Mencegah Child Grooming dengan Timun Mas

Senin, 29 Juli 2024

5465

Pengunggah: Tiara Cahyaningrum

gambar-utama
Foto: Tim Teman Timun PKM-RSH Universitas Pendidikan Indonesia (Dok/Pri)

Inspiratif - Tim Teman Timun PKM-RSH (Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora) Universitas Pendidikan Indonesia tengah melakukan riset menarik mengenai child grooming.

Menurut NSPCC, grooming merupakan upaya seseorang untuk membangun hubungan, kepercayaan, dan ikatan emosional dengan seorang anak atau remaja sehingga pelaku dapat memanipulasi, mengeksploitasi, dan melecehkan mereka.

Sistem informasi online perlindungan perempuan dan anak melaporkan 693 kasus kekerasan pada anak-anak berusia 6–12 tahun pada 24 Februari 2024.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga menyebutkan ada 859 kasus child grooming di Indonesia pada tahun 2021.

Selain itu, perkembangan teknologi juga membawa dampak negatif dan meningkatkan kasus child grooming

Hal ini dikarenakan child grooming yang dapat dilakukan melalui interaksi digital, dimana pelaku akan berpura-pura menjadi orang lain yang seumuran dengan calon korban untuk mengelabui dan membuat korban percaya kepada pelaku.

Melihat hal tersebut, dirasa perlu untuk melakukan tindakan untuk mencegah terjadinya fenomena tersebut.

Bersama dengan Rina Nurhudi sebagai dosen pembimbing, Ariq, Ghina, Fath, Fazira, dan Wulan mengadaptasi cerita rakyat Timun Mas yang dikemas dalam media komik sebagai sarana edukasi mengenai child grooming.

Timun mas sendiri merupakan salah satu bentuk cerita rakyat Indonesia yang sudah turun temurun, namun eksistensi dari cerita Timun Mas kian lama kian menurun. 

Maka dari itu,  pengadaptasian cerita Timun Mas dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk melestarikan cerita rakyat Indonesia. 

Interpretasi tokoh timun mas melawan buto ijo diadaptasi sebagai bentuk edukasi pada anak agar mampu melawan pelaku dan melindungi diri sendiri dari bahaya child grooming.

Melalui media komik Timun Mas ini, diharapkan dapat menarik minat belajar siswa karena adanya kombinasi gambar dan teks yang menarik serta penyajian materi melalui cerita. 

 

(Tcn/Tcn)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait