus kalau mau mengekspornya.

Menurut laporan dari The New York Times, dampaknya langsung terasa. Pengiriman elemen-elemen ini dari China ke luar negeri sudah mulai terhenti. Bagi AS, ini bukan sekadar masalah logistik, tapi hal tersebut bisa jadi mimpi buruk bagi sektor pertahanannya.

Tak hanya itu, laporan dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyebutkan, jika ekspor benar-benar dihentikan total, AS praktis tak punya cara untuk menutup kekosongan.

“Tak ada pemisahan unsur tanah jarang berat yang berlangsung di AS saat ini,” tulis laporan tersebut.

Padahal, banyak sistem pertahanan utama Amerika sangat bergantung pada mineral ini, mulai dari jet tempur F-35, kapal selam kelas Virginia dan Columbia, rudal Tomahawk, sampai drone Predator dan bom pintar JDAM. Bahkan sebelum pembatasan ini, manufaktur pertahanan AS disebut sudah terseok dengan kapasitas terbatas.

Kondisi ini semakin diperparah dengan kenyataan bahwa China mampu mengembangkan sistem senjata canggih lima hingga enam kali lebih cepat dari AS. Jika larangan ekspor ini terus berlanjut, kesenjangan militer dan teknologi di antara dua raksasa dunia ini bisa makin lebar.

Jadi, apa itu sebenarnya tanah jarang? Ini adalah kelompok 17 unsur kimia yang secara teknis tidak benar-benar “langka,” tapi sangat sulit ditemukan dalam bentuk murni dan proses ekstraksinya pun berbahaya. Meski namanya asing seperti neodymium, yttrium, atau europium fungsinya ada di mana-mana.

Neodymium, misalnya, dipakai untuk bikin magnet superkuat di hard drive, speaker, motor mobil listrik, dan mesin jet. Yttrium dan europium sangat penting untuk layar televisi dan komputer karena kemampuannya menghasilkan warna-warna terang dan tajam.

Menurut Thomas Kruemmer, Direktur Ginger International Trade and Investment, “Apa pun yang bisa kamu nyalakan atau matikan, kemungkinan besar butuh tanah jarang.”

Bukan cuma teknologi hiburan, tapi juga peralatan medis seperti MRI dan operasi laser bergantung pada mineral ini. Dan ketika semuanya dirangkai, tanah jarang bisa menjadi salah satu kunci dominasi China dalam jangka panjang baik di medan ekonomi, teknologi, maupun militer.

Seperti yang disimpulkan Chatham House: “Pada akhirnya, kontrol atas tanah jarang bisa memberi Beijing keunggulan strategis penting dalam perebutan dominasi global.”

 

(Ard/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait