Foto Jaman Dulu yang Menggambarkan Dahsyatnya Bencana Alam di Abad ke-20

Jumat, 01 Agustus 2025

3310

Pengunggah: Alexandria Febyola Christyana

gambar-utama
Foto: Bencana alam abad ke-20 (Ayo Bandung).

Travel — Sejarah mencatat bahwa bencana alam pernah terjadi di abad ke-20. Mulai dari gelombang laut yang menelan kota, hingga tanah yang berguncang dan meruntuhkan ribuan bangunan, abad ke-20 menyaksikan deretan bencana alam paling dahsyat yang merenggut jutaan nyawa dan meninggalkan luka kolektif dalam sejarah umat manusia.

Pada 28 Desember 1908, gempa bumi berkekuatan besar mengguncang Selat Messina, Italia. Gelombang tsunami menyusul beberapa saat kemudian, meluluhlantakkan kota Messina dan Reggio Calabria.

Sekitar 90% bangunan runtuh dan korban jiwa mencapai 75.000 hingga 82.000 orang, menjadikannya gempa paling mematikan dalam sejarah Eropa.

Tiga dekade sebelumnya, 8 September 1900, badai Kategori 4 menghantam Galveston, Texas. Lebih dari 3.600 bangunan hancur dan antara 6.000 hingga 12.000 jiwa dinyatakan meninggal dunia. Hingga kini, badai itu tercatat sebagai bencana alam paling mematikan di sejarah Amerika Serikat.

Asia pun tak luput. Gunung Kelud di Indonesia meletus hebat pada 1919. Semburan lumpur panas dari kawahnya menyapu desa-desa, menewaskan lebih dari 5.000 jiwa.

Sementara itu, banjir Sungai Yangtze-Huai tahun 1931 di Tiongkok menelan korban lebih dari 400 ribu orang, menjadikannya salah satu tragedi kemanusiaan terbesar.

Masih dari Tiongkok, kota industri Tangshan luluh lantak pada 1976 oleh gempa yang menewaskan sekitar 242.000 jiwa. Di Armenia, gempa 1988 memporakporandakan Spitak dan daerah sekitarnya, membunuh sekitar 25.000 orang saat musim dingin mulai tiba.

Bencana juga mencatat tragedi demi tragedi di Jepang, Gempa Kantō tahun 1923 menewaskan 142.000 orang, sebagian besar akibat kebakaran hebat pascagempa. Kota Kobe ikut terkena pukulan serupa pada 1995 dengan lebih dari 5.000 korban jiwa dan infrastruktur modern yang runtuh.

Bangladesh dihantam siklon besar pada April 1991 yang menyapu pesisir Chittagong, menewaskan sekitar 138.000 jiwa. Badai besar juga melanda Andhra Pradesh, India, pada 1977, menenggelamkan ratusan desa dan menewaskan hingga 10.000 orang.

Dari Turki (saat itu wilayah Utsmaniyah) hingga Argentina, bencana alam terus mencatat sejarah panjang penderitaan umat manusia. Kota San Juan hancur akibat gempa tahun 1944, menewaskan sekitar 10.000 orang dan turut membawa nama Juan Perón ke panggung politik nasional.

Kumpulan foto-foto dokumentasi dari masa itu menjadi bukti abadi kedahsyatan murka alam dan rapuhnya peradaban manusia di hadapan kekuatan bumi.

 

(Ale/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait