Yani, Si Anak Penjual Nasi Goreng Bisa Kuliah S2 di Harvard

Kamis, 17 April 2025

3895

Pengunggah: Anna Lutfhiah

gambar-utama
Yani, Si Anak Penjual Nasi Goreng (Mashable Indonesia).

Inspiratif – Tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Ahmad Yani (23), pemuda asal Kampung Gunung Batu, Desa Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten, bahwa namanya akan tercantum sebagai mahasiswa pascasarjana di Harvard Graduate School of Education, jurusan Human Development and Education.

Pengumuman kelulusan Yani dikonfirmasi langsung oleh pihak universitas pada 7 Maret 2025. Ia lolos melalui jalur beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Tidak pernah terpikir akan diterima di Harvard. Saya bangga, begitu juga orang tua dan keluarga,” ungkap Yani kepada media, Selasa (15/4/2025).

Anak dari pasangan Rokhayah dan Adroni merupakan orang tua yang berprofesi sebagai petani sekaligus pedagang nasi goreng di Alun-alun Cibaliung.

Yani tumbuh dengan keterbatasan, namun tidak pernah kehilangan semangat untuk menuntut ilmu. Sang kakak bahkan memilih berhenti kuliah agar Yani bisa melanjutkan pendidikan di Universitas Udayana, Bali.

Di kampus tersebut, Yani awalnya mengambil jurusan Agribisnis. Namun pada semester empat, ia beralih fokus pada isu pendidikan dan pemberdayaan masyarakat desa. Perubahan minat itu membawanya mendirikan Leuweung Hub Foundation pada 2022, sebuah gerakan pendidikan non-formal yang kini telah membantu lebih dari 280 pelajar desa mendapatkan beasiswa ke jenjang S1, baik di dalam maupun luar negeri.

Melalui program Duta Inisiatif Indonesia, ia juga mengajak lebih dari 41.000 anak muda dari 34 provinsi untuk terlibat aktif dalam isu pendidikan dan pembangunan berkelanjutan.

Ketertarikan Yani pada Harvard tumbuh dari kisah-kisah para peraih beasiswa yang ia ikuti di media sosial. Ia pun menekuni berbagai seminar dan riset mandiri melalui situs resmi kampus.

Jalan menuju Harvard tak mudah. Selain tantangan ekonomi dan waktu, ia sempat menjalani operasi pengangkatan tumor. Namun semua itu ia lewati dengan tekad dan semangat belajar yang tak luntur.

Tak hanya unggul di bidang pendidikan, Yani juga mencetak prestasi di level internasional. Pada 2022, ia meraih Medali Perak dalam kompetisi inovasi di Kroasia melalui produk herbal Ecobestea, teh racikan lokal yang mendukung fungsi otak dan daya tahan tubuh.

Sebelum mulai perkuliahan di Harvard pada 5 Juni 2025, Yani akan mengikuti program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) Academic Fellowship di Northern Arizona University, Amerika Serikat, pada 17 April hingga 22 Mei 2025.

Di sana, ia akan belajar bersama pemuda se-Asia Tenggara mengenai pengembangan proyek sosial berbasis komunitas.

“Setiap anak desa berhak bermimpi besar. Saya ingin buktikan bahwa takdir bisa diubah, dan anak dari pelosok pun bisa bersaing di panggung dunia,” tutupnya.

 

(Ann/Far)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait