Di Balik Pembangunan IKN, Otorita Ungkap Efek Berganda bagi Perekonomian

Kamis, 09 Juli 2026

45

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber gambar: Otorita IKN

KPembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) disebut mulai menunjukkan dampak ekonomi yang melampaui pembangunan fisik semata. Di balik masifnya pembangunan infrastruktur, Otorita IKN mengklaim proyek strategis nasional tersebut telah memicu efek berganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Berdasarkan kajian dampak ekonomi pembangunan IKN Tahap I periode 2022-2024, PPU mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 19,9 persen atau tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur tercatat 3,7 persen lebih tinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan.

Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, mengatakan keberhasilan pembangunan IKN tidak semestinya hanya diukur dari banyaknya gedung yang berdiri, tetapi juga dari sejauh mana pembangunan tersebut mampu menggerakkan aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Keberhasilan IKN diukur bukan hanya jumlah gedung, tetapi dampak ekonomi, seberapa besar ekonomi itu tumbuh, dan bagaimana manfaatnya dirasakan masyarakat," ujar Mia dalam keterangannya.

Menurut hasil kajian tersebut, lonjakan pertumbuhan ekonomi di PPU terutama didorong oleh peningkatan belanja pemerintah dan investasi yang masuk selama proses pembangunan. Sektor konstruksi pun menjadi salah satu kontributor utama terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.

Namun, dampak pembangunan tidak berhenti pada kawasan inti IKN. Otorita mencatat aktivitas ekonomi mulai menjalar ke daerah penyangga melalui meningkatnya permintaan barang dan jasa, sektor logistik, transportasi, perdagangan, hingga akomodasi. Keterkaitan antardaerah ini dinilai menjadi fondasi awal terbentuknya pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Timur.

Ke depan, pada pembangunan IKN Tahap II, kontribusi terhadap PDRB Kabupaten Penajam Paser Utara maupun Provinsi Kalimantan Timur diproyeksikan akan semakin besar. Meski demikian, Otorita mengingatkan bahwa manfaat ekonomi tersebut perlu dikelola agar tidak berhenti pada fase konstruksi.

Penguatan rantai pasok lokal, peningkatan kapasitas tenaga kerja, pemberdayaan pelaku usaha daerah, serta pengembangan sektor bernilai tambah dinilai menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi yang tercipta dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Langkah tersebut juga sejalan dengan konsep Superhub Ekonomi Nusantara (SEN), yang menghubungkan IKN dengan Balikpapan, Samarinda, dan wilayah sekitarnya sebagai satu kawasan ekonomi terintegrasi. Melalui skema ini, pembangunan IKN diharapkan tidak hanya menjadi simbol perpindahan ibu kota, tetapi juga motor transformasi ekonomi Kalimantan Timur dari ketergantungan pada sektor ekstraktif menuju ekonomi yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Meski demikian, efektivitas efek berganda tersebut masih akan bergantung pada kemampuan pemerintah memastikan manfaat investasi benar-benar dirasakan masyarakat lokal, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga meningkatnya daya saing pelaku usaha di sekitar kawasan IKN.

Penulis : Radhwa Larasati Tetuko

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait