Kecewa dengan Hasil Seleksi CPNS, Warga di Manokwari Palang Jalan
Minggu, 11 Mei 2025
Pengunggah: Himmatul Aliyah
News — Aksi protes meletup di kawasan Warpramasi, Papua Barat, usai pengumuman hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Manokwari diumumkan secara resmi.
Sejumlah warga yang kecewa langsung memblokade akses jalan dan jembatan utama di Distrik Warmare, Prafi, Masni, dan Sidey, Sabtu (10/5/2025).
Protes berlangsung panas terlihat warga menumpuk ranting pohon di jembatan dan membakar ban bekas di jalan utama Warmare. Mereka menuntut kejelasan hasil seleksi CPNS formasi 2021 yang baru diumumkan Mei 2025, padahal proses seleksi sudah digelar tahun lalu.
“Kami dari Warmare minta Bapak Bupati sendiri yang datang buka palang. Jangan kirim orang lain,” ujar salah satu warga di lokasi.
Kemarahan warga dilatarbelakangi penundaan pengumuman yang sebelumnya dijanjikan rampung sejak September 2024. Bahkan, sempat ada demo pencari kerja (pencaker) di depan Kantor Bupati, menuntut hasil segera dirilis.
Bupati Manokwari, Hermus Indou, menegaskan bahwa seleksi CPNS dilakukan secara transparan lewat sistem Computer Assisted Test (CAT). Ia memastikan hasil akhir murni berasal dari skor peserta, bukan intervensi siapa pun.
“Tes dilakukan online, kami tidak bisa mengatur siapa yang lulus. Hasilnya dari nilai peserta sendiri,” jelasnya kepada awak media.
Lebih lanjut, Hermus menjelaskan bahwa formasi CPNS 2021 berjumlah 308, dengan kuota 80 persen untuk Orang Asli Papua (OAP) dan 20 persen untuk warga nusantara yang lahir dan besar di Manokwari. Meski banyak yang lulus, masih ada yang belum berhasil.
“Bagi yang belum berhasil, kami minta tetap tenang. Kalau tidak diumumkan sekarang, formasi berikutnya bisa terhambat,” ungkap Hermus.
Dalam kampanye sebelumnya, Hermus bersama Wakil Bupati Mugiyono sempat menjanjikan pengangkatan 1.000 PNS dalam 100 hari kerja. Namun realisasi program tersebut dilakukan secara bertahap.
“Kami tetap berkomitmen. Ini bagian dari proses menuju target 1.000 pegawai,” ujarnya.
Pemda Manokwari mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi yang mengganggu fasilitas publik, dan membuka ruang dialog bagi pencaker yang merasa belum puas dengan hasil seleksi.
(Him/Far)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News - Aksi damai Global Climate Strike (GCS) di Jakarta pada 27 September 2024, yang bertujuan menyuarakan dua i...
NewsSenin, 30 September 2024
News - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memastikan peluncuran Sistem Nasional Peringatan Di...
NewsJumat, 04 Oktober 2024
News — Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan publik setelah secara terbuka menyatakan dukungannya k...
NewsSabtu, 23 November 2024
News - Sebagai program unggulan Indonesia Emas Mengabdi (IEM), renovasi pembangunan gedung sekolah MTs Babul Muj...
NewsJumat, 16 Agustus 2024
News - Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar pelatihan gula semut dan jahe instan di Dusun Idaman, De...
NewsSenin, 09 September 2024
News - Ketegangan yang semakin tinggi antara China dan Philipina di Laut China Selatan membuat Kapal induk berten...
NewsKamis, 21 Desember 2023
Upaya penegakan hukum terhadap penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi kembali menguak persoal...
NewsSabtu, 25 April 2026
News – Ketegangan antara Israel dan kelompok Houthi di Yaman kembali memanas. Rentetan serangan udara Israel ke...
NewsSenin, 25 Agustus 2025
News – Jurnalis Indonesia, Patsy Widakuswara, kembali jadi sorotan publik international usai menggugat Donald T...
NewsRabu, 27 Agustus 2025
Di tengah lebatnya hutan Sumatera Utara, lebih tepatnya di kawasan Batang Toru, hidup satu spesies kera besar yan...
NewsSabtu, 25 Oktober 2025