Geram Lihat Kelakuan Gus Elham, Rais Aam PBNU Minta Aparat Bertindak
Minggu, 16 November 2025
Pengunggah: Redaksi
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar akhirnya buka suara terkait tindakan ulama muda asal Kediri, Elham Yahya Luqman atau Gus Elham, yang tengah menjadi sorotan publik. Video yang memperlihatkan Elham mencium anak-anak perempuan saat berdakwah memicu kecaman luas, termasuk dari pimpinan NU tersebut.
Dengan nada tajam, Miftach menilai apa yang dilakukan Elham bukan hanya tidak pantas, tetapi juga mencoreng nilai dakwah yang seharusnya mengajarkan keteladanan. Ia menyebut tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.
“Dakwah macam apa seperti itu? Kelakuannya itu mencium-cium, merusak itu. Tidak boleh muncul lagi. Bila perlu diberi sanksi yang menjerakan,” ucap Miftach dengan tegas di UINSA Surabaya, Kamis (13/11) yang dikutip dari cnn.indonesia.com.
Menurutnya, penyimpangan yang terjadi seperti saat ini harus segera dihentikan agar tidak menjadi contoh buruk bagi publik, terlebih karena melibatkan anak-anak. Miftach menambahkan bahwa meski PBNU memiliki mekanisme sanksi, ruang geraknya terbatas pada aspek administratif. Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah tegas.
“Yang berwajib harus menjemput bola. Kalau NU sanksinya administrasi,” ujarnya.
Kasus ini sekaligus menjadi alarm untuk dunia dakwah. Miftach mengungkapkan bahwa PBNU telah membentuk tim satuan tugas (satgas) untuk mengawasi praktik dakwah di lapangan, terutama yang berpotensi melampaui batas etika. Satgas ini diharapkan dapat menjadi garda depan dalam memastikan kegiatan dakwah berjalan sesuai nilai agama dan norma sosial yang berlaku.
Di sisi lain, Elham Yahya akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah videonya viral dan menuai reaksi keras. Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa tindakannya merupakan kekhilafan dan tidak seharusnya dilakukan, terutama di ruang publik.
“Dengan penuh kerendahan hati, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat. Saya mengakui bahwa hal tersebut merupakan kekhilafan dan kesalahan saya pribadi,” kata Elham, Rabu (12/11) yang dikutip dari cnn.indonesia.com.
Ia juga menegaskan akan menjadikan momen ini sebagai pelajaran penting agar lebih berhati-hati dalam berdakwah serta menjaga etika, terlebih ketika berinteraksi dengan jamaah yang masih di bawah umur.
“Saya berkomitmen memperbaiki diri dan menyampaikan dakwah dengan cara yang lebih bijak, sesuai dengan norma agama, etika, dan budaya bangsa,” lanjutnya.
Publik kini menunggu tindak lanjut aparat atas desakan PBNU, sekaligus berharap langkah ini dapat menjadi titik balik untuk memperkuat batasan dan etika dalam dunia dakwah modern. Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap bentuk penyimpangan, sekecil apa pun, dapat berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap tokoh agama dan institusi dakwah itu sendiri.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News – Jurnalis Indonesia, Patsy Widakuswara, kembali jadi sorotan publik international usai menggugat Donald T...
NewsRabu, 27 Agustus 2025
Sorak sorai Istora Gelora Bung Karno seolah menemukan tokohnya sendiri pada Minggu (25/1) sore. Di tengah atmosfe...
NewsSenin, 26 Januari 2026
Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengangkutan dan pengelolaan sampah di Kota Tangerang Selatan kembali memb...
NewsSelasa, 20 Januari 2026
News – Pemerintah resmi menetapkan tanggalb18 Agustus 2025, sebagai hari libur nasional. Keputusan tersebut diu...
NewsJumat, 01 Agustus 2025
News – Menteri Koordinator Bidang Politik, dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan secara resmi mengajukan tam...
NewsSenin, 07 Juli 2025
Praktik parkir yang diduga ilegal di kawasan POIN Square, Lebak Bulus, kembali memantik sorotan publik. Kali ini,...
NewsSelasa, 21 April 2026
News - Ramai di Media Sosial (Medsos) X, Melki Sedek Huang Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia...
NewsSelasa, 19 Desember 2023
News – Selama 12 tahun, seorang guru honorer di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, harus bertahan hi...
NewsSelasa, 13 Mei 2025
Bogor - Aksi tawuran yang dilakukan oleh Dua kelompok pelajar di Jalan Raya Salabenda Bogor, Tanahsareal, Kota Bo...
NewsRabu, 12 Juni 2024
News - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggalu kasus korupsi dana operasional kepala daerah Papua. Yang...
NewsSenin, 16 Juni 2025