Pendaki Hilang, Jalur Bukit Mongkrang Ditutup untuk Pemulihan dan Evaluasi Keselamatan

Sabtu, 31 Januari 2026

1920

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber: Gapura selamat datang di Pendakian Bukit Mongkrang

Aktivitas pendakian di kawasan Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, akan ditutup sementara selama bulan Ramadhan. Penutupan ini dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya pemulihan jalur pendakian sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan, menyusul peristiwa pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan tersebut.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan bahwa setiap kejadian di kawasan wisata alam harus menjadi pelajaran penting, khususnya dalam menjamin keselamatan pengunjung. Ia bahkan turun langsung mengawal proses pencarian pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang saat mendaki Bukit Mongkrang.

Pada Rabu (28/1/2026), Sumarno bersama ratusan personel tim SAR gabungan memulai pencarian dari basecamp pendakian Mongkrang. Menurutnya, evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap prosedur pencarian, tetapi juga kondisi jalur pendakian yang dinilai perlu pembenahan.

“Ke depan, jalur pendakian perlu diperbaiki, mulai dari penataan ulang jalur, penambahan tanda-tanda, hingga penguatan aspek keselamatan,” ujar Sumarno dalam keterangan tertulis yang dikutip dari kompas.com

Ia menjelaskan, selama proses pencarian berlangsung, vegetasi di kawasan Mongkrang terdampak akibat penyisiran intensif oleh tim SAR. Kondisi tersebut membuat kawasan memerlukan waktu pemulihan agar kembali aman untuk aktivitas pendakian.

“Kami sudah berdiskusi untuk sementara waktu menghentikan aktivitas pendakian, kemungkinan selama bulan puasa, karena vegetasi saat ini perlu pemulihan,” katanya.

Selain faktor lingkungan, Sumarno juga menyoroti tingginya minat masyarakat untuk mendaki Bukit Mongkrang. Bahkan, laporan yang diterima menunjukkan bahwa kawasan ini kerap dikunjungi oleh pendaki usia muda, termasuk anak-anak. Menurutnya, tingginya animo harus diimbangi dengan pengelolaan jalur yang aman dan terstandar.

“Kami menerima laporan bahwa minat masyarakat sangat tinggi. Karena itu, aspek keselamatan harus benar-benar menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Selama masa penutupan, Pemprov Jawa Tengah bersama pengelola kawasan dan instansi terkait akan melakukan evaluasi serta penataan ulang jalur pendakian. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan dan kenyamanan pendaki ketika jalur kembali dibuka.

Sumarno menegaskan, kehadirannya di lokasi pencarian merupakan bentuk tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, mengingat kawasan Mongkrang berada di bawah pengelolaan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah dan korban merupakan warga Jawa Tengah.

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi cuaca ekstrem menjadi tantangan besar dalam proses pencarian. Hujan dan angin kencang di bagian atas kawasan pendakian membuat tim drone dan vertical rescue belum dapat bekerja secara maksimal.

“Kondisi hari ini cukup ekstrem, hujan dan angin kencang membuat pergerakan tim terbatas,” tuturnya.

Meski demikian, Sumarno tetap optimistis. Sejumlah petunjuk yang ditemukan di lapangan masih memberikan harapan, sehingga operasi pencarian diputuskan untuk diperpanjang selama tiga hari ke depan.

“Mudah-mudahan dengan dukungan drone dan kerja keras seluruh tim, area pencarian bisa dipantau lebih luas dan korban dapat segera ditemukan,” ujarnya.

Penulis : Radhwa Larasati Tetuko

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait