Harumkan Nama Indonesia, Shafira Raih Tiket ke Piala Dunia Catur 2025

Jumat, 02 Mei 2025

3655

Pengunggah: Redaksi

gambar-utama
Foto: Herfesa Shafira Devi Lolos ke Piala Dunia Catur 2025 (CNN Indonesia).

Insiprational - Langkah inspiratif datang dari Master Nasional (MN) Herfesa Shafira Devi, pecatur muda asal Sleman, yang resmi menyabet gelar juara kategori Putri di Asian Zone 3.3 Chess Championship 2025 di Ulaanbaatar, Mongolia, dan memastikan tiket langka ke Piala Dunia Catur 2025.

Keberhasilan Shafira terasa dramatis. Bermain di babak kesembilan atau penentu, Kamis (1/5), ia menaklukkan unggulan tuan rumah Mongolia, WGM Turmunkh Munkhzul (elo 2301), dengan kendali penuh meski memegang buah hitam.

Laga sengit ini menggunakan pembukaan Ruy Lopez: Morphy Defense Exchange Variation, dan diselesaikan oleh Shafira lewat langkah ke-44 dengan keunggulan satu gajah.

Namun, kemenangan ini belum memastikan gelar. Nasib Shafira masih bergantung pada hasil dua laga lain yang melibatkan pecatur Mongolia. WCM Khishigbaatar Bayasgalan (6,5 poin) tumbang dari pecatur Filipina, WGM Janelle Mae Frayna.

Akan tetapi, WFM Amgalan Enkh Enkhrii (6 poin) menang atas wakil Vietnam dan menyamai poin Shafira jadi 7. Penentuan juara pun harus lewat sistem tie break.

Sempat tertinggal dalam tie break usai babak ke-8, Shafira bangkit berkat kemenangan di babak terakhir atas lawan dengan rating tinggi. Nilai akhir tie break-nya naik ke 2218, mengungguli Amgalan (2208).

Faktor penentu lainnya adalah kualitas lawan sepanjang turnamen yang secara rata-rata memiliki elo lebih tinggi.

Dengan pencapaian ini, Shafira menjadi pecatur Indonesia keempat yang lolos ke Piala Dunia Catur setelah GM Utut Adianto, GM Susanto Megaranto, dan GMW Medina Warda Aulia.

Tak hanya membawa pulang trofi dan uang tunai 1.500 dolar AS, Shafira juga mencatat lonjakan luar biasa elo rating, dari 1983 ke 2378, salah satu peningkatan tertajam di turnamen ini.

Sayangnya, lima pecatur Indonesia lainnya belum berhasil menembus papan atas. IM Yoseph Theolifus Taher finis di peringkat 12, IM Nayaka Budhidharma di posisi 16, GM Novendra Priasmoro di urutan 19, FM Satria Duta Cahaya di peringkat 22, dan WIM Laysa Latifah menempati peringkat ke-7 di kategori Putri.

Kategori Open juga menyuguhkan persaingan ketat. GM Tin Jingyao (Singapura) keluar sebagai juara dan merebut tiket ke Piala Dunia 2025 yang akan digelar di India berkat nilai tie break tertinggi (2394).

Wakil tuan rumah IM Uurtsaikh Agibileg mengamankan tiket kedua setelah unggul nilai tie break atas rekan senegaranya, IM Sugar Gan Erdene.

Manajer Tim Indonesia sekaligus Sekjen PB Percasi Henry Hendratno menyebut, turnamen resmi ditutup pada Kamis sore (2/5), pukul 18.00 waktu Mongolia atau 17.00 WIB.

Prestasi Herfesa adalah bukti bahwa kerja keras, mental kuat, dan peluang sekecil apa pun bisa menjadi jalan menuju panggung dunia. Bukan cuma menang, tapi juga menginspirasi.

 

(Far/Tir)

Tags

tag_fill_round [#1176] Created with Sketch.

Berita terkait