Jam Operasional Kebun Binatang Ragunan Diperpanjang, Siang untuk Edukasi Satwa, Malam untuk Aktivitas Warga
Kamis, 09 April 2026
Pengunggah: Redaksi
Perubahan wajah ruang publik di Jakarta kembali terlihat melalui kebijakan baru di Taman Margasatwa Ragunan. Mulai April 2026, kebun binatang legendaris ini tak lagi berhenti berdenyut saat sore hari. Jam operasional diperpanjang hingga pukul 22.00 WIB, menghadirkan dua fungsi berbeda dalam satu ruang: edukasi satwa di siang hari, serta ruang aktivitas warga di malam hari.
Jika sebelumnya Ragunan hanya buka dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, kini pengelola membaginya menjadi dua sesi. Pagi hingga sore tetap menjadi waktu utama bagi pengunjung untuk mengenal satwa. Namun, mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB, kawasan ini berubah menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk berolahraga—mulai dari berlari, berjalan santai, hingga bersepeda.
Kebijakan ini mencerminkan pergeseran cara pandang terhadap fungsi kebun binatang. Tidak lagi semata ruang konservasi dan rekreasi edukatif, tetapi juga bagian dari infrastruktur kota yang mendukung gaya hidup sehat. Di tengah minimnya ruang terbuka hijau di perkotaan, langkah ini bisa dibaca sebagai respons terhadap kebutuhan warga akan ruang publik yang aman dan terjangkau.
Namun demikian, pembagian fungsi ini juga menimbulkan batasan yang tegas. Pada sesi malam di hari Selasa hingga Jumat, pengunjung tidak diperkenankan mendekati kandang satwa. Area yang dibuka pun terbatas, hanya dari pintu utama hingga kawasan danau. Pembatasan ini menunjukkan adanya upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kenyamanan satwa, meskipun tidak sepenuhnya menghapus potensi gangguan terhadap habitat mereka.
Di sisi lain, Ragunan tetap membuka pengalaman wisata malam setiap Sabtu. Pada waktu ini, pengunjung masih dapat melihat satwa nokturnal seperti harimau, mamalia kecil, reptil di terrarium, hingga kuda nil. Meski begitu, akses tetap dibatasi, menandakan bahwa konsep “wisata malam” masih berada dalam koridor konservasi yang terkontrol.
Kehadiran layanan buggy car berbayar juga memperlihatkan bagaimana aspek komersial tetap berjalan beriringan dengan fungsi publik. Di satu sisi memberikan pengalaman eksklusif, namun di sisi lain memunculkan pertanyaan tentang aksesibilitas—apakah semua kalangan bisa menikmati pengalaman yang sama?
Kebijakan tiket pun menegaskan pemisahan dua sesi ini. Pengunjung yang ingin menikmati Ragunan dari pagi hingga malam harus membeli tiket dua kali. Dengan tarif yang relatif murah—Rp3.000 untuk anak dan Rp4.000 untuk dewasa—kebijakan ini tetap inklusif, namun bisa menjadi pertimbangan tersendiri bagi pengunjung yang ingin berlama-lama.
Langkah Ragunan ini pada akhirnya bukan sekadar penambahan jam operasional. Ia mencerminkan eksperimen ruang kota: bagaimana satu tempat dapat mengakomodasi fungsi ekologis, edukatif, sekaligus sosial dalam waktu yang berbeda. Tantangannya ke depan adalah memastikan bahwa perluasan fungsi ini tidak mengorbankan kesejahteraan satwa, yang sejatinya menjadi inti dari keberadaan kebun binatang itu sendiri.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Penghentian sementara operasional ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah akibat keterlamba...
NewsKamis, 18 Juni 2026
News – Publik kembali dikejutkan oleh skandal korupsi yang melibatkan PT Pertamina Patra Niaga. Kasus ini mencu...
NewsKamis, 27 Februari 2025
Proses hukum dalam kasus penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bodong yang menyeret nama Olivia Nathania kem...
NewsSabtu, 07 Maret 2026
News - Warung kopi yang dikenal sebagai "Warkop Cetol" di Pasar Gondanglegi, Kabupaten Malang, digerebek aparat g...
NewsSenin, 06 Januari 2025
News - Pemerintah Indonesia menyatakan sikap tegas mengecam serangan militer Israel ke ibu kota Iran, Teheran, ya...
NewsJumat, 13 Juni 2025
Mobilitas ribuan kendaraan di ruas Tol Jakarta–Tangerang diperkirakan akan menghadapi potensi perlambatan hingg...
NewsRabu, 27 Mei 2026
News - Semakin banyak pasangan di Indonesia yang harus menunda rencana pernikahan mereka. Namun bukan karena a...
NewsRabu, 13 Maret 2024
News – Seorang pemuda asal Aceh berinisal AU (24) viral di media sosial karena aksinya yang nekat melakukan per...
NewsSelasa, 30 Juli 2024
Hamparan hutan purba Papua selama ini dikenal sebagai salah satu benteng terakhir keanekaragaman hayati dunia. Di...
NewsSelasa, 12 Mei 2026
News — Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri bersama Direktorat Siber Polda Metro Jaya...
NewsRabu, 21 Mei 2025