Bejat! Dinas Penjara Israel Siksa Tahanan Palestina dengan Penyakit Kudis
Kamis, 17 Oktober 2024
Pengunggah: Redaksi
Kesehatan - Tak henti-hentinya Israel menyerang Palestina, tidak hanya menjarah para penduduk lokal, melainkan tahanan Palestina yang ditangkap oleh Israel juga semakin parah siksaannya.
Hal tersebut mencuat usai perlakuan buruk Dinas Penjara Israel baru-baru ini diketahui menggunakan penyakit kudis sebagai alat penyiksaan terhadap tahanan Palestina.
Dalam laporan Klub Tahanan Palestina, kudis telah muncul sebagai salah satu masalah kesehatan paling signifikan yang memengaruhi narapidana.
Dampaknya pun terlihat jelas pada tubuh mereka saat dibebaskan.
"Tes medis telah mengonfirmasi mereka menderita masalah kesehatan lainnya sebagai akibat dari hal ini," kata kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan, dikutip Anadolu.
"Dinas Penjara menggunakan kudis sebagai sarana pelecehan dan penyiksaan, mengubah hak untuk mendapatkan perawatan medis selama puluhan tahun menjadi alat penyiksaan."
Lebih lanjut, kelompok ini memberikan penjelasan bahwa ada seorang tahanan yang tidak disebutkan namanya, yang baru saja dibebaskan dari Penjara Ramon Israel.
Tahanan tersebut melaporkan bahwa sipil di penjara mengklasifikasikan bagian tahanannya sebagai 'zombie' karena efek kudis pada tubuh mereka.
"Kebanyakan tahanan yang dibebaskan mengalami masalah kesehatan, termasuk masalah kronis yang memerlukan pemantauan medis lebih lanjut," ungkap kelompok itu.
Dari catatan Palestina, sejak 7 Oktober tahun lalu, jumlah warga Palestina dari Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang berada di bawah pendudukan Israel, yang ditahan telah melebihi 11.300 orang.
Sebagaimana diketahui, Kudis merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau kecil yang masuk ke dalam kulit, menyebabkan rasa gatal yang hebat dan iritasi.
Gejalanya meliputi ruam merah, luka akibat garukan, dan infeksi sekunder.
Dalam kondisi yang parah, kudis dapat menimbulkan kerusakan kulit yang serius dan masalah kesehatan jangka panjang.
Penyakit ini menyebar dengan cepat di tempat-tempat yang padat, seperti penjara.
Sebagai informasi, serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 42.400 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, sejak Oktober 2023.
(Far/Tir)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
News — Dugaan praktik penyewaan bilik asmara di Lapas Kelas II A Pamekasan, Jawa Timur, mencuat ke permukaan. S...
NewsJumat, 18 Juli 2025
News - Simpang siur terkait hancurnya nuklir Iran oleh Amerika Serikat (AS) ke tiga lokasi nuklir utama pada Mi...
NewsKamis, 26 Juni 2025
News - Sobat Youtz, Presiden dan wakil Presiden baru Republik Indonesia, baru saja resmi dilantik hari Minggu, 20...
NewsSenin, 21 Oktober 2024
Jakarta - Demi kelancaran Pemilihan umum (Pemilu), Pemerintah resmi menghentikan sementara penyaluran bantuan kep...
NewsRabu, 07 Februari 2024
News - Menteri Energi Israel, Eli Cohen, memerintahkan penghentian total pasokan listrik ke Jalur Gaza, Palestina...
NewsSenin, 10 Maret 2025
News - Sobat Youtz, setelah sempat diisukan bahwa Pemerintahan Prabowo-Gibran akan menambah jumlah kementerian da...
NewsSenin, 07 Oktober 2024
News - Demi mendukung perdamaian atas peperangan yang terjadi antara Israel dengan Palestina Majelis Ulama Indone...
NewsJumat, 17 November 2023
News - Hujan deras yang datang membasahi kawasan DKI Jakarta rupanya juga turut membanjiri beberapa titik wilayah...
NewsSenin, 05 Februari 2024
Hamparan hutan purba Papua selama ini dikenal sebagai salah satu benteng terakhir keanekaragaman hayati dunia. Di...
NewsSelasa, 12 Mei 2026
Harga cabai rawit merah kembali menyentuh level tinggi. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (...
NewsSelasa, 14 Juli 2026