Kenapa Hari Senin Banyak Orang Kena Serang Jantung? Begini Studi Ilmiahnya
Senin, 25 September 2023
Pengunggah: Redaksi
Kesehatan - Setelah melepaskan lelah di akhir pekan, banyak diantara sobat youtz yang bakal dihadapkan dengan kerjaan baru di hari senin. Tapi tahukah sobat, di hari senin banyak orang kenak serangan jantung loh. Kok bisa? Apa karena efek dari memulai kerjaan lagi?
Begini, menurut penelitian baru yang dipresentasikan pada konferensi British Cardiovascular Society (BCS) di Manchester, serangan jantung serius lebih mungkin terjadi pada hari Senin dibandingkan hari-hari lainnya dalam seminggu.
Penelitian yang dilakukan oleh dokter dari Belfast Health and Social Care Trust dan Royal College of Surgeons di Irlandia ini, meneliti catatan 10.528 pasien yang dirawat di seluruh pulau Irlandia. Ini termasuk Republik Irlandia dan Irlandia Utara.
Lebih lanjut, pasien-pasien ini dirawat antara tahun 2013 dan 2018 karena jenis serangan jantung paling parah, yang dikenal sebagai infark miokard elevasi segmen ST (STEMI).
Hal ini terjadi ketika arteri koroner utama, yang memasok darah ke jantung kita, dan menjadi tersumbat sepenuhnya. Tanpa perawatan darurat, STEMI bisa berakibat fatal.
Tak hanya itu, dikutip dari laman BHF.org.UK, tindakan ini biasanya melibatkan angioplasti darurat dan pemasangan stent. Itu merupakan prosedur untuk membuka kembali arteri koroner yang tersumbat dan mengalirkan darah ke jantung kembali.
Para peneliti juga menemukan ada peningkatan signifikan dalam tingkat serangan jantung STEMI pada awal minggu kerja, dengan tingkat tertinggi pada hari Senin sebesar 13 persen.
Mereka juga melihat tingkat STEMI yang lebih tinggi dari perkiraan pada hari Minggu. Meski begitu, alasan di balik efek 'Blue Monday' ini belum diketahui pasti.
Penelitian sebelumnya yang menunjukkan kemungkinan lebih besar terjadinya serangan jantung pada awal minggu menunjukkan adanya hubungan dengan ritme sirkadian tubuh, yang mengatur siklus tidur dan bangun kita.
"Kami telah menemukan korelasi statistik yang kuat antara awal minggu kerja dan kejadian STEMI. Hal ini telah dijelaskan sebelumnya tetapi tetap menimbulkan rasa ingin tahu," kata ahli jantung Dr Jack Laffan, yang memimpin penelitian di Belfast Health and Social Care Trust.
Dr Laffan juga mengatakan kemungkinan ini ada lebih dari satu penjelasan untuk menanggapi fenomena tersebut. Menurutnya, penyebabnya mungkin ada banyak faktor atau multifaktorial.
"Penyebabnya kemungkinan besar bersifat multifaktorial, namun berdasarkan apa yang kita ketahui dari penelitian sebelumnya, masuk akal untuk mengasumsikan adanya elemen sirkadian," pungkasnya.
(Frq/Tra)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Kesehatan — Memasuki tahun ke-60, Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang diperingati setiap 12 November, menjadi mo...
HealthSelasa, 12 November 2024
Health - Seorang bayi berusia delapan bulan di Bekasi harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) usai mengo...
HealthJumat, 14 Maret 2025
Indonesia menghadapi masalah lingkungan yang cukup serius, terutama terkait dengan pencemaran plastik di lautan d...
HealthSenin, 27 Oktober 2025
Kesehatan - Sobat youtz, siapa yang merasa dirinya ngantukan terus dan sering menguap? Atau sobat youtz pernah n...
HealthKamis, 11 Januari 2024
Kesehatan - Sobat Youtz tahukah kamu, dalam laman resmi Kementerian Kesehatan Stunting merupakan bentuk kegagalan...
HealthJumat, 01 September 2023
Kesehatan - Pada laman instagram pribadi Alice Norin, aktris sekaligus model Indonesia, menyampaikan bahwa pada a...
HealthSenin, 26 Februari 2024
Kesehatan - Meski menuai polemik atas disahkannya Rancangan Undang-Undang Kesehatan (RUUK) oleh DPR RI, j...
HealthSenin, 17 Juli 2023
Kesehatan - Ozzy Osbourne, legenda musik metal yang dikenal sebagai vokalis Black Sabbath, mengalami kesulitan be...
HealthRabu, 12 Februari 2025
Kesehatan - Sobat youtz! Baru-baru ini lagi heboh soal virus nipah yang berasal dari India. Virus nipah ini dikab...
HealthSenin, 02 Oktober 2023
News – Pemerintah akan meluncurkan program cek kesehatan gratis mulai 10 Februari 2025 dengan target penerima m...
HealthRabu, 05 Februari 2025