Capai Titik Terendah, Es Lautan di Kutub Alami Penyusutan Secara Drastis
Jumat, 07 Maret 2025
Pengunggah: Faiza Nur Aini
News - Pengukuran berbasis satelit dari layanan iklim Uni Eropa, Copernicus, menunjukkan bahwa luas total es yang menutupi lautan pada Februari 2025 mencapai titik terendah dalam sejarah yang telah dicatat.
Dari data tersebut menegaskan tingkat pemanasan global yang semakin mengkhawatirkan.
Menurut Samantha Burgess dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts, suhu rata-rata global pada Februari 2025 meningkat 1,59 derajat Celsius di atas rata-rata pra-industri.
Angka ini menjadikan Februari 2025 sebagai bulan Februari terhangat ketiga yang pernah tercatat.
Dampak kenaikan suhu ini sangat terasa di wilayah kutub. Es laut Arktik menyusut hingga setara dengan luas daratan Inggris, dengan jumlah es tetap berada 8 persen di bawah rata-rata sepanjang Februari 2025. Ini merupakan bulan ketiga berturut-turut di mana Arktik mencatatkan rekor es mencair terendah.
Kondisi serupa terjadi di Antartika. Meski sempat pulih ke tingkat mendekati rata-rata pada Desember 2024, es di wilayah tersebut kembali menyusut dengan cepat.
Pada Februari 2025, luas es laut Antartika tercatat 26 persen di bawah rata-rata, menandai titik terendah sepanjang masa.
"Mencairnya es laut di Arktik dan Antartika hingga rekor terendah ini mendorong lapisan es laut global ke titik minimum dalam sejarah," ujar Burgess.
Larter dari British Antarctic Survey menambahkan bahwa kondisi ini merupakan ancaman serius bagi ekosistem kutub. Hilangnya es laut akan mengekspos lapisan es ke air laut yang lebih hangat, mempercepat pencairan, serta mengurangi refleksi radiasi matahari ke luar angkasa, yang pada akhirnya memperparah pemanasan global.
Selain itu, pelemahan arus laut global juga menjadi ancaman. Arus ini bergantung pada air asin padat yang terbentuk saat es laut membeku.
Jika es terus menyusut, keseimbangan sirkulasi laut bisa terganggu, membawa dampak luas bagi iklim global.
Tren ini semakin menegaskan perlunya langkah konkret dalam mitigasi perubahan iklim demi menjaga keseimbangan ekosistem Bumi.
(Fai/Far)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Kebakaran gudang pestisida di kawasan pergudangan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tak hanya menyisakan puing dan...
NewsRabu, 11 Februari 2026
News - Sobat Youtz, kabar duka datang dari salah satu Wakil presiden RI ke-9, Hamzah Haz yang dinyatakan mening...
NewsRabu, 24 Juli 2024
News – Kondisi terkini yang mengakibatkan rumah hancur di Jalan Talas II, Kelurahan Pondok Cabe Hilir, Kecamata...
NewsJumat, 12 September 2025
News - Selain terhamburnya gas air mata terhadap sejumlah siswa saat melakukan aktivitas belajar-mengajar, ribuan...
NewsRabu, 13 September 2023
News - Tengah viral, kasus pencatutan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dua anak Anies Baswedan dan mantan pegawai KPK ...
NewsKamis, 22 Agustus 2024
News - Ribuan pengemudi Ojek Online (Ojol) dari berbagai platform akan melakukan aksi mogok massal hari ini, Kami...
NewsKamis, 29 Agustus 2024
Penampilan musik tradisional Tong-tong merupakan salah satu budaya yang melekat pada kabupaten di ujung timur Pul...
NewsJumat, 04 Agustus 2023
Kasus dugaan keracunan yang menimpa puluhan siswa sekolah dasar di Duren Sawit, Jakarta Timur, membuka celah seri...
NewsSenin, 06 April 2026
News - Polemik antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan CEO Malaka Project, Ferry Irwandi, kian memanas. Setel...
NewsJumat, 12 September 2025
Kasus dugaan kekerasan seksual kembali mengguncang ruang akademik. Kali ini, sorotan tertuju pada lingkungan Faku...
NewsSelasa, 14 April 2026