Intip Alasan Mengapa Insomnia Dapat Terjadi
Rabu, 31 Januari 2024
Pengunggah: Rifanya Putri Amanu
Kesehatan - Pasti sobat youtz sudah tidak asing lagi dengan istilah insomnia. Saat ini, 1 dari 2 orang dewasa mengalami insomnia jangka pendek dan 1 dari 10 orang mengalami insomnia jangka panjang. Walaupun terlihat cukup sering terjadi, insomnia tidak boleh disepelekan karena hal ini ada kaitannya dengan penurunan produktivitas.
Nah, sebenarnya apa sih insomnia itu?
Gangguan dalam kualitas, waktu dan jumlah tidur pada seseorang merupakan ciri-ciri dari suatu kondisi yang disebut insomnia. Kondisi ini biasanya terjadi dalam jangka waktu pendek atau sementara. Namun, dalam beberapa kasus, insomnia dapat menjadi kronis.
Selain itu, gangguan tidur ini dapat menyebabkan seseorang menjadi emosional serta mengganggu pertumbuhan fisik dan sosial orang dewasa. Hal inilah yang akan menimbulkan masalah lebih lanjut seperti masalah kesehatan ataupun masalah akademis.
NSF (National Sleep Foundation) juga menjelaskan bahwa disadari atau tidak seseorang yang waktu tidurnya berkurang akan cenderung bekerja dan berpikir lebih lambat dari kondisi normalnya sehingga akan berujung pada menurunnya produktivitas orang tersebut.
Tak hanya itu, faktanya kondisi insomnia tidak terjadi pada kelompok usia tertentu, lho. Insomnia diketahui terjadi hampir pada semua usia, yaitu berkisar antara remaja sampai usia lanjut (15 sampai lebih dari 70 tahun). Namun, kelompok yang terbanyak adalah pada usia muda dan produktif.
Kalau begitu, kira-kira apa sih yang menyebabkan insomnia itu dapat terjadi?
Terdapat sebuah penilitan yang dilakukan oleh Nurdin et al. (2018) kepada responden dengan usia 26-35 tahun mengenai alasan mengapa insomnia dapat terjadi. Yuk simak penjelasannya di bawah ini!
Perilaku Merokok
Rokok mengandung nikotin yang berdampak pada kualitas tidur seseorang. Ketika masuk ke dalam tubuh, nikotin dapat merangsang sistem saraf pusat, meningkatkan denyut jantung, dan meningkatkan tekanan darah sehingga membuat seseorang akan sulit untuk merasa tenang dan rileks, yang merupakan kondisi penting untuk inisiasi tidur.
Merokok juga dapat menghambat produksi hormon melatonin. Melatonin adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pineal di otak dan berperan dalam pengatur siklus tidur-wake. Penghambatan produksi melatonin dapat mengganggu regulasi alami tidur dan membuat seseorang sulit untuk tertidur atau mempertahankan tidur.
Konsumsi Kafein
Kafein bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat, dimana hal itu dapat meningkatkan aktivitas otak dan membuat seseorang merasa lebih waspada dan terjaga. Jika kafein dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, efek stimulan ini dapat membuat sulit bagi seseorang untuk merasa rileks dan tertidur.
Lalu, kafein juga bekerja dengan menghambat suatu zat kimia dalam otak yang bernama adenosin. Zat tersebut bertindak sebagai pengatur tidur dan perangsang rasa kantuk seseorang. Dengan menghambat adenosin, kafein mencegah seseorang merasa mengantuk sekaligus mengganggu inisiasi tidur.
Minuman Berenergi
Minuman berenergi dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah yang tidak mendukung kondisi tubuh untuk tidur. Peningkatan aktivitas jantung juga dapat membuat sulit bagi seseorang mencapai keadaan rileks yang diperlukan untuk tidur nyenyak.
Minuman Bersoda
Beberapa minuman bersoda bersifat diuretik, dimana sifat tersebut dapat meningkatkan produksi urin dan menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan membuat seseorang sulit untuk tidur dengan nyaman.
Kurang Aktifitas Fisik
Kondisi kegemukan dan tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyebab lainnya dari insomnia. Kondisi tersebut dapat terjadi kepada seseorang yang kurang melakukan aktifitas fisik atau olahraga.
Selain dapat mencegah tubuh mengalami kegemukan, dengan olahraga, seseorang akan memiliki tekanan darah yang lebih rendah daripada orang yang tidak berolahraga.
(Rfn/Tcn)
Sumber:
Nurdin, M. A., Arsin, A. A., Thaha, R. M., Masyarakat, F. K., & Hasanuddin, U. (2018). Kualitas Hidup Penderita Insomnia pada Mahasiswa Quality of Life of Patients with Insomnia to Students. Jurnal mkmi, 14, 128-38.
https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2257/kurang-tidur-lebih-berisiko-sakit-jantung
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Kesehatan - Seperti yang sobat telah ketahui, bahwa ibadah haji adalah rukun islam yang ke-5 yang mewajibkan selu...
HealthSenin, 10 Juni 2024
Kesehatan - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banten telah memusnahkan 2.564 bungkus setara 1 ton roti milk ...
HealthJumat, 15 Maret 2024
Kesehatan - Pada laman instagram pribadi Alice Norin, aktris sekaligus model Indonesia, menyampaikan bahwa pada a...
HealthSenin, 26 Februari 2024
Health - Seiring berkembangnya era digital, tanpa kita sadari, kita sering terlibat dalam sebuah transformasi b...
HealthSelasa, 30 Januari 2024
Health – Aktris Korea Selatan Kang So-ra bikin heboh penggemarnya usai mengungkap sudah empat tahun sama sekali...
HealthRabu, 13 Agustus 2025
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) kembali menemukan produk kosmetik dengan kandungan berbahaya. Ada 23 pr...
HealthJumat, 07 November 2025
Kesehatan - Belakangan ini, beredar kabar di media sosial (medsos) mengenai rencana BPJS Kesehatan yang tidak aka...
HealthSenin, 20 Januari 2025
Kesehatan - Pada Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Jakarta, tepatnya pada hari Selasa (4/6/2024) telah disahk...
HealthSenin, 10 Juni 2024
Kesehatan - Sobat youtz, baru-baru ini dunia maya sedang heboh pemberitaan penangkapan salah satu public figure t...
HealthRabu, 10 Januari 2024
Kesehatan - Sobat youtz, siapa disini yang suka banget makan es krim? Nah ngomong-ngomong soal es krim, baru-baru...
HealthSelasa, 23 April 2024