Eks Karyawan Google dan Perintis AI Raih Penghargaan Nobel Fisika
Kamis, 10 Oktober 2024
Pengunggah: Redaksi
Teknologi - Kecanggihan teknologi yang tak terbendung dan dinikmati oleh semua penduduk bumi saat ini, tentu tak akan pernah dirasakan tanpa kerja keras para ahlinya.
Oleh karena itu, perlu kiranya memberikan apreasi besar pada para pelakunya. Salah sau penghargaan terbesar yang sampai saat ini axis adalah penghargaan Nobel.
Royal Swedish Academy of Sciences mulai mengumumkan daftar pemenang penghargaan Nobel Prize untuk tahun 2024.
Duo pionir AI, Geoff Hinton dan John Hopfield, sama-sama dinobatkan sebagai peraih Nobel Prize di bidang Fisika.
Dalam pengumumannya, Royal Swedish Academy of Sciences menyampaikan penemuan Hinton dan Hopfield menjadi dasar bagi banyak terobosan kecerdasan buatan (AI) saat ini.
Hal ini karena keduanya sudah terlibat dalam pengembangan teknologi jaringan neural buatan sejak akhir tahun 1970-an.
"Saya tidak punya ekspektasi apapun terhadap hal ini. Saya sangat terkejut dan merasa terhormat bisa masuk dalam daftar ini," kata Hinton dalam pernyataan resmi yang dirilis University of Toronto, seperti dikutip dari The Verge, Rabu (9/10/2024).
Perlu diketahui, Hinton merupakan salah satu peneliti ternama di bidang AI, bahkan ia sering disebut sebagai 'bapak deep learning'.
Setelah mendapatkan gelar PhD di bidang AI pada tahun 1978, Hinton menciptakan algoritma 'backpropagation', metode yang memungkinkan jaringan neural untuk belajar dari kesalahannya dan mengubah cara melatih model AI.
Sebelumnya, di tahun 2013, Hinton bergabung dengan Google setelah raksasa teknologi itu mengakusisi perusahaannya DNNresearch.
Pria berusia 76 tahun itu kemudian mengundurkan diri dari Google di 2023 dan saat ini bekerja sebagai profesor di University of Toronto.
Salah satu alasan Hinton mundur dari Google adalah kekhawatirannya melihat AI dipakai untuk menyebarkan misinformasi.
Dalam wawancara dengan The New York Times tahun lalu, Hinton mengatakan sebagian dari dirinya menyesali ciptaannya.
Selain Hinton, Hopfield, profesor di Princeton University, juga salah satu pionir di dunia AI.
Pria berusia 91 tahun ini mengembangkan 'Hopfield network', jenis jaringan neural yang mentransformasi AI dengan menunjukkan bagaimana jaringan ini menyimpan dan membaca pola.
Pemenang Nobel Prize mendapatkan sejumlah hadiah, termasuk medali emas, diploma, dan uang tunai sebesar 11 juta krona Swedia, yang dibagi di antara pemenang jika ada lebih dari satu orang.
(Far/Tir)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Teknologi - Apple harus rela turun tahta di pasar smartphone di China. Pada kuartal keempat 2024, raksasa teknolo...
TechSelasa, 28 Januari 2025
Tech - Perusahaan induk Facebook dan Instagram, Meta sedang gencar-gencarnya membersihkan linimasa dari konten ha...
TechKamis, 17 Juli 2025
Teknologi - Meski ribuan situs judi online telah diretas, bak mati satu tumbuh seribu, nyatanya hal tersebut teru...
TechRabu, 11 Oktober 2023
Tech — Meta, induk WhatsApp, resmi mengumumkan pemblokiran lebih dari 6,8 juta akun yang terindikasi melakukan ...
TechSelasa, 12 Agustus 2025
Teknologi - Sobat Youtz siapa yang tidak tahu Chat GPT? Ya, sebuah perangkat Artificial Intelligence (AI) yang bi...
TechJumat, 13 Oktober 2023
Teknologi - Presiden Joko Widodo resmi menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 32 tahun 2024 pada (20/2/202...
TechJumat, 23 Februari 2024
Teknologi - Baru-baru ini, Instagram mengejutkan penggunanya dengan rencana penghapusan fitur Arsip Story, sebuah...
TechSelasa, 01 Oktober 2024
Teknologi - Sepanjang 2024, total mata uang kripto senilai USD 2,2 miliar (setara Rp35,5 triliun) berhasil dicuri...
TechSenin, 23 Desember 2024
Teknologi - Pemerintah mempercepat persiapan pembentukan Nuclear Energy Program Implementation Organization (NEPI...
TechSelasa, 17 Desember 2024
Teknologi - Dunia kembali digegerkan oleh penemuan Teknologi kecerdasan buatan (AI) setelah berhasil menemukan be...
TechJumat, 11 Agustus 2023