Sah! Cuti Hamil Jadi 6 Bulan
Rabu, 05 Juni 2024
Pengunggah: Anna Lutfhiah
News - Sobat youtz, apa yang kamu lakukan kalau dapat jatah cuti 6 bulan? Liburan? Kerja part time di tempat lain? bangun bisnis musiman? Atau rebahan aja di rumah? Hmm…
Belum kepikiran ya mau ngapain? Emang nggak usah dipikirin sih cuti 6 bulan ini, apalagi buat kamu para cowo-cowo, karena sudah pasti nggak akan dapat jatah cuti 6 bulan ini.
Kenapa? Soalnya jatah cuti 6 bulan ini hanya akan didapatkan oleh para wanita yang akan melahirkan. Yup! Spesial banget kan wanita melahirkan itu, udah kaya martabak aja spesial!
Jadi Sobat Youtz, DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) kita nih, pada tanggal 4 Juni 2024 kemarin baru saja mengesahkan RUU KIA (Kesejahteraan Ibu dan Anak) menjadi UU KIA.
Salah satu hal yang paling mencolok dari UU ini adalah jatah cuti bagi ibu hamil yang kini menjadi 6 bulan lamanya.
Landasan hukum buat cuti melahirkan selama 6 bulan bagi seorang ibu sudah dinantikan sejak lama. Sebab sejumlah negara sudah memberlakukan kebijakan itu dengan tujuan memberikan kesejahteraan batin bagi ibu dan anak.
Selain itu, UU KIA juga menjamin ibu yang bekerja dan mendapat cuti selama 6 bulan selepas melahirkan tetap mendapatkan gaji.
Dalam UU tersebut, menurut Pasal 4 Ayat (3) huruf a tertulis setiap ibu yang bekerja berhak mendapatkan cuti 6 bulan dengan syarat:
(1) Paling singkat 3 bulan pertama
(2) Paling lama 3 bulan berikutnya jika terdapat kondisi khusus yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter.
Jaminan mendapatkan gaji bagi ibu yang mendapatkan cuti melahirkan selama 6 bulan tertuang di Pasal 5 ayat (2).
Dalam pasal itu terdapat 3 ketentuan pembayaran upah untuk ibu yang menjalankan cuti melahirkan selama 6 bulan, yaitu:
(a). secara penuh untuk 3 bulan pertama
(b). secara penuh untuk bulan keempat
(c). 75 persen dari upah untuk bulan kelima dan keenam.
Di dalam UU KIA disebutkan syarat buat seorang ibu mendapatkan cuti 3 bulan tambahan.
Cuti itu hanya diperuntukan bagi ibu dengan kondisi khusus yang diatur dalam Pasal 4 Ayat (5).
Kedua kondisi khusus yang dimaksud adalah pertama, ibu yang mengalami gangguan kesehatan, dan/atau komplikasi pasca persalinan atau keguguran. Kedua, ibu yang melahirkan anak mengalami masalah kesehatan, gangguan kesehatan, dan/atau komplikasi.
Gimana nih Sobat Youtz, mendengar hal ini kamu termasuk golongan orang-orang yang senang atau nggak?
Ya… kalau kamu adalah seorang karyawan, kamu pasti senang sekali atas keputusan ini, tapi kalau kamu adalah pengusaha atau bos, kamu pasti agak kurang senang atas keputusan ini. Benar atau benar?
(Ann/Frq)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News – Memasuki bulan februari, tak terasa hari pemilihan umum sudah semakin dekat nih sobat youtz. Sebelum itu...
NewsSenin, 05 Februari 2024
News - Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2024 yang disuguhkan dengan seminar bedah buku “Mitos Vs F...
NewsMinggu, 27 Oktober 2024
News – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengkaji pembatasan masa tinggal di rumah susun sewa (r...
NewsMinggu, 09 Februari 2025
News - Pelaku berinisial GDA berhasil raup keuntungan miliaran rupiah bahkan ratusan miliar setelah berhasil meni...
NewsSabtu, 18 November 2023
News - Restoran cepat saji terbesar di dunia McDonald's (McD) mendapat ancaman boikot dari warganet usai disinyal...
NewsMinggu, 15 Oktober 2023
News – Amerika Serikat (AS) memperkuat upaya diplomasi dengan mitra-mitra regionalnya dalam meredakan krisis ya...
NewsSelasa, 05 November 2024
News — Presiden Prabowo Subianto meminta rancangan dasar (basic design) gedung-gedung legislatif dan yudikatif ...
NewsJumat, 24 Januari 2025
News — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meringkus Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis, pada Kamis (7/8/2025) mala...
NewsJumat, 08 Agustus 2025
News - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta menertibkan pedagang kaki lima (PKL) pada jalur pintu mas...
NewsRabu, 05 Februari 2025
News - Setiap 24 September, Indonesia memperingati Hari Tani Nasional sebagai pengingat dan penghargaan atas pera...
NewsSelasa, 24 September 2024