Tak Hanya Soal Ekonomi, Ini 10 Provinsi dengan Kualitas Hidup Terbaik di Indonesia

Senin, 06 Juli 2026

90

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber gambar: Pengunjung yang duduk di kawasan Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta

Kualitas hidup masyarakat tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya pertumbuhan ekonomi atau tingginya pendapatan daerah. Akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, hingga kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup yang layak juga menjadi indikator penting dalam menilai kemajuan suatu wilayah.
Hal itu tercermin dalam data terbaru Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan pembaruan per 12 Februari 2026, DKI Jakarta kembali menempati posisi pertama sebagai provinsi dengan kualitas hidup terbaik di Indonesia dengan nilai IPM mencapai 85,05.

Di posisi kedua terdapat DI Yogyakarta dengan skor 82,48, disusul Kepulauan Riau (80,53), Kalimantan Timur (79,39), dan Bali (79,37). Dominasi provinsi di luar Pulau Jawa pada jajaran 10 besar menunjukkan bahwa pembangunan manusia mulai tumbuh lebih merata di berbagai kawasan Indonesia.

Berikut daftar 10 provinsi dengan kualitas hidup terbaik di Indonesia berdasarkan IPM 2025:

DKI Jakarta – 85,05

DI Yogyakarta – 82,48

Kepulauan Riau – 80,53

Kalimantan Timur – 79,39

Bali – 79,37

Sumatera Barat – 77,27

Banten – 77,25

Sumatera Utara – 76,47

Sulawesi Utara – 76,32

Riau – 76,31

BPS menjelaskan, IPM merupakan indikator yang mengukur capaian pembangunan manusia melalui tiga dimensi utama, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Ketiga dimensi tersebut diukur menggunakan indikator Umur Harapan Hidup (UHH), Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS), serta kemampuan daya beli masyarakat.

Semakin tinggi nilai IPM suatu daerah, semakin baik pula kualitas pembangunan manusianya. Dengan kata lain, keberhasilan pembangunan tidak hanya tercermin dari besarnya aktivitas ekonomi, tetapi juga dari meningkatnya kualitas sumber daya manusia.

Secara nasional, IPM Indonesia pada 2025 mencapai 75,90, meningkat dari 75,02 pada tahun sebelumnya. Menurut BPS, pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan pada seluruh dimensi pembentuk IPM, terutama aspek standar hidup layak dan pendidikan.

Pada dimensi kesehatan, bayi yang lahir pada 2025 diperkirakan memiliki umur harapan hidup hingga 74,47 tahun, naik dibandingkan 74,15 tahun pada 2024. Sementara itu, Harapan Lama Sekolah meningkat dari 13,21 tahun menjadi 13,30 tahun, sedangkan Rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas naik dari 8,85 tahun menjadi 9,07 tahun.

Di sisi kesejahteraan ekonomi, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan juga mengalami peningkatan sekitar Rp461 ribu atau 3,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selama periode 2020–2025, indikator tersebut tumbuh rata-rata 3,06 persen per tahun, dari Rp11,01 juta menjadi Rp12,80 juta.

Meski demikian, capaian IPM juga menjadi pengingat bahwa masih terdapat kesenjangan pembangunan antarwilayah. Tidak semua provinsi mampu mencatatkan nilai di atas rata-rata nasional, sehingga pemerataan akses pendidikan, layanan kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Sejak 2020, Indonesia telah mempertahankan status pembangunan manusia pada kategori "tinggi", yakni dengan nilai IPM berada pada rentang 70–80. BPS menilai tren tersebut menunjukkan pembangunan manusia di Indonesia terus bergerak ke arah yang positif, meski tantangan dalam mempersempit disparitas kualitas hidup antardaerah masih memerlukan perhatian serius.

Penulis : Radhwa Larasati Tetuko

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait