Belajar Bahasa Inggris ala Gen Z Bareng Hendra Wahyudi
Sabtu, 21 September 2024
Pengunggah: Wilna Liana Az Zahra
Inspiratif - Di era digital ini, belajar bahasa Inggris menjadi kebutuhan, terutama bagi generasi muda yang ingin bersaing di tingkat global.
Melalui sosok Hendra Wahyudi, konten kreator muda asal Madura, yang membagikan ilmunya melalui media sosial Instagram dengan pendekatan yang fresh, ia membawa gaya baru dalam mengajar bahasa Inggris kepada Gen Z.
Awal Mula di Dunia Edukasi
Hendra sapaan akrabnya, memulai perjalanannya sebagai konten kreator pada bulan puasa, tujuh bulan yang lalu. Meskipun latar belakang akademisnya adalah akuntansi, kecintaannya pada bahasa Inggris sudah dimulai sejak masa SMA, di mana ia tinggal di asrama yang mewajibkan penghuninya berbicara dalam bahasa Inggris.
Keputusan Hendra untuk fokus pada pengajaran bahasa Inggris datang dari pengalaman mengajarnya di masa lalu. “Aku suka ngajar sejak SMA, bahkan waktu itu aku ngajar anak-anak kecil sampai orang dewasa,” jelasnya.
Pengalaman ini membentuk keinginannya untuk membantu orang lain memahami bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan dan mudah diterima.
Gaya Pengajaran yang Unik
Sebagai bagian dari Gen Z, Hendra paham betul bagaimana cara berpikir dan gaya belajar generasi ini. Oleh karena itu, ia menggunakan gaya pengajaran yang sesuai dengan selera mereka.
“Aku mencoba membuat konten yang fun dan santai, supaya nggak ngebosenin. Aku pakai bahasa yang sehari-hari, mudah dimengerti,” kata Hendra.
Dengan cara ini, ia berhasil menciptakan hubungan yang erat dengan para pengikutnya, yang sebagian besar juga berasal dari kalangan Gen Z.
Konten-konten yang dibuat Hendra menekankan pentingnya penggunaan bahasa Inggris dalam keseharian, bukan hanya sekedar teori. Ia seringkali membahas hal-hal sederhana yang bisa diaplikasikan langsung oleh pengikutnya.
"Kuncinya adalah praktik. Bahasa itu harus dipakai, bukan cuma dipelajari," tegas Hendra.
Motivasi di Balik Kecintaannya Pendidikan
Salah satu hal yang menarik dari perjalanan Hendra adalah motivasi di balik kegiatannya sebagai pengajar bahasa Inggris.
Selain kecintaannya pada mengajar, Hendra juga tergerak oleh keinginannya untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya, terutama di kampung halamannya, Madura.
Ia bercita-cita untuk membuka kursus bahasa Inggris di sana suatu hari nanti. "Aku pengen suatu hari nanti punya kursusan sendiri di kampung, karena banyak orang Madura yang belum bisa bahasa Inggris," jelasnya.
Namun, Hendra juga realistis dalam melihat tantangan yang ada. Ia mengakui bahwa masyarakat di daerahnya lebih banyak mengonsumsi konten hiburan daripada edukasi.
"Kebanyakan yang kenal aku malah dari luar Madura, karena di sini orang-orang lebih suka konten hiburan," tuturnya.
Meski begitu, hal ini tidak menyurutkan semangat Hendra untuk terus berbagi pengetahuan.
Komunitas Belajar dan Pengaruhnya
Selain aktif membuat konten, Hendra juga membangun komunitas belajar bahasa Inggris. Ia memiliki dua komunitas, salah satunya adalah komunitas VIP yang berisi orang-orang yang serius ingin belajar bahasa Inggris.
Dalam komunitas ini, Hendra membagikan semua ilmu yang ia miliki, dari speaking, grammar, hingga vocabulary. "Aku share semua ilmu yang aku tahu di komunitas VIP, jadi mereka nggak perlu menghabiskan waktu sebanyak yang aku habiskan untuk belajar bahasa Inggris," ungkap Hendra.
Keputusan untuk membuat komunitas berbayar tersebut juga didasarkan pada pengalamannya sebelumnya. Ia menemukan bahwa ketika komunitasnya gratis, banyak yang bergabung hanya karena penasaran dan tidak serius dalam belajar.
Dengan sistem berbayar, ia berharap dapat menarik orang-orang yang benar-benar berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka.
Dengan semangat yang tinggi, Hendra terus berusaha memberikan dampak positif melalui konten-konten edukasinya.
Ia berharap, suatu hari nanti, orang-orang di kampung halamannya dan di seluruh Indonesia bisa menikmati manfaat dari belajar bahasa Inggris yang menyenangkan dan mudah dipahami.
(Wil/Far)
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Inspirational - Di balik denting palu dan panasnya bara, Ika Arista menjadi satu-satunya perempuan di Madura yang...
InspirationalSenin, 23 Juni 2025
Inspiratif - Sobat Youtz tidak asing lagi dong dengan nama Bagas Satrio Wicaksono? Salah satu peserta program aca...
InspirationalRabu, 14 Agustus 2024
Domy Brush Suction, sebuah inovasi alat kesehatan karya dosen fakultas kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) b...
InspirationalRabu, 12 November 2025
Inspiratif - Sobat Youtz, siapa yang sekarang lagi suka nonton Clash of Champions? Itu loh reality show yang di...
InspirationalSabtu, 22 Juni 2024
Jakarta, 13 Juli 2026 — Nasaruddin Umar Office (NUO) sukses menyelenggarakan Harmony Talks pada Minggu...
InspirationalSelasa, 14 Juli 2026
Inspirational – Siapa sangka, urin kelinci dan limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) bisa jadi kombinasi aja...
InspirationalKamis, 26 Juni 2025
Inspirasi - Sobat youtz sudah kenal belum dengan Nudiya? Nudiya merupakan seorang Konten Kreator Cilik yang masih...
InspirationalRabu, 14 Februari 2024
Inspirational - Prabowo Subianto lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951, berhasil membuktikan dirinya sebagai soso...
InspirationalRabu, 23 Oktober 2024
Inspirational - Fildzah Izzati Ishma, perempuan inspiratif, terpilih untuk mewakili Indonesia dalam program berge...
InspirationalKamis, 02 Januari 2025
Inspirational - Di balik setiap langkah Emmanuel Macron, Presiden Perancis, ada sosok perempuan bernama Brigitt...
InspirationalRabu, 28 Mei 2025