Duo Tuan Rumah Soroti Ciri Khas Permainan Ganda Putra Indonesia di Singapore Open 2026

Sabtu, 30 Mei 2026

235

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Sumber gambar: Sabar Karyaman Gutama / Moh Reza Pahlevi Isfahani yang dipuji atas aksi mereka setelah menang di babak pertama Singapore Open 2026

Dominasi ganda putra Indonesia kembali menjadi sorotan di ajang Singapore Open 2026. Kali ini, pasangan independen Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani sukses menunjukkan kualitas permainan khas Indonesia saat menyingkirkan wakil tuan rumah, Wesley Koh/Junsuke Kubo, pada babak 32 besar.
Bertanding di Singapore Indoor Stadium, Selasa (26/5/2026), Sabar/Reza menang meyakinkan lewat dua gim langsung dengan skor 21-14 dan 21-12. Kemenangan itu sekaligus memupus harapan publik Singapura yang hanya memiliki satu wakil di hari pertama turnamen Super 750 tersebut.

Namun lebih dari sekadar hasil pertandingan, laga itu meninggalkan kesan mendalam bagi pasangan Singapura. Junsuke Kubo secara terbuka mengakui kualitas permainan Sabar/Reza yang dinilainya sangat sulit diantisipasi, terutama dalam penguasaan tiga pukulan pertama setelah servis.

“Tidak mudah bermain melawan pemain peringkat tujuh dunia,” ujar Kubo seperti dikutip dari Straits Times.

Menurutnya, kekuatan utama pasangan Indonesia terletak pada pola permainan agresif dan cepat sejak awal reli. Servis, pengembalian servis, hingga pukulan ketiga menjadi titik krusial yang membuat lawan langsung berada dalam tekanan.

“Tiga pukulan pertama mereka lebih menentukan dan mengancam daripada pukulan kami. Karena itu mereka bisa mengendalikan jalannya permainan setelahnya,” kata Kubo.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana identitas permainan ganda putra Indonesia masih menjadi standar tersendiri di level dunia. Permainan cepat, tajam di area depan net, dan kemampuan merebut inisiatif sejak servis selama ini memang menjadi ciri khas yang melekat pada tradisi ganda putra Merah Putih.

Sentuhan pelatih Hendra Setiawan juga dinilai memberi pengaruh besar terhadap perkembangan Sabar/Reza. Peraih emas Olimpiade dan mantan juara dunia empat kali itu dianggap berhasil menanamkan ketenangan sekaligus efektivitas pola permainan khas Indonesia kepada pasangan independen tersebut.

Di sisi lain, kemenangan ini juga menjadi penanda kebangkitan Sabar/Reza setelah menjalani jadwal padat bersama tim Indonesia di Thomas Cup 2026. Reza bahkan mengungkapkan dirinya sempat mengalami sakit selama 10 hari sepulang dari Horsens, Denmark.

“Persiapan kami sebenarnya tidak maksimal karena saya sempat sakit dan hanya punya waktu latihan sekitar satu minggu sebelum ke sini,” ujar Reza.

Meski demikian, pasangan non-pelatnas itu tetap mampu tampil solid dan disiplin menjalankan strategi permainan. Sabar pun mengapresiasi perlawanan Koh/Kubo yang dinilainya tampil cukup baik sepanjang pertandingan.

“Kami bersyukur bisa menang hari ini. Lawan bermain bagus, tetapi kami lebih fokus dan bisa menerapkan pola permainan dengan baik,” kata Sabar.

Kemenangan tersebut sekaligus mempertegas bahwa tradisi kuat ganda putra Indonesia belum luntur. Bahkan di tengah persaingan ketat sektor ganda dunia, pola permainan agresif dan dominan di tiga pukulan pertama masih menjadi senjata yang sulit ditandingi lawan-lawannya.

Penulis : Radhwa Larasati Tetuko

Editor : Tiara De Silvanita

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait