Jelang Taipei Open 2026, PBSI Racik Formasi Baru demi Meningkatkan Daya Saing

Jumat, 03 Juli 2026

75

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber gambar: Dejan Ferdinansyah bakal berpasangan dengan Apriyani Rahayu pada Taipei Open 2026 dan Bernadine Anindya Wardana (kiri) dapat pasangan baru.

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kembali melakukan langkah strategis dalam upaya meningkatkan daya saing atlet nasional di level internasional. Menjelang bergulirnya Taipei Open 2026 pada Juli mendatang, PBSI resmi memperkenalkan komposisi pasangan baru di sektor ganda campuran dengan memasangkan Dejan Ferdiansyah bersama Apriyani Rahayu.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun media sosial resmi PBSI dan langsung menarik perhatian pencinta bulu tangkis Indonesia. Pasalnya, keputusan ini menandai perubahan peran bagi Apriyani Rahayu yang selama ini lebih dikenal sebagai spesialis ganda putri.

Sebelum dipasangkan dengan Apriyani, Dejan Ferdiansyah berduet dengan Bernadine Anindya Wardana di nomor ganda campuran. Sementara itu, Apriyani sempat membangun chemistry bersama Lanny Tria Mayasari di sektor ganda putri. Kini, PBSI memutuskan mengalihkan fokus Apriyani ke nomor ganda campuran, sekaligus mengakhiri duetnya bersama Lanny.

Keputusan tersebut bukan sekadar pergantian pasangan, melainkan bagian dari strategi pembinaan yang bertujuan mencari kombinasi paling kompetitif menghadapi padatnya kalender turnamen internasional. Dalam dunia bulu tangkis modern, rotasi pasangan menjadi salah satu pendekatan yang kerap dilakukan untuk menemukan kecocokan karakter bermain, memperkuat variasi taktik, serta meningkatkan peluang meraih prestasi.

Memasangkan Dejan yang dikenal memiliki permainan depan net yang agresif dengan Apriyani yang kaya pengalaman dan bermental juara merupakan eksperimen menarik. Pengalaman Apriyani tampil di berbagai turnamen besar diharapkan mampu memberikan stabilitas sekaligus meningkatkan kepercayaan diri pasangan baru tersebut ketika menghadapi lawan-lawan elite dunia.

Di sisi lain, perubahan ini juga menghadirkan tantangan. Adaptasi menjadi faktor utama yang harus segera diselesaikan mengingat waktu persiapan menuju Taipei Open 2026 relatif singkat. Kekompakan, komunikasi, pola rotasi, hingga pembagian peran di lapangan menjadi aspek yang akan menentukan keberhasilan duet baru ini.

Langkah PBSI menunjukkan bahwa regenerasi dan inovasi tidak selalu berarti menghadirkan pemain baru, tetapi juga berani mengevaluasi komposisi pasangan demi memperoleh performa terbaik. Kebijakan seperti ini memang mengandung risiko, namun juga membuka peluang lahirnya pasangan yang mampu bersaing secara konsisten di level internasional.

Taipei Open 2026 pun akan menjadi panggung pembuktian pertama bagi duet Dejan Ferdiansyah dan Apriyani Rahayu. Lebih dari sekadar debut, turnamen ini akan menjadi tolok ukur apakah strategi baru PBSI mampu menghasilkan pasangan yang kompetitif dan memperkuat posisi Indonesia di sektor ganda campuran dalam persaingan bulu tangkis dunia.

Penulis : Radhwa Larasati Tetuko

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait