Syekh Muhammad Hisham Kabbani Wafat, Dunia Kehilangan Sosok Pembawa Kedamaian

Jumat, 06 Desember 2024

5115

Pengunggah: Anna Lutfhiah

gambar-utama
Foto: Syekh Muhammad Hisham Kabbani (Pantau.com)

News – Kabar duka datang dari masyarakat beragama islam. Syekh Muhammad Hisham Kabbani, seorang ulama besar yang dihormati di kalangan Muslim dunia meninggal dunia pada Kamis (5/12/2024) di usia 79 tahun.

Informasi ini disampaikan melalui akun Instagram resminya @Hishamkabbani, yang menyebutkan bahwa sosok yang dijuluki al-Qutb al-Mutasarrif tersebut kini telah berpulang ke hadirat Allah SWT.

“Dengan patah hati kami menginformasikan kepada Anda bahwa malam ini Cinta Hidup Kami, Guru Kami, al-Qutb al-Mutasarrif, Maulana Syaikh Muhammad Hisham Kabbani (qaddas Allahu sirruhu) meninggal dari kehidupan duniawi ini ke al-Rafeeq al-'Alaa,” tulis unggahan tersebut.

Kepergian beliau menyisakan duka mendalam, terutama di kalangan murid dan pengikutnya di seluruh dunia.

Dalam unggahannya, para pengikut diimbau untuk melaksanakan salat ghaib, membaca Surah Yasin dan Al-Mulk, berdzikir, bershalawat, serta bersedekah untuk mendoakan dan mengirimkan pahala kepada almarhum.

Sebagaimana diketahui, Syaikh Muhammad Hisham lahir pada 28 Januari 1945 di Lebanon, Syekh Muhammad Hisham Kabbani dikenal sebagai seorang ulama besar sufi yang menetap di Amerika Serikat.

Beliau merupakan pemimpin Thariqat Naqsyabandiyah Haqqani dan menjadi tokoh yang kerap menyerukan pentingnya moderasi Islam.

Salah satu perjuangannya yang monumental adalah menentang ekstremisme kekerasan yang merusak citra umat Islam.

Pandangan moderatnya kerap kali menuai pro dan kontra, terutama di komunitas Muslim Amerika.

Namun, di tengah kontroversi itu, Syekh Kabbani tetap teguh dalam memperjuangkan Islam yang damai dan rahmatan lil alamin.

Beliau juga menjadi tokoh yang aktif menjalin dialog lintas budaya dan agama di berbagai forum internasional, termasuk di Spanyol, Malaysia, dan Indonesia.

Selain aktif berdakwah, Syekh Kabbani memiliki latar belakang akademik yang mengesankan.

Beliau meraih gelar teknik kimia dari Universitas Amerika di Beirut, kemudian melanjutkan pendidikan kedokteran di Belgia, dan mempelajari hukum di Universitas Damaskus. Namun, fokus hidupnya adalah memperkaya nilai spiritual umat Muslim.

Keterkaitan beliau dengan Indonesia pun sangat erat. Pada tahun 2002, dalam konferensi International Conference of Islamic Scholars (ICIS) yang digelar oleh Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta, beliau menegaskan kedekatannya dengan NU.

“Saya adalah bagian dari Nahdlatul Ulama,” ungkapnya kala itu.

Kepergian Syekh Muhammad Hisham Kabbani merupakan kehilangan besar bagi umat Islam di seluruh dunia.

Beliau adalah simbol kebijaksanaan, toleransi, dan perjuangan untuk Islam yang damai. Selamat jalan, Syekh. Doa kami menyertaimu.

 

(Ann/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait