Dari Bantargebang ke Pasar Dunia, Jeans Daur Ulang Tembus Ekspor
Selasa, 14 Juli 2026
Pengunggah: Redaksi
Di tengah tumpukan limbah yang selama ini identik dengan kawasan TPST Bantargebang, muncul sebuah cerita tentang harapan dan inovasi. Limbah jeans bekas yang sebelumnya dianggap tidak lagi bernilai kini disulap menjadi berbagai produk fesyen yang tidak hanya diminati pasar domestik, tetapi juga berhasil menembus pasar internasional.
Di rumah produksi Waste For Reuse, Bantargebang, Kota Bekasi, lembaran-lembaran kain jeans bekas dipilah dengan cermat sebelum diolah menjadi tas, rompi, topi, hingga gantungan kunci. Proses ini membuktikan bahwa limbah tekstil tidak selalu berakhir di tempat pembuangan, melainkan dapat menjadi sumber ekonomi baru melalui kreativitas dan pendekatan ekonomi sirkular.
Setiap bulan, sekitar 400 produk berhasil diproduksi dan dipasarkan melalui platform daring. Menariknya, karya-karya tersebut telah menjangkau konsumen di Inggris, Kanada, dan Jepang. Dengan harga jual berkisar Rp80 ribu hingga Rp450 ribu, produk-produk ini menunjukkan bahwa barang hasil daur ulang memiliki nilai tambah sekaligus daya saing di pasar global.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa isu lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan usaha kreatif. Di tengah meningkatnya persoalan limbah tekstil akibat tren fesyen yang terus berubah, inisiatif seperti ini menghadirkan solusi yang tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Meski demikian, keberhasilan satu rumah produksi belum cukup untuk menjawab persoalan limbah tekstil secara menyeluruh. Diperlukan dukungan yang lebih luas, mulai dari kesadaran masyarakat untuk memilah dan mendaur ulang pakaian bekas, hingga kebijakan pemerintah yang mendorong industri fesyen berkelanjutan. Tanpa kolaborasi tersebut, laju produksi limbah tekstil akan terus melampaui kemampuan pengelolaannya.
Dari Bantargebang, pesan penting itu mengalir hingga ke pasar dunia: sampah bukanlah akhir dari sebuah produk. Di tangan yang tepat, limbah justru dapat menjadi simbol inovasi, keberlanjutan, dan peluang ekonomi yang membawa manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News – Pemerintah resmi menetapkan tanggalb18 Agustus 2025, sebagai hari libur nasional. Keputusan tersebut diu...
NewsJumat, 01 Agustus 2025
News — Tiga hari pascagempa sebesae 4,9 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, ratusa...
NewsSelasa, 08 Juli 2025
Kegiatan yang berjalan seperti biasa di Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, mendadak ...
NewsSenin, 19 Januari 2026
News – Polisi tengah mengusut kasus prostitusi anak di bawah umur yang beroperasi di sebuah apartemen di kawasa...
NewsRabu, 05 Februari 2025
Sorotan terhadap tata kelola pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali menc...
NewsSabtu, 07 Maret 2026
News - Kepolisian Himachal Pradesh di India berhasil mengevakuasi sekitar 8.000 wisatawan dan 1.500 kendaraan yan...
NewsJumat, 03 Januari 2025
Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang Selatan pada Kamis (22/1/2025) kembali menyisakan persoalan klasik. Jal...
NewsSabtu, 24 Januari 2026
News - Mahasiswa Kelompok 90 Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Ban...
NewsRabu, 21 Agustus 2024
News – Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto menegaskan bahwa pengawasan ketat akan dilakukan terhadap personel yang...
NewsSenin, 10 Februari 2025
Langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) membekukan izin lingkungan 80 unit usaha tambang batu bara dan nikel m...
NewsSabtu, 28 Februari 2026