Persoalan Sampah Kian Mendesak, Eddy Soeparno Minta Perubahan Tata Kelola dari Hulu ke Hilir
Kamis, 09 Juli 2026
Pengunggah: Redaksi
Persoalan sampah di Indonesia dinilai tidak lagi bisa diselesaikan dengan pendekatan lama yang hanya mengandalkan tempat pemrosesan akhir (TPA). Kebakaran yang terjadi di TPA Jatiwaringin menjadi pengingat bahwa tata kelola sampah nasional membutuhkan perubahan menyeluruh, mulai dari pengurangan sampah di sumber hingga pemanfaatan teknologi pengolahan modern.
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, mengatakan insiden tersebut menunjukkan sistem pengelolaan sampah berbasis penimbunan (landfill) telah menghadapi berbagai keterbatasan. Selain meningkatkan risiko kebakaran akibat akumulasi gas metana, pola tersebut juga membuat potensi energi dan nilai ekonomi dari sampah belum dimanfaatkan secara optimal.
"Kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi alarm bahwa kapasitas pengelolaan sampah kita sudah berada di titik yang membutuhkan perubahan mendasar. Termasuk di dalamnya adalah memproses sampah menjadi sumber daya yang memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk menjadi energi listrik," kata Eddy dalam keterangan tertulis, Minggu (5/7/2026).
Ia menyoroti besarnya timbulan sampah nasional yang mencapai sekitar 56 juta ton per tahun. Menurutnya, apabila sebagian besar sampah masih berakhir di TPA, persoalan lingkungan akan terus berulang, mulai dari pencemaran, emisi gas rumah kaca, hingga ancaman kebakaran.
Karena itu, Eddy mendukung percepatan pembangunan fasilitas Waste-to-Energy (WTE) yang tengah didorong pemerintah. Menurutnya, teknologi tersebut mampu menjadi solusi ganda dengan mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
"Program Waste-to-Energy merupakan salah satu solusi strategis karena mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA dan menghasilkan energi listrik. Inilah bentuk nyata ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah dari sesuatu yang selama ini dianggap sebagai limbah," ujarnya.
Meski demikian, Eddy menegaskan pembangunan fasilitas WTE tidak boleh dipandang sebagai solusi tunggal. Menurutnya, transformasi tata kelola sampah harus dimulai dari hulu melalui pengurangan sampah, pemilahan di tingkat rumah tangga, penguatan kegiatan daur ulang, pengembangan bank sampah, hingga edukasi masyarakat agar volume residu yang masuk ke fasilitas pengolahan semakin kecil.
Ia juga mengingatkan agar setiap proyek WTE menerapkan teknologi terbaik dan memenuhi standar lingkungan yang ketat. Pengawasan yang transparan serta kepatuhan terhadap standar emisi internasional dinilai menjadi syarat penting agar pengolahan sampah menjadi energi tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru.
"Waste-to-Energy bukan berarti kita mengabaikan upaya pengurangan sampah. Justru WTE menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi harus didaur ulang terlebih dahulu, sedangkan residunya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi," jelasnya.
Eddy berharap kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah nasional. Menurutnya, Indonesia perlu beralih dari pendekatan yang berorientasi pada penimbunan menuju tata kelola yang mengedepankan teknologi, ekonomi sirkular, dan energi bersih.
"Persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan memperluas TPA. Kita membutuhkan keberanian melakukan lompatan kebijakan melalui percepatan pembangunan Waste-to-Energy sebagai bagian dari strategi nasional menuju Indonesia yang lebih bersih, lebih sehat, sekaligus lebih mandiri dalam penyediaan energi," pungkasnya.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News - Pasangan Bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres-cawapres) Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar re...
NewsKamis, 19 Oktober 2023
News – Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024 yang mengat...
NewsKamis, 07 November 2024
News - Dalam rangkaian kegiatan Istiqlal Santri Fest 2023, Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) melangs...
NewsMinggu, 29 Oktober 2023
News - Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pandeglang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,8 miliar...
NewsSelasa, 04 Februari 2025
Jepang kembali menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi persoalan lingkungan melalui inovasi yang tak biasa: me...
NewsSenin, 30 Maret 2026
News - Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI), menjadi inisiator dalam penyelenggaraan Interfaith Walk 20...
NewsSelasa, 31 Oktober 2023
News - Jelang Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) di Belem, Brasil, Society of Indonesian Environmental ...
NewsSenin, 04 Agustus 2025
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirancang untuk memperkuat kualitas gizi anak Indonesia kini menghadapi s...
NewsKamis, 26 Februari 2026
Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang sisw...
NewsRabu, 04 Februari 2026
Jakarta - sejumlah mahasiswa mengaku ilmu yang didapatkannya selama mengeyam pendidikan di bangku kuliah ...
NewsSabtu, 15 Juli 2023