Kedua Anaknya Dijanjikan Masuk Polisi, Ortu di Pemalang Ditipu Calo 900 Juta!
Sabtu, 04 Januari 2025
Pengunggah: Redaksi
News - Harapan Suratmo (56) dan Sutijah (59), pasangan suami-istri asal Desa Pelutan, Pemalang, untuk melihat dua anak mereka berseragam polisi kini kandas.
Uang hasil penjualan sawah warisan senilai Rp 900 juta yang mereka serahkan kepada WH, seorang oknum yang mengaku bisa meloloskan anak mereka masuk Bintara Polri, tak membuahkan hasil.
Kisah pilu ini bermula pada 2020. Saat itu, Suratmo yang sedang menjual bambu dipanggil ke rumah WH. Di sana, ia melihat foto WT, anak WH yang merupakan anggota Polres Pemalang.
Percaya pada janji WH, Suratmo menjual sawah warisan keluarga seluas 2.600 meter persegi dengan harga lebih dari Rp 1 miliar.
“Anak saya ingin jadi polisi. Kata WH, sawah dan pekarangan dijual saja untuk biaya masuk,” ujar Suratmo di rumahnya, Kamis (2/1/2025).
Dari hasil penjualan sawah itu, Rp 900 juta diserahkan kepada WH secara bertahap.
Diketahui, penyerahan pertama sebesar Rp 75 juta dilakukan tunai, diikuti Rp 275 juta, Rp 500 juta via transfer, dan Rp 50 juta terakhir juga secara tunai.
Uang tersebut diberikan dengan berbagai alasan, mulai dari kebutuhan acara keluarga hingga memenuhi permintaan dari Polda.
Namun, meski uang telah diserahkan, kedua anak Suratmo tetap gagal dalam seleksi Bintara Polri.
Anak pertama bahkan gugur di seleksi administrasi, sedangkan anak kedua terhenti di tahap berikutnya di Semarang.
“Kami punya surat perjanjian bermaterai, jelas tertulis kalau tidak diterima, uang akan dikembalikan. Tapi sampai sekarang uang itu tak kunjung kembali,” ujar Suratmo kepada media.
Suratmo mengaku sudah mengadukan kasus ini ke Polres Pemalang dan Polda Jawa Tengah sejak 2021. Namun, hingga kini belum ada kejelasan.
Sambil menangis, ia memohon perhatian dari Presiden dan Kapolri untuk membantu menyelesaikan kasus ini.
“Tolong, Pak Presiden, Pak Kapolri, saya sudah empat tahun bolak-balik ke Polres. Belum ada kepastian, uang kami hasil sawah habis, tapi anak saya tidak diterima,” keluhnya.
Saat dimintai konfirmasi, Kapolres Pemalang AKBP Eko Sunaryo membenarkan adanya kasus tersebut. Ia menyatakan oknum terkait sedang diproses hukum.
“Proses hukum sedang berjalan. Saat ini masih dalam tahap penyidikan,” kata Eko melalui pesan singkat, Kamis (2/1/2025).
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap iming-iming jalan pintas.
Kepercayaan dan hasil jerih payah keluarga Suratmo kini digantung oleh janji-janji kosong. Sementara itu, perjuangan mereka untuk mendapatkan keadilan masih terus berjalan.
(Far/Tir)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Purwokerto - Sebagai mahasiswa yang selalu mencari anternatif dan solusi dalam kehidupan kedepan, Mahasiswa Kimia...
NewsSenin, 23 Oktober 2023
News - Prabowo Subianto, presiden terpilih Indonesia, tengah menyiapkan program pemeriksaan kesehatan gratis deng...
NewsJumat, 27 September 2024
News - Akun Instagram resmi Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka, sempat jadi bahan omongan di Medi...
NewsKamis, 05 Juni 2025
News - Seorang pelajar berinisial E (18) alami kecelakaan hingga tewas diduga akibat dikejar-kejar segerombolan g...
NewsSenin, 03 Juni 2024
News — Aksi penipuan bermodus bukti transfer palsu yang dilakukan TNA (32), wanita yang sempat viral karena men...
NewsJumat, 18 April 2025
Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) periode 2019–2024, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menyampaikan...
NewsKamis, 29 Januari 2026
News — Suasana pilu menyelimuti Dermaga Ponton Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu (5/7/2025). Keluarga korba...
NewsSabtu, 05 Juli 2025
News – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pen...
NewsRabu, 16 Juli 2025
News - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda semua organisasi kepemudaan baik berupa komunitas kepemudian ...
NewsSenin, 30 Oktober 2023
News - Mahkamah Agung (MA) memerintahkan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara (Jakut) melaporkan insiden ke...
NewsSenin, 10 Februari 2025