PBSI Pasang Target Besar untuk Dejan/Apri, Duet Baru Bukan Sekadar Eksperimen

Kamis, 09 Juli 2026

55

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber gambar: Pebulutangkis perempuan asal Indonesia, Apriyani Rahayu

Perombakan di Pelatnas PBSI kembali menghadirkan kejutan. Kali ini, keputusan besar datang dari Apriyani Rahayu. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu resmi meninggalkan sektor ganda putri untuk memulai babak baru di ganda campuran bersama Dejan Ferdinansyah.
Langkah tersebut bukan sekadar rotasi pemain atau upaya mencari alternatif pasangan. PBSI memastikan duet Dejan/Apri dibentuk dengan perhitungan matang dan dibebani target kompetitif untuk bersaing di level internasional.

Pelatih kepala ganda campuran, Rionny Mainaky, menegaskan bahwa keputusan memasangkan Dejan dengan Apriyani lahir dari proses diskusi lintas sektor. Usulan awal datang dari Dejan yang ingin berduet dengan Apri, kemudian dibahas bersama jajaran pelatih hingga mendapat persetujuan dari bidang pembinaan dan prestasi.

"Pasangan ini bukan coba-coba karena memang Dejan juga bukan kelas yang sembarangan. Dia sudah bisa dan sudah pernah bersaing di level atas. Jadi saya anggap kita punya peluang," ujar Rionny.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa PBSI melihat kombinasi pengalaman Apriyani dan kualitas Dejan sebagai modal untuk memperkuat sektor ganda campuran yang dalam beberapa tahun terakhir terus mencari pasangan elite yang mampu bersaing secara konsisten di turnamen dunia.

Apriyani sendiri sudah menjalani latihan bersama sektor ganda campuran sejak 22 Juni 2026. Menurut Rionny, proses adaptasi berjalan positif berkat karakter Apri yang dikenal disiplin, pekerja keras, dan memiliki mental bertanding yang kuat.

Modal teknik Apriyani di sektor ganda putri juga dinilai menjadi keuntungan tersendiri. Kemampuan mengontrol permainan dari area belakang lapangan dianggap sesuai dengan kebutuhan pola permainan ganda campuran modern yang semakin mengandalkan fleksibilitas kedua pemain.

Rionny mengaku pernah menyaksikan langsung perjuangan Apriyani saat membawa Indonesia meraih emas Olimpiade Tokyo. Pengalaman itu menjadi alasan dirinya optimistis Apri mampu kembali membangun prestasi di sektor yang berbeda.

Bagi Dejan, kehadiran Apriyani juga menjadi kesempatan untuk kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain papan atas. Selama ini, Dejan telah beberapa kali tampil kompetitif di level internasional. Kini, tantangan berikutnya adalah membangun chemistry baru bersama salah satu pebulu tangkis paling berpengalaman yang dimiliki Indonesia.

Duet Dejan/Apri dijadwalkan menjalani debut pada Taipei Open 2026 yang berlangsung pada 28 Juli hingga 2 Agustus. Turnamen tersebut akan menjadi ujian awal untuk melihat sejauh mana proses adaptasi keduanya mampu diterjemahkan menjadi performa di lapangan.

Di sisi lain, perubahan ini juga memunculkan efek domino di sektor lain. Lanny Tria Mayasari untuk sementara kehilangan pasangan setelah ditinggal Apriyani, sementara Bernadine Anindya Wardana akan membentuk pasangan baru bersama Verrell Yustin Mulia dan turut menjalani debut di Taipei Open.

Keputusan memindahkan seorang peraih emas Olimpiade ke sektor berbeda tentu bukan tanpa risiko. Namun, langkah berani ini menunjukkan PBSI tidak sekadar mempertahankan status quo, melainkan mencoba membangun kombinasi baru yang dinilai memiliki prospek jangka panjang.

Kini, sorotan tidak lagi tertuju pada alasan di balik perubahan tersebut, melainkan pada pembuktian di lapangan. Dengan target yang sudah dipasang sejak awal, Dejan/Apri dituntut menunjukkan bahwa duet ini memang dibentuk untuk menghasilkan prestasi, bukan sekadar menjadi eksperimen dalam proses regenerasi bulu tangkis Indonesia.

Penulis : Radhwa Larasati Tetuko

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait