Cara Mendeteksi Anak Terkena Bullying di Sekolah
Kamis, 20 November 2025
Pengunggah: Redaksi
Belakangan ini ramai kasus bullying atau perundungan di Indonesia, bahkan tak jarang korban bullying meninggal dunia. Bullying atau perundungan di sekolah adalah masalah yang sering kali tidak terlihat tetapi memiliki dampak yang sangat besar bagi anak. Anak yang mengalami bullying bisa mengalami gangguan emosional, psikologis, bahkan fisik yang berkelanjutan.
Banyak anak yang menjadi korban bullying seringkali tidak berani berbicara dan menyembunyikan apa yang mereka alami karena rasa takut atau malu. Oleh karena itu, sebagai orang tua, guru, atau orang dewasa di sekitar anak, sangat penting untuk mengenali tanda-tanda bahwa seorang anak mungkin sedang menjadi korban bullying. Berikut ini cara-cara mengenal ciri-ciri anak yang menjadi korban bully di sekolah.
Perubahan Perilaku yang Signifikan
Anak yang biasanya ceria dan bersemangat bisa tiba-tiba menjadi pendiam, cemas, atau murung. Mereka mungkin mulai menarik diri dari lingkungan sosialnya, menjadi lebih tertutup, dan tampak enggan berbicara tentang apa yang terjadi di sekolah.
Jika anak sering mengeluh tentang tidak ingin pergi ke sekolah atau menunjukkan ketidakantusiasan untuk kegiatan yang sebelumnya ia nikmati, ini bisa menjadi indikasi bahwa ia mengalami masalah di sekolah, termasuk kemungkinan menjadi korban bullying.
Penurunan Prestasi Akademik
Korban bullying sering mengalami penurunan konsentrasi dan motivasi di sekolah. Mereka mungkin kesulitan fokus pada pelajaran karena tekanan emosional yang dialami. Hal ini dapat menyebabkan penurunan prestasi akademik secara tiba-tiba.
Anak yang dulunya berprestasi atau setidaknya memiliki nilai yang stabil bisa mengalami kemunduran dalam nilai-nilai mereka. Mereka mungkin merasa terisolasi atau kehilangan rasa percaya diri karena pembulian yang mereka alami, yang pada akhirnya berdampak pada kinerja akademik.
Perubahan Pola Tidur dan Makan
Korban bullying sering kali mengalami gangguan tidur atau perubahan pola makan. Mereka mungkin sulit tidur di malam hari karena merasa cemas, takut, atau tertekan oleh pengalaman yang mereka alami di sekolah. Akibatnya, mereka bisa menjadi lebih lelah dan lesu pada siang hari.
Perubahan pola makan juga bisa menjadi tanda, seperti kehilangan nafsu makan atau makan berlebihan sebagai cara untuk mengatasi stres. Jika anak menunjukkan perubahan ini tanpa alasan medis yang jelas, ada baiknya kamu mulai memperhatikan kemungkinan adanya masalah sosial seperti bullying di sekolah.
Tanda-Tanda Fisik Tanpa Alasan Jelas
Anak yang menjadi korban bullying fisik mungkin sering pulang dengan luka, memar, atau pakaian robek tanpa memberikan penjelasan yang memadai. Mereka mungkin berusaha menutupi apa yang sebenarnya terjadi dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal atau bahkan diam ketika ditanya.
Jika anak sering mengalami cedera fisik yang tidak jelas penyebabnya dan tampak takut untuk berbicara tentang hal tersebut, ini bisa menjadi indikasi bahwa mereka sedang mengalami kekerasan fisik di sekolah dari teman-temannya.
Menarik Diri dari Kegiatan Sosial
Anak-anak yang dibully sering kali merasa malu dan tidak percaya diri, sehingga mereka mulai menjauh dari interaksi sosial. Mereka mungkin berhenti bermain dengan teman-temannya, menghindari acara-acara sekolah, atau menolak untuk ikut serta dalam kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan banyak orang.
Jika anak tampak lebih memilih menghabiskan waktu sendirian dan cenderung menghindari pergaulan, ini bisa menjadi tanda bahwa mereka sedang merasa tertekan oleh situasi di sekolah. Perasaan takut atau cemas terhadap pembuli sering membuat korban memilih untuk mengisolasi diri.
Penulis : Anna. L
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Kesehatan - World Health Organization (WHO) menghimbau kepada seluruh warga China untuk memakai masker kembali. ...
HealthKamis, 23 November 2023
Kesehatan - Kesehatan merupakan aspek penting dalam kehidupan setiap individu.Dalam beberapa tahun terakhir, kesa...
HealthRabu, 10 Juli 2024
Kesehatan - Juru bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril, mengatakan dari 3.176 rumah sakit nasional, 3.06...
HealthKamis, 23 Mei 2024
Kesehatan - Sobat Youtz! Tanggal 12 September kemarin, kita baru saja memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut...
HealthRabu, 20 September 2023
Kesehatan - Sobat pasti sudah pernah dengar mengenai leukimia yang merupakan kanker sel darah ganas yang dapat me...
HealthSabtu, 25 Mei 2024
Kesehatan - Sobat Youtz, ngga kerasa ya sekarang kita sedang menuju pertengahan tahun 2024, dan sadar nggak sih,...
HealthJumat, 03 Mei 2024
Kesehatan - Sobat youtz pernah di posisi seakan hidup ini tiada artinya? Merasa hidup nggak guna, sulit berintera...
HealthRabu, 26 Juli 2023
Kesehatan - Pada bulan Ramadhan, makan saat sahur adalah kegiatan rutin bagi umat Muslim.Sahur sendiri merupakan ...
HealthSelasa, 26 Maret 2024
Kesehatan - Sobat Youtz, kamu tahu nggak sih kalau baru-baru ini masyarakat Israel tengah diserang penyakit infek...
HealthJumat, 05 Juli 2024
Kesehatan - Sobat youtz, pernah dengar nggak sih nama zat aktif bakuchiol pada sediaan skincare? Biasanya zat ini...
HealthMinggu, 10 Desember 2023