Label Halal Jadi Kekuatan Ekonomi Baru Bagi Pasar Turis di Thailand
Senin, 04 November 2024
Pengunggah: Siti Nurhaliza
News - Tanda halal dalam sebuah produk menjadi incaran untuk pasar internasional. Seperti halnya dengan Negeri Gajah Putih, Thailand.
Siapa sangka negara yang memiliki 93 persen penduduk yang beragama Buddha ini menjadi destinasi ramah Muslim dengan menjadi pelopor produk konsumen halal dengan memanfaatkan komunitas muslim yang cukup besar di negaranya.
Dalam laporan Mastercard-Crescentrating Global Muslim Travel Index, melaporkan bahwa Thailand menjadi destinasi ramah muslim dalam kategori non-OKI setelah Singapura, Inggris, Taiwan dan Hongkong.
“Thailand telah melakukan upaya bersama untuk menarik wisatawan Muslim selama bertahun-tahun,” dalam laporan resminya.
Makanan halal akan tersedia secara umum terutama di daerah pusat-pusar pariwisata. Bagi banyak eksportir Thailand, sertifikasi halal menjadi salah satu jalan dalam memperkuat branding dan menjadi segel persetujuan yang harus dimiliki untuk menjangkau banyak pelanggan.
Tak hanya itu, dilansir dari dalam lama Halal.co.th dijelaskan bahwa dalam setiap produk sertifikasi halal dicantumkan dalam berbagai produk suplemen, sambal, ikan, dan beberapa produk lainnya.
Meski demikian, biaya untuk mendapatkan sertifikasi halal terbilang tinggi untuk beberapa usaha kecil seperti para pedagang kaki lima.
Menurut Komite Urusan Islam Bangkok, sertifikasi halal dimulai dari 10.000 baht atau setara dengan $300 dolar untuk operator kecil.
Tak hanya itu, biaya untuk pemeriksaan berkala, perpanjangan sertifikasi dan dokumentasi juga menjadi biaya tambahan lainnya.
Sebagaimana diketahui, menurut pemerintah setempat, Thailand saat ini menjadi rumah bagi 15.000 perusahaan, 166.000 produk dan 3.500 restoran yang telah bersertifikasi halal.
Tidak heran jika di tahun ini, Thailand mendapat perhatian terhadap pasar yang berlabelkan halal. Karena selama delapan bulan pertama pada tahun 2023, ekspor halal Thailand ke pasar OKI, seperti beras, gula, dan ayam mencapai sekitar 4,1 miliar dolar AS.
Thailand juga menjadi negara eksportir terbesar ketiga ke negara-negara Organisasi Kerja sama Islam (OKI) di Asia Tenggara.
Thailand berharap dari industri halal yang sedang dikembangkannya akan memberikan dorongan bagi perekonomiannya yang bergantung pada pariwisata yang telah berjuang untuk kembali bangkit setelah pandemi COVID-19.
(Nur/Far)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News - Institute Pertanian Bogor University atau IPB University turut berduka cita atas meninggalnya salah satu m...
NewsRabu, 07 Agustus 2024
Jakarta - Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA membuka rangkaian kegiatan Hari Santri Na...
NewsJumat, 20 Oktober 2023
News – Kabar duka datang dari masyarakat beragama islam. Syekh Muhammad Hisham Kabbani, seorang ulama besar yan...
NewsJumat, 06 Desember 2024
News - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Multilateral Meeting on the Middle East di markas besar Perserikatan ...
NewsRabu, 24 September 2025
News - Israel harus mengemis ke Amerika Serikat untuk meminta bantuan menghancurkan situs nuklir yang dianggap te...
NewsJumat, 20 Juni 2025
Rinaldi Nur Ibrahim dipilih menjadi Brand Image Google Indonesia di Campaign #SearchForTomorrow Jakarta- Rinal...
NewsRabu, 23 Agustus 2023
News — Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung Barat (KBB), Riza Nasrul Falah, resmi dinonaktifkan dari jabatannya sete...
NewsKamis, 08 Mei 2025
News - Youth Ranger Indonesia (YRI) kembali menggelar acara inspiratif bertajuk Indonesian Youth Festival: The Ro...
NewsKamis, 15 Agustus 2024
News – Di tengah aturan ketat Pemerintah Arab Saudi soal batas usia jemaah haji, Menteri Agama (Menag), Nasarud...
NewsSabtu, 19 April 2025
News - Setelah perjalanan yang panjang dari Jakarta menuju Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia Emas Men...
NewsRabu, 14 Agustus 2024