Petugas Tewas saat Sikat Tambang Ilegal di Gunung Salak, Ini Penyebabnya!
Jumat, 07 November 2025
Pengunggah: Redaksi
Kabar duka datang dari kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Jawa Barat. Seorang petugas bernama Adi Pamungkas gugur dalam operasi gabungan menindak praktik penambangan emas tanpa izin (PETI) atau tambang emas ilegal.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho mengungkapkan bahwa almarhum tengah menjalankan tugas intelijen di medan yang sangat berat.
“Dalam menghadapi medan yang menguras fisik dan penuh risiko, menjalankan tugas intelijen,” ujarnya melalui pesan tertulis, Selasa (4/11) yang dikutip dari CNN Indonesia.
Dalam siaran pers resmi Kementerian Kehutanan nomor SP.271/HUMAS/PP/HMS.3/11/2025, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki juga menyampaikan duka cita kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Semoga Allah menerima seluruh pengabdiannya dalam menjaga hutan,” ujarnya.
Operasi yang menelan korban jiwa ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah menertibkan aktivitas tambang ilegal yang merusak ekosistem hutan. Ditjen Gakkum Kemenhut mencatat ada 411 lubang tambang ilegal dan lebih dari 1.100 pondok kerja di kawasan TNGHS.
Operasi penindakan dimulai sejak 29 Oktober 2025, melibatkan jajaran TNI, Balai TNGHS, dan Koramil Cigudeg dengan total 60 personel. Titik operasi mencakup wilayah luas seperti Gunung Telaga, Cisoka, Gunung Kencana, Gunung Botol, Cibeduk, hingga Gunung Koneng.
Dalam operasi di Blok Ciear, Desa Cisarua, Kecamatan Sukajaya, tim gabungan berhasil menghancurkan 31 tenda biru dan menyita berbagai bahan kimia berbahaya, termasuk sianida, yang biasa digunakan untuk memisahkan emas dari batuan.
Meski berhasil menindak sejumlah lokasi, operasi ini bukan tanpa kendala. Petugas di lapangan kerap berhadapan dengan para penambang yang bermain “kucing-kucingan”, berpindah lokasi untuk menghindari razia.
Kini, Kementerian Kehutanan menegaskan komitmennya untuk melanjutkan penindakan di berbagai daerah lain seperti Bentang Seblat (Bengkulu), Mandalika (NTB), dan Morowali (Sulawesi Tengah) — sebagai bentuk perlawanan terhadap perusakan lingkungan akibat tambang ilegal.
Kematian Adi Pamungkas menjadi pengingat bahwa menjaga alam bukan sekadar tugas administratif, melainkan pengorbanan nyata di lapangan.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Wajah baru ruang terbuka hijau di kawasan Kebayoran Baru kembali menuai perhatian publik. Taman Bendera Pusaka ya...
NewsRabu, 01 April 2026
News – Kementerian Agama melalui Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) mengajak tokoh agama di seluruh Indonesia...
NewsSelasa, 26 November 2024
News — Seorang bocah perempuan diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga ditemukan dalam kondisi mempr...
NewsRabu, 11 Juni 2025
Jakarta - Sebagai platform yang fokus pada pendidikan dan pengembangan potensi anak muda, Gensmart Indonesia suks...
NewsSelasa, 28 November 2023
News — Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana kepada orang ya...
NewsSelasa, 26 Agustus 2025
News – Otoritas Palestina di Gaza menduga Israel mencampurkan narkoba ke dalam bantuan makanan untuk warga Pale...
NewsSenin, 30 Juni 2025
News - Di masa tenang tanpa kampanye, seorang wanita di Kabupaten Malang, Jawa Timur, kepergok bagikan uang ajak ...
NewsSelasa, 13 Februari 2024
Surabaya - Mahasiswi Teknik Lingkungan Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (Jatim) Nur Laili Al...
NewsSelasa, 22 Agustus 2023
News — Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan publik setelah secara terbuka menyatakan dukungannya k...
NewsSabtu, 23 November 2024
News - Harapan memperbaiki ekonomi keluarga justru berujung tragis bagi Ihwan Sahab (28), warga Kelurahan Kebalen...
NewsJumat, 18 April 2025