Sustainability Fashion dari Kampung Perca: Mengubah Limbah Jadi Karya SDGs
Selasa, 26 November 2024
Pengunggah: Syifa Rachmania Suryana
Edukasi – Di tengah maraknya isu lingkungan yang menekan industri fashion global, sebuah inisiatif dari Kampung Perca di Kelurahan Sindangsari, Kota Bogor, hadir dengan solusi kreatif yang menginspirasi.
Desa wisata tematik ini berhasil memanfaatkan limbah kain perca menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, sekaligus mendukung gerakan sustainability fashion.
Industri fashion telah lama menjadi sorotan sebagai salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia.
Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), industri ini bertanggung jawab atas 2% hingga 8% dari total emisi karbon global, setara dengan 9,6 juta ton karbon dioksida. Limbah tekstil seperti poliester bahkan membutuhkan waktu hingga 200 tahun untuk terurai, memperburuk polusi lingkungan.
Namun, Kampung Perca memberikan harapan baru dengan pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan.
Dengan memanfaatkan kain perca—limbah sisa potongan tekstil yang sering dianggap tak berguna kemudian disulap jadi beragam produk, seperti tas, dompet, dan dekorasi rumah.
Selain mengurangi limbah tekstil, inisiatif ini juga menciptakan lapangan kerja bagi warga setempat, memperkuat ekonomi lokal, dan mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.
"Alhamdulillah, dengan adanya Kampung Perca ini, limbah-limbah kain perca sisa potongan jahitan sangat bermanfaat. Bisa dijadikan peralatan rumah tangga," ujar Romlah, salah satu penjahit di Kampung Perca.
Inisiatif ini juga berkontribusi pada target pembangunan berkelanjutan (SDGs), seperti pengurangan emisi gas rumah kaca dan peningkatan komunitas peduli lingkungan.
Kota Bogor, melalui Kampung Perca, kini menjadi salah satu pionir dalam pengelolaan limbah tekstil secara inovatif di Indonesia.
Dengan pendekatan lokal yang memberikan dampak global, Kampung Perca membuktikan bahwa keberlanjutan bukan hanya sekadar tren, tetapi sebuah gerakan yang membawa perubahan nyata bagi ekosistem dan kehidupan manusia.
(Rah/Far)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Edukasi - Halo, Sobat Youtz! Siapa yang sudah menyiapkan hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha nanti?Tapi, Tahu ...
EducationSabtu, 15 Juni 2024
Edukasi - Sobat Youtz, tahu nggak sih apa hubungan diplomatik itu? Hubungan diplomatik merupakan suatu hubungan y...
EducationKamis, 16 Mei 2024
Olahraga - Sobat Youtz, kelompok lansia atau lanjut usia terhitung sejak seseorang memasuki usia 60 tahun ke atas...
EducationSenin, 13 November 2023
Edukasi - Sobat youtz, kamu masih sering minum jamu nggak sih? Kalo iya, jamu apa yang masih sering kamu minum sa...
EducationJumat, 22 Desember 2023
Sobat youtz, kamu merasa nggak sih, kalau akhir-akhir ini cuaca di Indonesia panas banget? Saking panasnya, banya...
EducationKamis, 16 Oktober 2025
Pendidikan - Para Wali Murid di salah satu SMA di Tulungagung Jawa Timur ramai mengeluhkan soal mahalnya ...
EducationSabtu, 22 Juli 2023
Edukasi - 21 Januari ada momen menarik yang selalu diperingati oleh khalayak umum baik secara nasional maupun int...
EducationSelasa, 21 Januari 2025
Education — Nama Xaviera Putri kembali jadi sorotan publik setelah tampil sebagai host dalam acara televisi Kor...
EducationMinggu, 29 Juni 2025
Edukasi - sebagai platform edukasi terdepan di Indonesia, Ruangguru kembali menghadirkan program inspiratif bagi ...
EducationMinggu, 14 Juli 2024
Edukasi - Sobat Youtz pasti pernah mengalami ngerjain skripsi sampai lulus dan wisuda dan hal itu menjadi momen y...
EducationMinggu, 15 Oktober 2023