Ketika Hutan di Gunung Ciremai Semakin Dijarah!
Selasa, 13 Januari 2026
Pengunggah: Redaksi
Di balik rimbunnya pepohonan di Gunung Ciremai, luka-luka kecil terus bertambah. Luka itu tidak selalu terlihat dari kejauhan, tetapi meninggalkan jejak yang dalam bagi ekosistem. Sepanjang tahun 2019 hingga awal tahun 2025, pengelola Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) mencatat sedikitnya sekitar 44 tunggak pohon hasil penebangan liar - sebuah angka yang menandai bahwa perusakan hutan masih berlangsung, diam-diam namun konsisten.
Temuan tersebut tersebar di berbagai titik kawasan hutan dengan pola yang terus berulang dari tahun ke tahun. Pada tahun 2019, tercatat terdapat 8 temuan disusul 7 temuan pada tahun 2020, 5 temuan di tahun 2021, 4 temuan pada tahun 2022, melonjak menjadi 11 temuan di tahun 2023, 4 temuan di 2024. Memasuki Januari 2025, 5 tunggak pohon kembali ditemukan. Totalnya, sebanyak 44 pohon hilang tanpa jejak pelaku yang jelas.
Ady Sularso, selaku humas Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menyebutkan bahwa sebagian besar yang ditemukan hanyalah sisa pangkal pohon. Lokasinya tersebar dan tidak berada di satu titik utuh, menyulitkan perhitungan luas kerusakan secara pasti. Namun ada satu hal yang diyakini, pembalakan liar itu nyata, terencana dan belum berhasil diungkap hingga pelaku utamanya.
Ironisnya, selama enam tahun terakhir, belum ada satupun pembalak liar berhasil ditangkap. Menurut Ady, hal ini tidak terlepas dari cara kerja pelaku yang sistematis dan terorganisir. Mereka diduga memanfaatkan warga lokal sebagai buruh tebang, beroperasi pada malam hari, serta memilih lokasi yang berbatasan langsung dengan lahan milik masyarakat untuk mengelabui petugas.
“Karena berbatasan dengan lahan warga, mereka sering berdalih kayu itu milik sendiri,” ujar Ady yang dikutip dari detik.com. Bahkan, dalam satu kasus, ditemukan kendaraan berplat luar daerah yang diduga terlibat dalam pengangkutan kayu hasil curian - menguatkan dugaan bahwa jaringan ini tidak berskala kecil.
Pohon sonokeling menjadi target utama. Nilai jualnya tinggi, kualitasnya unggul dan kerap disamakan dengan kayu jati. Kawasan utara Gunung Ciremai, seperti Pasawahan, disebut sebagai wilayah paling rawan karena relatif lebih sepi dibandingkan jalur selatan.
Namun, kerugian terbesar bukan sekadar hilangnya batang kayu bernilai ekonomi. Setiap pohon yang tumbang berarti hilangnya habitat satwa, rusaknya tempat bersarang burung, serta berkurangnya kemampuan hutan menyerap dan menyimpan air. Kerusakan ekosistem ini bersifat permanen dan dampaknya bisa dirasakan jauh melampaui batas kawasan hutan.
TNGC mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut secara tuntas kasus ini hingga ke aktor intelektual di baliknya.
“Jangan hanya buruh tebang. Pasti ada penadahnya. Kalau itu tidak ditindak, efek jera tidak akan ada,” tegas Ady.
Ke depannya, pengawasan akan diperketat melalui patroli gabungan bersama TNI, Polri dan mitra masyarakat, serta pemasangan papan larangan penebangan. Namun, upaya itu tidak akan cukup tanpa keterlibatan publik.
Penulis : Radhwa Larasati Tetuko
Editor : Tiara De Silvanita
Tags
Berita Populer
#1
#2
#3
#4
#5
#6
#7
#8
#9
#10
Berita terkait
Community - Perubahan besar akibat era disrupsi menghadirkan tantangan baru, termasuk dalam pola konsumsi dan pen...
CommunityKamis, 16 Januari 2025
Momentum bulan suci Ramadhan kembali dimanfaatkan berbagai elemen masyarakat untuk menumbuhkan solidaritas sosial...
CommunitySelasa, 10 Maret 2026
Community - Komunitas Negeri Kami bersama Paragon Corp (Kahf) melalui program Kahforward menciptakan langkah berd...
CommunityKamis, 26 Desember 2024
Puan Bisa, sebuah komunitas berbasis pemberdayaan perempuan tahun ini kembali melaksanakan Puan Bisa Festival 202...
CommunityRabu, 22 Oktober 2025
Comunity — Youth Ranger Indonesia (YRI) merayakan ulang tahunnya yang keenam dengan penuh semangat di Ganara Ar...
CommunitySelasa, 05 November 2024
Komunitas - Minggu kedua kegiatan akademik di University of California, Riverside (UCR) telah dimulai dengan sema...
CommunitySabtu, 16 Maret 2024
Community – Trash Ranger Indonesia sukses menggelar Youth Action Festival (YAFEST) 2025 di Batoo Farm Adventure...
CommunityKamis, 06 Februari 2025
Perundungan kembali menggema keras. Pada (15/10), Universitas Udayana di Bali ditimpa kabar duka usai Timothy Anu...
CommunitySenin, 20 Oktober 2025
Komunitas - Menemukan passion untuk meraih kesuksesan karier bukanlah perjalanan yang mudah. Banyak individu mera...
CommunityKamis, 09 Januari 2025
Community - Sobat youtz, siapa sih yang gak kenal Deris Nagara? Deris Nagara adalah pemuda pertama Indonesia yang...
CommunitySenin, 29 Januari 2024