Masalah Sampah Berulang, Warga Tangsel Didorong Mandiri Lewat Budidaya Maggot
Selasa, 03 Februari 2026
Pengunggah: Redaksi
Masalah sampah seolah menjadi cerita yang tak pernah selesai di banyak kota, termasuk Tangerang Selatan. Setiap hari, tumpukan sampah—terutama sampah organik rumah tangga—terus bertambah, sementara ketergantungan pada sistem angkut pemerintah masih tinggi. Menjawab persoalan berulang ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai mendorong pendekatan yang lebih mandiri dan berbasis masyarakat melalui budidaya maggot.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menilai, maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) dapat menjadi solusi konkret pengelolaan sampah organik yang efektif, murah, dan berkelanjutan. Tak hanya mampu mengurai sisa makanan dengan cepat, budidaya maggot juga dinilai memberi nilai tambah ekonomi bagi warga.
“Pakan maggot itu gratis, dari sampah kita sendiri. Tinggal bagaimana kita kelola dan pastikan ada pasar yang menyerap hasilnya,” ujar Pilar saat menghadiri Forum Komunikasi Bank Sampah di Kelurahan Pamulang Timur, Rabu (28/1/2026) yang dikutip dari tangerangnews.com.
Menurut Pilar, sisa makanan dan sampah organik yang selama ini berakhir di tempat pembuangan akhir seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai pakan maggot. Selain mengurangi volume sampah, hasil budidaya maggot dapat dijual atau dimanfaatkan sebagai pakan ternak, ikan, hingga bahan baku pertanian.
Namun, Pilar menegaskan bahwa budidaya maggot tidak bisa berdiri sendiri. Program ini harus berjalan beriringan dengan penguatan bank sampah sebagai simpul pengelolaan sampah di tingkat warga. Ia menilai, keberadaan bank sampah menjadi kunci agar pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan konsisten.
“Kalau bank sampah sudah ada, harus disukseskan. Kalau belum ada, harus dibentuk. Ini harus jadi perhatian serius RW dan warga, karena pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah,” katanya.
Lebih jauh, Pilar menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak semata ditentukan oleh teknologi atau metode pengolahan. Perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat menjadi faktor utama. Tanpa kesadaran memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah, berbagai program berpotensi hanya menjadi kegiatan sesaat.
Ia berharap, budidaya maggot dapat berkembang menjadi gerakan kolektif warga, bukan sekadar proyek jangka pendek. Pendekatan berbasis komunitas, seperti bank sampah dan pengolahan sampah organik mandiri, dinilai mampu membangun rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
“Pendekatan berbasis masyarakat seperti bank sampah dan budidaya maggot perlu diperluas agar menjadi kebiasaan kolektif, bukan sekadar program sesaat,” tuturnya.
Di tengah masalah sampah yang terus berulang, dorongan kemandirian warga melalui budidaya maggot menjadi sinyal bahwa solusi lingkungan tidak selalu harus rumit atau mahal. Kadang, jawabannya justru berawal dari dapur rumah sendiri.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Community – YouthDozer, tim dari ajang The New L-Men of The Year 2025, berkolaborasi dengan Pusat Informasi dan...
CommunitySelasa, 06 Mei 2025
Inspirasi - Kelompok 44 KKN FISIP-FIB Bakti Desa (FBD) Jantra Universitas Brawijaya yang menjalani program pengab...
CommunityJumat, 16 Agustus 2024
Komunitas - Minggu kedua kegiatan akademik di University of California, Riverside (UCR) telah dimulai dengan sema...
CommunitySabtu, 16 Maret 2024
Komunitas - Menemukan passion untuk meraih kesuksesan karier bukanlah perjalanan yang mudah. Banyak individu mera...
CommunityKamis, 09 Januari 2025
Jakarta, 13 Juli 2026 — Nasaruddin Umar Office (NUO) mempertemukan gagasan kepemimpinan perempuan lintas sektor...
CommunitySelasa, 14 Juli 2026
Brasil menjadi saksi komitmen baru Indonesia terhadap masyarakat adat dan lingkungan. Dalam forum Belem Climate ...
CommunitySenin, 10 November 2025
Komunitas -Youth Ranger Indonesia (YRI) tidak sekadar sebuah organisasi, melainkan sebuah gerakan yang menginspir...
CommunityRabu, 21 Februari 2024
Community - Sebagai komunitas yang fokus untuk berdedikasi dalam mendukung dan membimbing para remaja di seluruh ...
CommunitySelasa, 14 Mei 2024
Community - Sobat youtz, siapa sih yang gak kenal Deris Nagara? Deris Nagara adalah pemuda pertama Indonesia yang...
CommunitySenin, 29 Januari 2024
Menjelang Lebaran 2026, solidaritas terhadap penyintas banjir di Aceh Tamiang kembali mengalir. Pimpinan Wilayah ...
CommunitySenin, 16 Maret 2026